Blega, kerajaan / Madura

Kerajaan Blega terletak di pulau Madura, kabupaten Bangkalan, kec. Blega.

The kingdom of Blega was a kingdom on the island of Madura.
For english, click here

Lokasi Madura

————————
Lokasi kecamatan Blega


Sejarah kerajaan Blega

Dahulu kala ketika masing-masing daerah di Madura dipimpin oleh seorang raja, Blega dipimpin oleh seorang pangeran namun dibawah kendali kerajaan Arosbaya yang dikuasai oleh pangeran pratano (ki lemah duwur). Setelah wafatnya ki pratano (ki lemah duwur), tahta kerajaan Arosbaya diwariskan kepada puteranya yaitu Pangeran Tengah pada tahun 1592 – 1620 dan yang menjadi raja di kerajaan Blega saat itu ialah Pangeran Blega pada tahun 1593 – 1624.


Perang saudara antara Arosbaya dan Blega

Setelah Panembahan Lemah Duwur meninggal, maka yang menggantikannya adalah puteranya yang bernama Raden Koro dengan gelar Pangeran Tengah. Blega dipimpin oleh saudaranya yang bernama Pangeran Blega dalam hak ini dia tidak mau tunduk kepada Arosbaya, sehingga timbul peperangan antara Arosbaya dengan Blega. Tentara Arosbaya tiga kali menyerang Blega namun serangan tersebut dapat dipatahkan oleh tentara Blega, bahkan tentara Blega dapat memukul mundur pasukan Arosbaya.

Sumber dan lengkap: http://bangkalanmemory.blogspot.co.id/2013/10/perang-saudara-antara-arosbaya-dengan_4233.html


Sejarah kerajaan-kerajaan di Madura

Perjalanan Sejarah Madura dimulai dari perjalanan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Madura pada abad ke-13. Dalam kitab nagarakertagama terutama pada tembang 15, mengatakan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menujukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komunitas budaya yang sama.

Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa timur seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit. Di antara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya. Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. Sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula-mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.

Sejarah mencatat Aria Wiraraja adalah Adipati Pertama di Madura, diangkat oleh Raja Kertanegara dari Singosari, tanggal 31 Oktober 1269. Pemerintahannya berpusat di Batuputih Sumenep, merupakan keraton pertama di Madura. Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati I Madura pada waktu itu, diduga berlangsung dengan upacara kebesaran kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura. Di Batuputih yang kini menjadi sebuah Kecamatan kurang lebih 18 Km dari Kota Sumenep, terdapat peninggalan-peninggalan keraton Batuputih, antara lain berupa tarian rakyat, tari Gambuh dan tari Satria.


Sumber

– Tentang keraton Pangera Blega: http://andasblega.blogspot.co.id/2013/08/sejarah-berdirinya-kraton-pangeran-blega.html
– Perang saudara Arosbaya dan Blega: http://bangkalanmemory.blogspot.co.id/2013/10/perang-saudara-antara-arosbaya-dengan_4233.html
– Pangeran Macan Putih kerajaan Blega: http://sapekerap.blogspot.co.id/2014/04/pangeran-macan-putih-kerajaan-blega.html


Peta lokasi Madura tahun 1616

——————————-

Peta lokasi Madura tahun 1660