Perumpak, kerajaan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Perumpak terletak di pulau Sumbawa, di sebelah barat olat maras Dusun Batu Alang, Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, kabupaten Sumbawa.

The kingdom of Perumpak is located on the island of Sumbawa, Desa Leseng, Kecamatan Moyo Hulu, kabupaten Sumbawa.
For english, click here

Location island of Sumbawa

Pulau Sumbawa


* Foto kerajaan-kerajaan Sumbawa: link
* Foto situs kuno di Sumbawa: link


Tentang kerajaan Perumpak

Kerajaan Parumpak terkenal dengan kisah Baduk Kakiang, cerita yang mengisahkan dua orang yang konon katanya sakti dan kebal terhadap senjata apapun, kemudian Baduk dan Kakiang ingin menguji kekebalan serta kesaktian keduanya .manakah yang lebih sakti serta kebal. Perkelahianpun tak dapat dihindari dari keduanya, setelah berjam-jam saling membalas pukulan dan mengeluarkan kekuatan terbaik yang mereka miliki perkelahianpun tak kunjung berakhir dan tak ada salah satu dari keduanya yang menjadi pemenang.
Lalu keduanya memberikan jedah dalam perkelahian mereka serta  bersepakat untuk melepaskan jimat yang diyakini menjadi sumber kekuatan dan kekebalan yang mereka miliki, setelah keduanya  melepaskan jimat, keduanya memulai perkelahian kembali dan tak lama keduanya jatuh dan tumbang tak bernyawa akibat parang yang ditusuknya pada tubuh satu sama lain. Penduduk desa menguburkan keduanya di bukit samping olat maras yang hingga saat ini masih bisa kita kunjungi.

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Sejarah singkat pulau Sumbawa

Nagarakretagama abad ke-14 menyebutkan beberapa kerajaan yang berada di Sumbawa: Dompu, Bima, Sape dan Sang Hyang Api. Empat kerajaan kecil di Sumbawa barat merupakan ketergantungan Kekaisaran Majapahit di Jawa Timur. Karena sumber daya alam, Sumbawa sering  diserang oleh kekuatan luar – dari Jawa, Bali, Makassar, Belanda dan Jepang.
Belanda pertama kali tiba di Sumbawa pada tahun 1605, namun tidak secara efektif memerintah Sumbawa sampai awal abad ke-20.
Kerajaan Gelgel  di Bali memerintah Sumbawa barat untuk waktu yang singkat juga. Bagian timur pulau itu juga merupakan rumah bagi Kesultanan Bima, sebuah pemerintahan Islam yang memiliki hubungan dengan orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, serta kepolisian Melayu-Islam lainnya di nusantara.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di pulau Sumbawa dikenal di Hindia Belanda karena madu, kuda, kayu sappan mereka untuk memproduksi pewarna merah, dan kayu cendana digunakan untuk dupa dan obat-obatan. Kawasan itu dianggap sangat produktif secara pertanian.
Pada abad ke-18, Belanda mengenalkan perkebunan kopi di lereng barat Gunung Tambora, sebuah gunung berapi di sisi utara Sumbawa, sehingga menciptakan varian kopi Tambora.
Letusan Kolosal Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu yang paling kuat sepanjang masa, mendepak 150 kilometer kubik  abu dan puing ke atmosfer. Letusan tersebut menewaskan hingga 71.000 orang dan memicu periode pendinginan global yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” pada tahun 1816. Ini juga tampaknya menghancurkan budaya kecil afinitas Asia Tenggara, yang dikenal oleh para arkeolog sebagai “budaya Tambora”.
Akibat letusan Gunung Tambora 3 kerjaan di Sumbawa dihancur: kerajaan Sanggar, kerajaan Tambora dan kerajaan Pekat.


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber Perumpak

– Tentang kerajaan Perumpak: http://sekitarmuadacerita.blogspot.nl/2016/08/cerita-rakyat-dari-desa-pernek.html
– Tentang kerajaan Perumpak: https://desapernek.wordpress.com/about/
– Kerajaan kecil di Sumbawa: http://pepenk26.blogspot.nl/2011/12/catatan-dari-sumbawa.html

Sumber sejarah pulau Sumbawa

– Sejarah pulau Sumbawa: https://ihinsolihin.wordpress.com/artikel/sejarah-raja-pemerintahan-di-sumbawa/
– Sejarah pulau Sumbawa: http://sejarahini.blogspot.co.id/2013/06/sejarah-singkat-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://www.galeribudaya.com/2017/10/sejarah-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://lsotour.blogspot.co.id/2012/01/sejarah-singkat-sumbawa.html


 

 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: