Tohe, desa, kerajaan / P. Timor – Prov. Nusa Tenggara Timur

Desa / kerajaan Tohe terletak di P. Timor, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kabupaten Belu


* Foto kerajaan-kerajaan Timor: link
*
Foto situs kuno / megalitik di Timor: link


Tentang Desa Tohe

Desa Tohe merupakan salah satu desa yang sudah ada sebelum masa kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada masa itu pemerintahnya masih bersifat kerajaan yang dipimpin oleh seorang Raja. Pada saat itu Tohe dipimpin oleh sejumlah Dasi. Sistem Pemerintahan ini pun berubah sesuai berjalannya waktu dari sistem Kerajaan menjadi Kena’ian yang dipimpin oleh seorang Na’i sampai dengan Desa masa kini.


Pemimpin Desa Tohe

1 Masa kerajaan:

1). Dasi Dain
2). Dasi Wilik Mauk (turunan dari Lasiolat-Fatutour
3). Dasi Nahak Wilik
4). Dasi Hale Nahak
5). Dasi Mau Halek
6). Dasi Lau Mau
7). Dasi Tai Atin
8). Dasi Besin Berek
9). Dasi Dato Nahak
10). Dasi Mauk Siku (1938-1945)

2) Masa Kena’ian: pemerintahan dipimpin oleh Na’i Bonaventura Bere (1946-1959).

3) Masa Swapraja: dimpimpin oleh Na’i Melkior Manek Nahak (1959-1970).


Sejarah Timor

Pulau Timor dihuni sebagai bagian dari migrasi manusia yang telah membentuk Australasia secara lebih umum. Pada tahun 2011, bukti ditemukan pada manusia di Timor Timur pada 42.000 tahun yang lalu, di lokasi gua Jerimalai.
Sekitar 3000 SM, migrasi kedua membawa orang Melanesia. Orang-orang Veddo-Australoid sebelumnya mengundurkan diri saat ini ke pedalaman pegunungan. Akhirnya, proto-Melayu tiba dari Cina selatan dan Indocina utara.

Catatan sejarah paling awal tentang pulau Timor adalah Nagarakretagama abad ke-14, Canto 14, yang mengidentifikasi Timur sebagai pulau di dalam wilayah Majapahit. Timor dimasukkan ke dalam jaringan perdagangan Jawa, Cina, dan India kuno pada abad ke-14 sebagai pengekspor cendana aromatik, budak, madu dan lilin, dan diselesaikan oleh Portugis, pada akhir abad ke-16, dan Belanda, yang berbasis di Kupang, pada pertengahan abad ke-17.

Pulau Timor dijajah oleh Portugis pada abad ke-16; mengklaim pada tahun 1520. Para pelaut Portugis mungkin pertama kali tiba di Timor Timur sekitar tahun 1514. Penjelajah Eropa menemui beberapa kerajaan kecil di awal abad ke-16. Yang paling penting adalah Wehale di Timor Tengah.  Pada waktu itu, lereng-lereng bukit diliputi hutan kayu cendana. Perdagangan kayu cendana sangat menguntungkan, dan pohon-pohon ini saja sudah cukup menjadi alasan bagi orang Portugis untuk mendirikan pos perdagangan. Gereja Katolik juga berminat pada daerah itu dan ingin mengirim para misionaris untuk menobatkan penduduk pribumi. Kedua faktor ini menggerakkan orang Portugis untuk mulai menjadikan pulau ini jajahan mereka pada tahun 1556.
VOC Belanda tiba pada tahun 1640, mendesak Portugis ke Timor Lorosa’e dan bentuk koloni Belanda-Timor.
Pertengkaran antara Belanda dan Portugal akhirnya menghasilkan sebuah perjanjian tahun 1859 dimana Portugal menyerahkan bagian barat pulau tersebut ke Belanda.


Peta-peta kuno P. Timor

Klik di sini untuk peta kuno P. Timor tahun 1521, 1550, 1600, 1650, 1700-an, 1733, 1762, 1900, 1902.

Timor tahun 1521


Sumber

– Tentang desa Tohe: http://tohe.desa.id/profil/sejarah/