Kusan, kerajaan / Prov. Kalimantan Selatan

Kerajaan Kusan: 1786 – 1861.
Terletak di, Kab. Tanah Bumbu, prov. Kalimantan Selatan.
Landschap Kusan adalah salah satu kerajaan yang pernah berdiri di wilayah Tanah Kusan atau daerah aliran sungai Kusan. Di dalam wilayah Tanah Kusan tersebut juga terdapat Kerajaan Pagatan.
Pangeran Amir mendirikan kerajaan Kusan tahun 1786; diperkirakan berlangsung dari tahun 1761-1861.
Pada tanggal 2 Agustus 1861, kerajaan Pagatan digabung dengan kerajaan Kusan; federasi kedua negeri ini kemudian disebut kerajaan Pagatan-Kusan.

Kingdom of Kusan: 1786 – 1861. Located  on South Kalimantan. This area was originally part of the Banjar Sultanate region which was handed over by Sunan Nata Alam to VOC-Netherlands on August 13, 1878.
For english, click here

Lokasi Kab. Tanah Bumbu


Garis kerajaan-kerajaan di Kalimantan: link


Foto kerajaan-kerajaan di Kalimantan

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Kalimantan

– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan, 45.000 SM – 2017: link
Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Barat, 45.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Tengah / Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Kalimantan Timur / Utara, 1M – 2020: link
– Video sejarah kesultanan Banjar: link


KERAJAAN  KUSAN

Sejarah kerajaan Kusan, 1786 – 1861

Wilayah Tanah Kusan bertetangga dengan wilayah kerajaan Tanah Bumbu (yang terdiri atas negeri-negeri: Batu Licin, Cantung, Buntar Laut, Bangkalaan, Tjingal, Manunggul, Sampanahan).
Di dalam wilayah Tanah Kusan tersebut terdapat kerajaan Kusan dan kerajaan Pagatan.
Pangeran Amir mendirikan kerajaan Kusan tahun 1786; diperkirakan berlangsung dari tahun 1761-1861.
Pada tanggal 2 Agustus 1861, kerajaan Pagatan digabung dengan kerajaan Kusan, sehingga menjadi kerajaan Pagatan-Kusan.

———————–

Pangeran Amir salah seorang putera Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah bin Sultan Kuning (Hamidullah), Sultan Banjar antara tahun 1759-1761. Ketika Sultan Muhammad mangkat, ketiga anak-anaknya masih belum dewasa. Sepeninggal Sultan Muhammad kekuasaan kerajaan kembali dipegang oleh pamannya sekaligus mertuanya Sultan Tamjidullah I yang sebelumnya sudah pernah menjadi Penjabat Sultan sebelum pemerintahan Sultan Muhammad, tetapi dijalankan anak Tamjidullah I yaitu Pangeran Nata.
Ketiga anak Sultan Muhammad yaitu Pangeran Abdullah, Pangeran Rahmat dan Pangeran Amir. Pangeran Abdullah dan Pangeran Rahmat tewas karena dicekik. Pangeran Amir yang merasa terancam keselamatannya, berusaha menghindar dengan berpura-pura hendak naik haji, tetapi perahu tidak diarahkan menuju Mekkah tetapi ke arah negeri Tanah Bumbu di Kalimantan Tenggara mendatangi saudara ibunya yaitu Ratu Intan I yang jadi penguasa di Cantung dan Batu Licin. Ratu Intan I adalah anak Ratu Mas binti Pangeran Dipati Tuha. Ratu Intan I menikah dengan Sultan Pasir, Sultan Dipati Anom Alamsyah Aji Dipati (1768-1799). Dengan dukungan bibinya Pangeran Amir mendirikan kerajaan Kusan dan menjadi Raja Kusan I.

Tetapi kemudian pemerintah pusat yaitu penguasa kerajaan Kayu Tangi (kesultanan Banjar) yang dikuasai dinasti Tamjidullah I yaitu Panembahan Batu (Pangeran Nata bin Tamjidullah I) juga mengakui La Pangewa sebagai Raja Pagatan I, di kawasan yang sama. La Pangewa, pemimpin suku Bugis Pagatan adalah sekutu Panembahan Batu. La Pangewa (Kapitan Laut Pulo) dengan pasukan suku Bugis-Pagatan akhirnya berhasil mengusir Pangeran Amir hingga ke Kuala Biaju (sekarang Kuala Kapuas).

Pangeran Amir yang merupakan cucu Sultan Kuning berusaha menuntut tahta kesultanan Banjar dengan dukungan Ratu Intan I dengan pasukan Bugis-Paser menyerang pelabuhan Tabonio di kesultanan Banjar akhirnya tertangkap VOC yang sudah mengikat perjanjian dengan Panembahan Batu. Pangeran Amir tertangkap pada 14 Mei 1787, kemudian diasingkan ke Srilangka. Pangeran Amir merupakan kakek dari Pangeran Antasari (Pahlawan Nasional), kelak Pangeran Antasari menjadi Panembahan (Raja Banjar) pasca diasingkannya ke pulau Jawa tiga Pangeran penerus Dinasti Tamjidullah I, sehingga kepemimpinan kesultanan Banjar kembali ke tangan keturunan Sultan Kuning.

Dengan diusirnya Pangeran Amir maka pemerintahan kerajaan Kusan kemudian beralih kepada keturunan Panembahan Batu dari dinasti Tamjidullah I yaitu dilanjutkan oleh Pangeran Musa bin Sultan Sulaiman menjadi Raja Kusan II. Raja-raja Kusan merupakan trah Sultan Sulaiman dari Banjar. Ketika pemerintahan raja ke-4, Pangeran Jaya Sumitra, pusat kerajaan dipindahkan ke daerah Sigam, Pulau Laut. Pangeran Jaya Sumitra kemudian bergelar Raja Pulau Laut I dan Batu Licin II. Wilayah kerajaan Kusan yang ditinggalkan ini digabung ke dalam kerajaan Pagatan sehingga Raja Kusan selanjutnya dipegang oleh Raja Pagatan.
Pada tanggal 2 Agustus 1861, kerajaan Pagatan digabung dengan kerajaan Kusan. Federasi kedua negeri ini kemudian disebut kerajaan Pagatan-Kusan.


Sejarah penguasa kerajaan Kusan

* Raja Kusan I, 1785 – 1789
Di wilayah Kusan akhirnya Pangeran Amir menyusun kekuatan dengan mendirikan kerajaan Kusan tahun 1786, dan beliau sendiri dinobatkan sebagai raja Kusan dan bergelar Raja Kusan I.

Setelah merasa cukup mempunyai kekuatan serta dibantu dengan kekuatan kerajaan Pagatan yang berdekatan dengan wilayah kekuasaan kerajaan Kusan. Pada tahun 1787 Pangeran Amir salah seorang putera mahkota yang disingkirkan datang menyerang kerajaan Kayu Tangi dengan kekuatan 3000 laskar. Pangeran Nata Negara (Nata Mangkubumi), raja yang menduduki tahta kerajaan Banjar atau kesultanan Banjarmasin (Kayu Tangi) pada waktu itu, amat takut lalu meminta bantuan Kompeni, Residen Walbeck untuk mengirimkan bantuan balatentara dibawah pimpinan Kapten Christaffel Hofman.
Atas persekutuan kerajaan Banjar dan kompeni tersebut, baru dapat mematahkan perlawanan balas dendam Pangeran Amir. Kemudian, dengan kekalahan itu Pangeraman Amir ditawan selanjutnya dibuang di Ceylon (Srilangka) pada tahun 1789.

* Raja Kusan II, 1830 – 1840
Dengan kekalahan Pangeran Amir, maka kekuasaan pemerintahan kerajaan Kusan akhirnya diserahakan kepada Pangeran Musa adik Sultan Adam. Pangeran Musa menjadi Raja Kusan II, didampingi isterinya Ratu Salamah anak dari Sultan Sulaeman Raja Kayu Tangi II.

* Raja Kusan III, 1840 – 1845
Kemudian Raja Kusan II wafat digantikan oleh puteranya Pangeran Muhammad Nafis bergelar Raja Kusan III, Pengeran Muhammad Nafis merupakan salah satu Raja Kusan yang sangat kherismatik dan berpengaruh karena disamping sebagai raja biliau juga adalah seorang Ulama.

* Raja Kusan IV, 1850 – 1861
Pada tahun 1840 Raja Kusan III wafat maka yang mengantikan adalah adiknya Pangeran Jaya Sumitra sebagai Raja Kusan IV sementara untuk jabatan mangkubumi Raja Kusan IV mempercayakan kepada saudaranya Pangeran Abdul Kadir.

* Raja Kusan V, 1845 – 1861
Ketika Raja Kusan IV memindahkan pusat kerajaan ke Salino, Pulau Laut, maka Pangeran Jaya Sumitra menyerahkan kerajaan Kusan kepada Arung Abdul Karim sebagai raja Kusan V, sekaligus sebagai raja kesultanan Pagatan.

Kerajaan Pagatan bergabung dengan kerajaan Kusan tahun 1861, sehingga menjadi kerajaan Pagatan-Kusan.


Periode Integrasi kerajaan Pagatan-Kusan tahun 1861-1908

Pada periode ini, kerajaan Pagatan di perintah oleh Arung Pagatan ke-3, yakni Arung Abdul Karim Bin Abdul Rahim pada tahun 1855-1871. Arung Abdul Karim dinobatkan menjadi raja Pagatan ketiga pada tahun 1855 dengan gelar Arung La Mattunru. Menurut Nagtegaal, pada masa pemerintahannya terjadi perluasan wilayah kerajaan Pagatan dengan bergabung kerajaan Kusan tahun 1861, sehingga menjadi kerajaan Pagatan-Kusan.
Sewaktu Arung Abdul Karim memerintah, baginda dianugerahi sebuah bintang Ridderkruis vd Militaire Willemsorde 4e Klas dari pemerintah Belanda. Pada tanggal 2 Agustus 1861, kerajaan Pagatan digabung dengan kerajaan Kusan, yang selanjutnya pada tanggal 22 November 1861, Arung Abdul Karim menandatangani Politiek Contract dengan Pemerintah Hindia Belanda yang disahkan oleh Gouverneur Genera l GG pada tanggal 7 Agustus 1862.

Sejarah lengkap: Wiki

Makam Pangeran Jaya Sumitra; 4th raja of Kusan and 1th raja of Pulau Laut

————————

Makam Pangeran Jaya Sumitra; 4th raja of Kusan and 1th raja of Pulau Laut


Daftar raja kerajaan Kusan dan kerajaan Pagatan-Kusan

Kerajaan Kusan

* 1785 – 1789: Raja Kusan 1, Pangeran Amir bin Sultan Muhammadillah,
* 1830 – 1840: Raja Kusan 2, Raja Batulicin 2 dan Raja Bangkalaan 6, Pangeran Hadji Moesa bin Pangeran Muhammad,
* 1840 – 1845: Raja Kusan 3, Pangeran Muhammad Nafis bin Pangeran Aji Musa Raja Bangkalaan, mangkubumi Gusti Jamaluddin,
* 1850 – 1861: Raja Kusan 4 dan Raja Pulau Laut 1, Pangeran Jaya Sumitra bin Pangeran Aji Musa (sejak 1845), mangkubumi Pangeran Abdoel Kadir,
* 1845 – 1861: Raja Kusan 5, Raja Batulicin, dan Raja Pulau Laut 2, Pangeran Abdoel Kadir bin Pangeran Haji Musa.

Kerajaan Pagatan bergabung dengan kerajaan Kusan tahun 1861, sehingga menjadi kerajaan Pagatan-Kusan.

Kerajaan Pagatan – Kusan

* 1855 – 1871: Raja Arung Abd al-Karim, anak,
* 1871 – 1875: Raja Arung Abd al-Dżabbar; regent 1871-1875), saudara lelaki,
* 1875 – 1883: Ratu Arung Daeng Mengkau (Makau), saudara perempuan,
* 1883 – 1885: (regen) Sjarif Taha dengan Batulicin, menantu Abd a-Rahima II,
* 1885 – 1893: (regen) Pangeran Mangkoe Boemi Daëng Machmoed, anak Mengkau,
* 1893 – 1908: Raja Arung Abd al-Rahim II Andi Sallo, saudara lelaki,
* 1908 – 1912: Kerapatan (regent).

– Sumber / Source: Wiki

 —————————

Makam Pangeran Abdul Kadir; 5th king of Kusan and 2nd king of Pulau Laut. Ruled from before 10 april 1845 until died 1873. He deposed his older brother after a shirt rule in 1845 in both areas.


Kusan dan kerajaan-kerajaan lain yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar.

Dalam Kesultanan Bandarmasih sebenarnya juga terdapat kerajaan-kerajaan kecil yang tersebar diwilyahah kekusaan Kesultanan Bandar, seperti diwilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut. Namun kedudukan Kerajaan-kerjaan tersebut secara politik berdaulat dalam wilayah kekusaan Kesultanan Bandar. Hanya karena pelayan pemerintahan tidak terjangkau oleh pelayanan Kesultanan maka ada beberapa kerjaan-kerajaan kecil tersebut diberikan wewenang untuk mengatur pemerintahan sendiri dalam kelompok komunitasnya, kemudian juga ada yang dengan sengaja berdiri karena adanya latar belakang perebutan kekusaan dari Kesultanan Banjar sendiri.
Adapun kerajaan-kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Bandarmasih yang ada di Wilyah Tanah Bumbu dan Pulau Laut adalah:

1. Kerajaan Pagatan,
2. Kerajaan Kusan,
3. Kerajaan Cengal Manunggal dan Bangkalaan,
4. Kerajaan Cantung dan Sampanahan,
5. Kerajaan Sebamban,
6. Kerajaan Batulicin,
7. Kerajaan Pasir,
8. Kerajaan Kotabaru.
Adapun kerajaan-kerajan tersebut diatas yang pernah berdiri diwilayah Tanah Bumbu dan Pulau Laut mempunyai pertalian yang erat dalam menjalin hubungan. Dalam kesempatan ini yang dapat diuraikan hanya Kerajaan Pagatan, Kerajaan Kusan dan Pulau Laut karena mempunyai latar belakang dan saling keterkaitan dalam sejarahnya. Sementara yang lainnya belum dapat diuraikan dengan baik mengingat minimnya informasi dan data yang diperlukan dalam penulisan.


Peta Kalimantan (Borneo) kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


Sumber

– Sejarah kerajaan Kusan di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kusan
– Sejarah kerajaan Kusan: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-kusan.htm
Sejarah kerajaan Kusan: http://negaradahajaya.blogspot.co.id/2011/11/kerajaan-kusan.html
Sejarah kerajaan Kusan dan Pagatan: http://faisalbatennie.blogspot.co.id/2010/07/kerajaan-di-tanah-bumbu.html
Daftar raja Kusan: Wiki
Daftar Raja Kusan dan Pagatan: Wiki

– Kerajaan kecil yang dibawah kekuasaan Kesultanan Banjar: link

———————————

– Kerajaan Tanah Bumbu: link
Kerajaan Cantung: link
Kerajaan Pagatan: link
Kerajaan Bangkalaan: link
Kerajaan Sampanahan: link
– Kerajaan Sebamban: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: