Batu Bara, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Batu Bara

Kerajaan Batu Bara terletak di Prov. Sumatera Utara, kab. Batu Bara.

Lokasi kab. Batu Bara


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Tentang kerajaan Batu Bara

Kerajaan Batubara adalah pendahulu dari kedatuan-kedatuan yang lalu muncul di wilayah Batubara. Kerajaan Batubara berdiri sekitar tahun 1676-1680 setelah jaman Hindu-Buddha sudah berakhir dan pada masa Islam sudah menjadi agama utama di Sumatera.

Tidak ada info tambahan tentang kerajaan ini.


Sejarah wilayah Batu Bara

Wilayah Batu Bara telah dihuni oleh penduduk sejak tahun 1720 M, ketika itu di Batu Bara terdapat 5 (lima) suku penduduk yaitu “Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga”. Ke-5 suku tersebut dipimpin seorang datuk yang memiliki wilayah teritorial tertentu.
Batu Bara masih menjadi bagian dari kerajaan Siak dan Johor.

Setiap daerah yang berada di wilayah Batu Bara, dipimpin oleh seorang kepala kampung. Daerah-daerah yang terus berkembang, membentuk sebuah ikatan politik yang jauh lebih besar, seperti kerajaan-kerajaan kecil (kedatukan). Kesatuan politik ini hadir karena di beberapa wilayah, terdapat banyak saudagar kaya yang memiliki kekuatan finansial maupun pengaruh di masyarakat. Beberapa kedatukan yang ada di Batu Bara, antara lain:
– Kedatukan Tanah Datar (ibukotanya Padang Genting),
– Lima Puluh (ibukotanya Perupuk),
– Pangkalan Pesisir (ibukotanya Muara Pesisir, di Selatan Selat Malaka),
– Lima Laras (ibukotanya Kampung Bagak),
– Pagurawan (ibukotanya Kuala Pagurawan), dan
– Limau Purut (ibukotanya Kampung Limau).

Dalam tahun 1885, Pemerintah Hindia Belanda membayar ganti rugi kepafa Pemerintah Kerajaan Siak sehingga kerajaan-kerajaan di Sumatera Timur Lepas dari kerajaan Siak dan berhubungan langsung dengan Pemerintah Hindia Belanda yang diikat dengan perjanjian Politik Contract (27 pasal). Perjanjian Politik Contract tersebut meliputi beberapa kerajaan seperti Langkat, Serdang, Deli, Asahan, Siak, Pelalawan (Riau), termasuk juga kerajaan-kerajaan kecil seperti Tanah Karo, Simalungun, Indragiri dan Batu Bara serta Labuhan Batu.


Sumber

– Sejarah Batu Bara: https://www.facebook.com/161523137349695/posts/sejarah-kabupaten-batubarawilayah-batu-bara-telah-dihuni-oleh-penduduk-sejak-tah/166178660217476/
– Sejarah kerajaan Batu Bara: http://deleigeven.blogspot.com/2017/05/legenda-kerajaan-batubara.html
– Sejarah Kabupaten Batu Bara: http://fauzi2000.blogspot.com/2010/03/sejarah-kabupaten-batu-bara.html
– Datuk Belambangan, raja pertama Batu Bara: http://deleigeven.blogspot.com/2017/06/datuk-belambangan-raja-pertama-batubara.html


 

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: