* Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di P. Rote

Kerajaan-kerajaan di P. Rote


ISI

1) Daftar kerajaan-kerajaan di P. Rote,
2) Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Rote,
3) Sistem Pemerintahan di Rote,
4) Sumber.


1) Daftar kerajaan-kerajaan di P. Rote

1. Baa: berada di kepulauan Rote, Barat Daya Pulau Timor, dibentuk tahun 1691.
2. Bilba.
3. Bokai: Didirikan 1756.
4. Dehla: berada di kepulauan Rote, Barat daya Pulau Timor. Dehla melepaskan diri dari Oenale dan didirikan pada tahun 1800-an.
5. Dengka: kerajaan terbesar dari 19 kerajaan yang berada di Pulau Rote.
6. Diu: kadang berada di bawah kekuasaan Korbafo, didirikan pada 1691.
7. Keka: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor. Keka melepaskan diri dari Termanu tahun 1772.
8. Korbafo: berada di kepulauan Rote, barat daya dari Timor.
9. Landu: kerajaan yang paling tua dari 19 kerajaan kelompok pulau Rote, terletak di barat-day Timor.
10. Lelain: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Sebelum Lelain menjadi kerajaan terpisah sendiri tahun 1690, Lelain melepaskan diri dari Bokai.
11. Lelenuk: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Kerajaan melepaskan diri dari Termanu dan dibentuk tahun 1772.

12. Loleh: berada di pulau Rote, barat-daya Timor. Dikuasai oleh Termanu tahun 1730.
13. Ndao: berada di pulau Rote, Barat-daya dari Timor.
14. OEnale: berada di Kepulauan Rote , barat daya Timor.
15. OEpao: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor. Didirikan tahun 1691.
16. Ringgouw: berada di Kepulauan Rote, barat daya Pulau Timor, didirikan pada 1691.
17. TalaE: berada di Kepulauan Rote, barat daya Timor.
18. Termanu: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor.
19. Thie: berada di kepulauan Rote, barat daya Timor. Dari 1730 sampai 1756, Manek dari Thie pergi bersama Maneks dari OEpao, Loleh, Baa dan Lelain ke Jawa untuk mempelajari lebih lanjut agama  kristen.
– Sumber / Source: http://leksilion-rote.blogspot.co.id/2011/09/nusak-di-pulau-rote-leksi-ingguoe.html

P. Rote dan Nusa Tenggara Timur, 1500 M


2) Sejarah kerajaan-kerajaan di pulau Rote

Sebelum 1500

Pendaratan penduduk awal secara bergelombang dan terpisah-pisah, hingga terbentuk sistem kemaysarakatan seperti Leo dan Nusak, terjadi kontestasi perebutan daerah-daerah subur dan padang penggembalaan, misalnya legenda Sabalo dan Sabadai dari Nusak Bokai.

Abad ke-16

– 1522: Sisa awak kapal Magelhan singgah di Pulau Rote. Pulau Rote pertama kali ditulis dengan nama Rote.

Abad ke-17

– 1621:  Misi dominikan pertama di Pulau Rote dan Pulau Sabu.
– 1653:  Nusak Landu, Nusak Oepao, Nusak Ringgou dan Nusak Bilba bersumpah setia kepada Ter Horst seorang pejabat kompeni di Kupang.
– 1654:  Ekspedisi Ter Horst ke Pulau Rote untuk memperkuat sekutu Belanda tadi (Nusak Landu, Nusak Oepao, Nusak Ringgou dan Nusak Bilba).
– 1656:  Belanda mulai mencatat tentang keberadaan Nusak. Arnol de Flaming mengatakan bahwa kejadian-kejadian di Rote terpecah dua antar yang mendukung Portugis dan yang mendukung Belanda. Dengka, Baa, Loleh dan Bau Dale memihak Portugis.
– 1656-1658:  Dengka, Loleh, Baa dan Bau Dale diduduki paksa oleh Belanda.
– 1658:  Dengka, Loleh, Baa dan Bau Dale menyerang Nusak tetangga untuk membayar denda kepada kompeni.
– 1660:  Dengka Loleh, Baa, dan Bau Dale kembali diserang oleh Belanda.
– 1661:  Loleh diserang oleh Belanda, 500 orang Lole mati.
– 1662:  Perjanjian Paravicini, Nusak Dengka, Termanu, Korbaffo, dan Nusak Bilba diakui keberadaannya oleh Belanda.
– 1676:  Belanda menyerang Nusak Dengka dan Loleh.
– 1679: Belanda pertama kali mengirimkan orang Rote untuk belajar bahasa Melayu.
– 1690-1691: Pergolakan wilayah-wilayah tertentu untuk meminta pemerintahan
[Journal of NTT Studies] Vol 1 No 1: 72 sendiri.

Raja raja pulau Rote

Abad ke-18

– 1755:  Sekolah pertama di Pulau Rote berdiri sendiri.
– 1756:  Pengakuan eksistensi Nusak Diu dan Bokai. Juga pertama kali dibuat sekolah dengan sistem Rote.
– 1760:  Nusak Landu, Ringgou, Oesapo, Baa, Lelain (Ossipokah), Thie, Loleh dan Oenale diakui oleh Belanda.
– 1772:  Lelenuk memisahkan diri dari Bokai & Talae memisahkan diri dari Keka.

Abad ke-19

Pengakuan terhadap Nusak Diu
– 1818-1819: Rakyat Hoi Ledo dibuang ke Babau (Kupang) karena ingin memisahkan diri dari Termanu
– 1874: Manek Thie, FoE Mbura, dibunuh di wilayah Nusak Termanu. Dikarenakan persaingan Nusak Termanu untuk memperoleh pengaruh terhadap Belanda. Raja Termanu kemudian diberhentikan dari jabatannya kemudian digantikan oleh adiknya.
– 1879: Pulau Rote dijadikan satu Onder Afdeling

Abad ke-20

– 1908: Penetapan batas Thia dan Dengka di Danau Tua
– 1909: Penyatuan beberapa Nusak
– 1911: Sengketa Thie dan Dengka dengan persoalan Danau Tua kembali mencuat. Beberapa Manek di buang keluar p. Rote karena menentang kebijakan Belanda pada 1909
– 1925:  Pencabutan batas Nusak antara Nusak Thie dan Nusak Dengka oleh Manek Thie, ia dibuang ke Alor.
– 1928:  Rote dibentuk menjadi sebuah selbestuur
– 1935:  Gejolak di Bo’a (Nusak Delha) menentang penagihan pajak oleh Belanda
– 1945:  Sengketa antara Thie dan Dengka dengan persoalan batas Nusak
– 1950:  Pembentukan Dewan Pemerintah Daerah Sementara Swapraja Rote Ndao.


3) Sistem Pemerintahan di Rote

Sebagian besar penduduk yang mendiami pulau Rote Ndao menurut tradisi tertua adalah suku-suku kecil Rote Nes, Bara Nes, Keo Nes, Pilo Nes, dan Fole Nes. Suku-suku tersebut mendiami wilayah kestuan adat yang disebut Nusak.

Menurut Fox (1996), Nusak adalah pengelompokkan masyarakat genealogis dan memiliki klaim teritorial (ada 19 Nusak) yang pada perkembangannya mewarnai pola hubungan antara masyarakat di Rote yang disebut Leo.

Perkembangan sejarah pemerintahan di Rote diawali dari pemerintahan adat yang disebut Nusak atau Kerajaan yang dipimpin oleh seorang Manek (Kepala Nusak/Raja). Awalnya Rote terdiri dari 5 Nusak, yaitu Termanu, Dengka, Thie, Ringgou dan Baa dan kemudian berkembang menjadi 19 Nusak.

Setidak-tidaknya ada dua alasan pokok mengapa pembagian wilayah ini penting, yakni: Pertama, karena berkaitan dengan permasalahan politik lokal yaitu persaingan dan konflik di antara suku- suku. Kedua, kepentingan politik Belanda dalam menguasai wilayah selatan Timor sebagai yang akan menjadi benteng dalam kaitannya dengan perseteruan antara Belanda dan Portugis di NTT pada sisi yang lain.

Kalau ditelusuri lebih jauh, Rote sesungguhnya terbagi dalam 18 Nusak ataupun dikatakan bahwa daratan Rote terdapat “Dedeo sanghulu falu”. Dedeo artinya bendera, sanghulu falu artinya delapan belas. “Dedeo sanghulu falu” artinya delapan belas bendera, yakni perkembangan dari delapan belas Nusak yang berdiri sendiri-sendiri, di mana Nusak yang satu tidak berada atau dikuasai Nusak lain. Ke-18 Nusak itu adalah Landoe, Oepao, Ringgou, Bilba (Beluba), Diu, Korbaffo, Termanu, Bokai, Talae, Lelenuk, Baa, Lelain, Keka, Lole, Thie, Dengka, Oenale, Delha dan tambah satu Nusak lagi di Pulau Ndao yakni Nusak Ndao, maka diseluruh Rote/Ndao terdapat 19 Nusak.
– Sumber: https://repository.uksw.edu


4) Sumber

– Kerajaan-kerajaan di pulau Rote: Donald Tick: Kerajaan2 di Rote
– Sejarah timbulnya kerajaan di Rote:  http://sajjacob.blogspot.co.id/
– 19 kerajaan di Rote:  http://leksilion-rote.blogspot.co.id/
– Sistem pemerintahan pulau Rote: https://repository.uksw.edu
Sejarah kepulauan Rote di Wiki: link
Asal usul Rote: http://yeridami.blogspot.co.id/p/asal-usul-rote.html
– Tentang suku Rote: http://suku-dunia.blogspot.co.id/

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: