Mataram, Kesultanan Islam / Jawa Tengah

Kesultanan Nagari Mataram,  1588 – 1681. Didirikan Pangeran Senopati.
Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa Majapahit.

The Sultanate of Mataram: 1588 – 1681. Founded by Pangeran Senopati.

Klik foto untuk besar !

Provinsi Jawa Tengah

Provinsi Jawa Tengah


* Foto Kesultanan / Sultanate Mataram: link
*
Foto pemakaman Pasarean di Kota Gede: link
*
Video Penemuan situs Keraton Mataram di desa Kedaton, Bantul, Jogjakarta: link

*
Foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Garis sejarah kerajaan2 di Jawa / Line of history of kingdoms on Jawa: link


I Garis sejarah / line of history kesultanan Mataram

1588-1680: Kesultanan Nagari Mataram
1680-1742: Kerajaan Kasunanan Kartasura
1755: Nagari Kasunanan Surakarta Hadiningrat (Kesultanan Surakarta) dibentuk 1755 (sampai sekarang)
1755: Nagari Kasultanan Ngayogyakarta (Kesultanan Yogyakarta) dibentuk 1755 (sampai sekarang)
1757: Kadipaten Mangkunegara dibentuk 1757 (sampai sekarang)
1813: Kadipaten Paku Alam berdiri sejak 1813 (sampai sekarang).

II Sejara / history Kesultanan Mataram

Kesultanan Mataram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang pernah berdiri pada abad ke-17. Kerajaan ini dipimpin suatu dinasti keturunan Ki Ageng Sela dan Ki Ageng Pemanahan, yang mengklaim sebagai suatu cabang ningrat keturunan penguasa kerajaan Majapahit. Asal-usulnya adalah suatu Kadipaten di bawah Kesultanan Pajang, berpusat di “Bumi Mentaok” yang diberikan kepada Ki Ageng Pemanahan sebagai hadiah atas jasanya. Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pemanahan.

Sutawijaya (Panembahan Senopati), 1587-1601. Dia naik tahta setelah ia merebut wilayah Pajang sepeninggal Hadiwijaya dengan gelar Panembahan Senopati. Pada saat itu wilayahnya hanya di sekitar Jawa Tengah saat ini, mewarisi wilayah Kerajaan Pajang. Pusat pemerintahan berada di Mentaok, wilayah yang terletak kira-kira di timur Kota Yogyakarta dan selatan Bandar Udara Adisucipto sekarang. Lokasi keraton (tempat kedudukan raja) pada masa awal terletak di Banguntapan, kemudian dipindah ke Kotagede.

Sultan Agung, 1613-1645. Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I).

Amangkurat I, 1646-1677. Dia memindahkan lokasi keraton ke Plered (1647), tidak jauh dari Karta. Selain itu, ia tidak lagi menggunakan gelar sultan, melainkan “sunan” (dari “Susuhunan” atau “Yang Dipertuan”). Pemerintahan Amangkurat I kurang stabil karena banyak ketidakpuasan dan pemberontakan.
Pada masanya, terjadi pemberontakan besar yang dipimpin oleh Trunajaya dan memaksa Amangkurat bersekutu dengan VOC. Ia wafat di Tegalarum (1677) ketika mengungsi sehingga dijuluki Sunan Tegalarum. Penggantinya, Amangkurat II (Amangkurat Amral), sangat patuh pada VOC sehingga kalangan istana banyak yang tidak puas dan pemberontakan terus terjadi. Pada masanya, kraton dipindahkan lagi ke Kartasura (1680), sekitar 5 km sebelah barat Pajang karena kraton yang lama dianggap telah tercemar.
Di Kartasura mulai Kasunanan Kartasura (1680-1745).
Sri Susuhunan Amangkurat II, 1677-1703 adalah pendiri sekaligus raja pertama Kasunanan Kartasura sebagai kelanjutan Kesultanan Mataram.

– Sumber dan sejarah lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Mataram#Terpecahnya_Mataram

Jawa, abad ke-17

Cakupan terluas Kesultanan Mataram dalam masa pemerintahan Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645).

klik foto untuk besar

Jawa 1700


Sultan Agung, masa kekuasaan: 1613-1645

Sesudah naik tahta Mas Rangsang bergelar Sultan Agung Prabu Hanyokrokusumo atau lebih dikenal dengan sebutan Sultan Agung. Pada masanya Mataram berekspansi untuk mencari pengaruh di Jawa. Wilayah Mataram mencakup Pulau Jawa dan Madura (kira-kira gabungan Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur sekarang). Ia memindahkan lokasi kraton ke Karta (Jw. “kertå”, maka muncul sebutan pula “Mataram Karta”). Akibat terjadi gesekan dalam penguasaan perdagangan antara Mataram dengan VOC yang berpusat di Batavia, Mataram lalu berkoalisi dengan Kesultanan Banten dan Kesultanan Cirebon dan terlibat dalam beberapa peperangan antara Mataram melawan VOC. Setelah wafat (dimakamkan di Imogiri), ia digantikan oleh putranya yang bergelar Amangkurat (Amangkurat I).


Daftar Raja Mataram

1587-1601: Sutawijaya (Panembahan Senopati)
1613-1645: Sultan Agung
1646-1677: Amangkurat I
.
– Sumber Wiki:
Wiki
– Sumber: http://www.kopi-ireng.com/2015/03/sejarah-kerajaan-kesultanan-mataram.html


Sejarah keraton kesultanan Mataram dan bekas kesultanan Mataram

* Kraton lama di Karta dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu.
Foto peninggalan keraton Karta: link
.
*
Kraton Plered adalah kraton yang dibangun raja Amangkurat I dari Mataram. Amangkurat pindah dari kraton lama di Karta, yang dibangun Sultan Agung (ayah dari Amangkurat I) antara tahun 1614 dan 1622 dan terbuat dari kayu. Plered dibangun dengan bata. Pekerjaan pembangunan di Plered dikatakan tidak berhenti sampai tahun 1666. Letaknya di Pleret, Bantul, di sebelah timur laut Karta.
Kraton Plered ditinggalkan tahun 1680 oleh putera Amangkurat I, Amangkurat II, yang pindah ke Kartasura.
Foto peninggalan keraton Plered: link

* Keraton Kartasura dibangun oleh Sunan Amangkurat II atau Sunan Amangkurat Amral (1677-1703) dengan suatu pertimbangan bahwa Keraton Mataram Pleret sudah pernah diduduki musuh (Trunajaya).
Foto peninggalan keraton Kartasura: link

Enam puluh enam tahun sebelum peristiwa perpindahan tersebut, Keraton Kartasura secara resmi pertama kali didiami oleh Sunan Amangkurat II (1677-1702), walau pembangunannya masih belum sempurna. Tepatnya pada tanggal 11 September 1680. Raja Mataram yang semula bernama Pangeran Adipati Anom itu merupakan raja pertama yang menempati Kartasura, keraton dan ibukota baru Kerajaan Mataram pengganti Keraton yang lama di Plered, Yogyakarta.

1745, Keraton Kartasura resmi berpindah ke Keraton Surakarta, sekitar 10 kilo meter arah timur dari keraton lama.

* Keraton Surakarta
Keraton ini didirikan oleh Susuhunan Pakubuwana II pada tahun 1744 sebagai pengganti Istana/Keraton Kartasura yang porak-poranda akibat Geger Pecinan tahun 1743.
Foto keraton Surakarta: link
.
* Perjanjian Giyanti, 1755: Perjanjian Giyanti. Wilayah Mataram dibagi dua: wilayah di sebelah timur Kali Opak dikuasai oleh pewaris tahta Mataram (yaitu Sunan Pakubuwana III) dan tetap berkedudukan di Surakarta, sementara wilayah di sebelah diserahkan kepada Pangeran Mangkubumi sekaligus ia diangkat menjadi Sultan Hamengkubuwana I yang berkedudukan di Yogyakarta.
.
* Keraton Yogyakarta. Keraton Yogyakarta mulai didirikan oleh Sultan Hamengku Buwono I beberapa bulan pasca Perjanjian Giyanti pada tahun 1755.
Foto keraton Yogyakarta: link


Daftar Raja Mataram

Majapahit - Mataram

Majapahit – Mataram. Klik untuk besarkan.


Pemakaman Pasarean Mayaram di Kota Gede

Di Kotagede terdapat makam raja-raja Mataram bernama komplek Pasarean Mataram dimana terdapat antara lain makam Panembahan Senopati. Namun kemudian komplek makam raja-raja Mataram selanjutnya dipindahkan ke daerah Imogiri oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo saat masa pemerintahannya.

Foto pemakaman Pasarean di Kota Gede: link


Peta-peta kuno Jawa

Untuk peta kuno Jawa (1598,  1612, 1614, 1650, 1660, 1800-an, abad ke-18, 1840) klik di sini

Jawa, tahun 1650


Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Mataram: https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Mataram
Sejarah kesultanan Mataram: http://www.sejarahnusantara.com/kerajaan-islam/sejarah-kejayaan-kesultanan-mataram-tahun-1588-1681-dan-pembentukan-kesultanan-ngayogyakarta-dan-kasunanan-surakarta-akibat-perjanjian-giyanti-13-februari-1755-10041.htm
Sejarah kesultanan Islam Mataram: http://www.kopi-ireng.com/2015/03/sejarah-kerajaan-kesultanan-mataram.html
Daftar Raja Mataram: Wiki
– 6 Raja kesultanan Mataram: http://www.satujam.com/kerajaan-mataram/

English

– History on Wiki: Wiki
History of Mataram: link


* Foto Kesultanan / Sultanate Mataram: link

Sri Susuhunan Amangkurat I

Sri Susuhunan Amangkurat I

Naskah Perjanjian Giyanti 1755

Naskah Perjanjian Giyanti 1755

Lokasi penandatanganan Perjanjian Giyanti, 1755


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: