Bangkala, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Jeneponto

Kerajaan Bangkala terletak di Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan, Kab. Jeneponto. Kerajaan ini berdiri sejak abad ke15.

The kingdom of Bangkala was located on Sulawesi, prov. Sulawesi Selatan, Kab. Jeneponto.
For english, click here

Lokasi kabupaten Jeneponto


* Foto foto kerajaan2 di wilayah Poso: link
* Foto foto raja2 di Sulawesi dulu: link
* Foto foto situs kuno di Sulawesi: link


Tentang raja sekarang (2019)

Tidak ada info tentang raja sekarang.


Sejarah kerajaan Bangkala

Pada zaman dahulu Jeneponto merupakan suatu kerajaan lokal yang besar, yang merupakan kerajaan yang berdiri sendiri dan memiliki 3 kerajaan besar antara lain Arungkeke, Binamu, Tarowang dan Bangkala.

Untuk Kerajaan Arungkeke, Tarowang, dan Bangkala, ketiganya merupakan kerajaan tersendiri yang otonom sejajar dengan kerajaan Binamu di Butta Turatea. Mereka tidak saling membawahi tapi tetap saling berinteraksi dan saling berbagi karena faktor kesamaan bahasa, budaya, tradisi, dan adat istiadat satu sama lain.

Hanya sedikit yang diketahui tentang sejarah Bangkala maupun Binamu, keduanya belum tersentuh survei arkeologi yang layak. Kendati demikian, kita dapat merekonstruksi sebagian asal-usul dan perkembangan kedua daerah ini dari empat sumber yaitu, pertama lontara′ (teks, B., M.) tertulis (kini dalam bentuk kertas) dalam aksara asli menggunakan bahasa Bugis dan Makassar. Kedua kunjungan penulis ke tempat-tempat yang namanya tertera dalam teks-teks lontara′. Ketiga tradisi lisan masa kini di Jeneponto. Dan keempat informasi dari penjarah kuburan yang memburu keramik-keramik Tiongkok dan Asia Tenggara yang dikuburkan bersama dengan jenazah di makam-makam pra-Islam (ini tak dijelaskan redaksi).

Dari bukti yang diperlihatkan sumber-sumber tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa pada abad ke 14, permukiman pertanian yang tersebar di lembah-lembah empat sungai utama Jeneponto dari barat ke timur, Topa, Allu, Tamanroya dan Jeneponto, telah menyatu untuk membentuk unit-unit pemerintahan kecil. Berdirinya unit-unit pemerintahan ini berkaitan dengan menyebarnya pertanian padi basah secara terorganisir dan terintensifikasi, sebuah kaitan yang juga terlihat di banyak dataran rendah Sulawesi Selatan pada abad ke 14 (Macknight 1983; Caldwell 1988).

Pada abad ke 15, unit pemerintahan yang berpusat di Sungai Topa dan Allu telah bersatu membentuk Kerajaan Bangkala, dan unit pemerintahan yang terkonsentrasi di Sungai Tamanroya dan Jeneponto bergabung menjadi Kerajaan Binamu.
– Sumber: smartcitymakassar.com/2019/12/13/sejarah-kerajaan-binamu-dan-bangkala-jeneponto/


Silsilah Karaeng Bangkala

Ada dua versi Lontara Silsilah Karaeng Bangkala yang menyebutkan mengenai ibu dari Karaeng Labbua Talibannanna, dimana salah satunya menyebutkan ibu dari Karaeng Labbua Talibannanna yaitu Putri dari Karaeng Loe Ri Marusu.
Versi pertama dari Daeng Mino Lontara Silsilah Karaeng Bangkala menyebutkan Atinna Bangkala menikah dengan Karaeng Ujung Moncong lahirlah: Karaeng Labbua Talibannanna.
Versi kedua dari Lontara silsilah Karaeng Ujung Moncong menyebutkan Atinna Bangkala menikah dengan Putri Karaeng Loe Ri Marusu lahirlah Puang Kope Karaeng Labbua Talibannanna.
Namun kedua versi Lontara silsilah Karaeng Bangkala menyebutkan bahwa Karaeng Labbua Talibannanna menikah dengan Putri Raja Gowa ke X.
– Sumber sudah dihapus dari internet.

Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

– Sejarah kerajaan Bangkala: http://marlnxsyam.blogspot.co.id/2010/06/sejarah-bangkala.html
– Sejarah kerajaan Bangkala: https://sulseltotravel.blogspot.com/2017/11/sejarah-kerajaan-bangkala-jeneponto.html
– Sejarah kerajaan Bangkala dan kerajaan Binamu: smartcitymakassar.com/2019/12/13/sejarah-kerajaan-binamu-dan-bangkala-jeneponto/