Seran, kedatuan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Seran, abad ke-13 – abad ke-16.
Terletak di pulau Sumbawa, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Prov. Nusa Tenggara Barat.

The kingdom of Seran, 13th – 16th century.
Located on the island of pulau Sumbawa, Kecamatan Seteluk, Kabupaten Sumbawa Barat, Prov. Nusa Tenggara Barat.

For english, click here

Lokasi pulau Sumbawa

————————-

Lokasi Kecamatan Seteluk di P. Sumbawa


Foto kerajaan-kerajaan di P. Sumbawa

* Foto raja-raja dulu di P. Sumbawa: link
* Foto raja-raja yang masih ada di P. Sumbawa: link
* Foto istana di P. Sumbawa: link

* Foto situs kuno di P. Sumbawa: link


– Video sejarah Sumbawa dan NTB, 40.000 SM – sekarang: link


– Garis kerajaan-kerajaan di Sumbawa: link


Sejarah kerajaan Seran, abad ke-13 – abad ke-16

Kedatuan Seran atau kerajaan Seran adalah sebuah kerajaan yang pernah berdiri di pulau Sumbawa, lokasi tepatnya di kecamatan Seteluk, kabupaten Sumbawa Barat. Kerajaan Seran dipimpin oleh Datu Seran. Kerajaan Seran, kerajaan Taliwang, dan kerajaan Jereweh masing-masing merupakan kerajaan vasal dari kesultanan Sumbawa. Ketiga kerajaan taklukan ini masing-masing memiliki kedudukan yang sederajat yang disebut Kemutar Telu

Abad ke-13: Sudah ada kerajaan Seran di Seteluk.

Abad ke-14 dan ke-15: di Sumbawa terdapat sekitar 8 buah kerajaan besar dengan masing-masing memiliki kerajaan satelit, antara lain kerajaan Seran.

Diperkirakan agama Hindu-Budha telah berkembang pesat di kerajaan-kerajaan kecil di Pulau Sumbawa sekitar 200 tahun sebelum invasi kerajaan Majapahit (abad ke-14) ke wilayah ini. Beberapa kerajaan itu antara lain kerajaan Dewa Mas Kuning di Selesek (Ropang), kerajaan Airenung (Moyo Hulu), kerajaan Awan Kuning di Sampar Semulan (Moyo Hulu), kerajaan Gunung Setia (Sumbawa), kerajaan Dewa Maja Paruwa (Utan), kerajaan Seran (Seteluk), kerajaan Taliwang, dan kerajaan Jereweh.

Kerajaan Seran lebih dahulu berdiri dibandingkan dengan kerajaan Taliwang, meskipun kedua kerajaan ini sama-sama ditaklukkan oleh Majapahit tahun 1357. Berdirinya kerajaan Seran terlebih dahulu, tidak dapat dilepaskan dari keberadaan nekara yang ditemukan di kaki bukit Seran. Kerajaan Seran memiliki hubungan emosional yang lebih tinggi dengan kerajaan-kerajaan di bagian timur Sumbawa, yang kemudian mempengaruhi bahasa yang berkembang di wilayah ini, sedangkan kerajaan Taliwang memiliki hubungan yang erat dengan kerajaan Selaparang di bagian timur Pulau Lombok.
Seran adalah kerajaan yang sangat diperhitungkan oleh nusantara ketika itu. Diceritakan, dalam kitab Negara Kertagama karangan Empu Prapanca, kerajaan Seran disebut-sebut setidaknya dua kali. Bahkan, untuk menyebut nama pulau Sumbawa, kerajaan Majapahit ketika itu menyebut pulau ini sebagai pulau Seran (lihat Negara Kertagama).

Prajurit-prajurit kerajaan Seran juga  terkenal piawai dalam berperang. Ketika Gajah Mada melakukan ekspansi kerajaan Majapahit ke bagian timur nusantara, Gajah Mada dibuat kualahan oleh prajurit-prajurit Seran. Seorang wakil patih kerajaan Majapahit terbunuh dalam pertempuran itu. Jazadnya kemudian dimakamkan di sebuah makam yang kini dinamakan makam Seran (Muslimin Yasin, Bima en Sumbawa).


Kemutar Telu

Kemutar Telu (de drie vazalstaten), yaitu kerajaan Seran, kerajaan Taliwang dan kerajaan Jereweh sebagai tanda bernaung di bawah kekuasaan kerajaan Sumbawa mempunyai delapan macam kewajiban, menurut istilah adatnya “Sonap lawang blau balu” (melalui pintu delapan) yaitu:

* Pertama: Nguri, persembahan berupa uang dalam bilangan tertentu menurut kedudukan sesuaru pejabat kepada raja, bila Raja ditimpa duka / suka.
* Kedua: Turut membuat kuta (benteng) negeri Sumbawa, membuat tembok “Dalam” dan mengumpulkan kayu sepang.
* Ketiga: Mengumpulkan kain dan orang, serta ikut mengiringi Raja bila berkunjung ke Makassar.
* Keempat: Membawa hantaran (istilah adatnya: perisi atau tekan tonang) dan menghadiri upacara kematian.
* Kelima: Sama dengan empat pada upacara perkawinan, khitan dan sebagainya.
* Keenam: Membuat / mengerjakan bendungan dan selokan bersama rakyat dari Mata hingga Sekongkang
* Ketujuh: Memberi bantuan jika terjadi peperangan
* Kedelapan: Membayar uang peti.

– Sumber: http://wahyufirmansyah.blogspot.co.id/2011/04/datu-seran-kedinginan.html

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa


Makam Datu Seran

Makam Datu Seran secara geografis berada di ujung Desa Seran Kecamatan Seteluk, Kab. Sumbawa Barat. Makam yang Nisannya terbuat dari ukiran batu dari Zaman Belanda ini telah berumur ribuan tahun. Lokasi Makam ini memiliki luas keseluruhan ± 60 M2. Kompleks pemakaman ini  sudah banyak yang tertimbun tanah akibat tergerus air. Makam Utamanya yaitu Makam Raja Seran (Datu Seran) berada pada sebuah rumah  kecil  yang  telah direnovasi oleh Pemerintah Daerah sebagai lokasi pemakaman bersejarah.

Sumber: http://disparekraf.sumbawabaratkab.go.id/makam-datu-seran.html

Makam Datu Seran. Sumber: http://komedik-ksb.blogspot.co.id/2010/03/makam-kerajaan-datu-seran.html


Sejarah singkat kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa

Abad ke-13: kerajaan2 kecil yang merupakan permulaan sejarah Samawa (Sumbawa), kerajaan2 kecil tersebut sudah ada sekitar abad ke-13 masehi oleh kerajaan2 hindu pengaruh dari majapahit. Kerajaan2 kecil di Tana Samawa adalah:

Kerajaan Gunung Setia di Sumbawa
Kerajaan Ai Renung di Batu Tering, Moyo Hulu
Kerajaan Dewa Mas Kuning di selesek, Ropang
– Kerajaan Dewa Awan Kuning di Sampar Semulan
Kerajaan Perumpak dekat pernek
Kerajaan Gunung Galesa di Moyo Hilir
Kerajaan Tangko di Empang
– Kerajaan Kolong di Plampang
– Kerajaan Alas di Alas
Kerajaan Seran di Seteluk
Kerajaan Taliwang di Taliwang
Kerajaan Jereweh di Jereweh

Kerajaan2 kecil di Tana Samawa di persatukan menjadi satu kerajaan pada tahun 1623, pada masa pemerintahan Raja Goa I Mangarangi Daeng Manrabia, Sultan Alauddin TU Menanga RI Gaukanna.

Abad ke 14 dan 15: di Sumbawa terdapat sekitar 8 buah kerajaan besar dengan masing-masing memiliki kerajaan satelit, yaitu:

1) Kerajaan Utan Kadali di Utan,
2) Kerajaan Seran di Seteluk, KSB,
3) Kerajaan Taliwang, di KSB,
4) Kerajaan Jereweh di KSB,
5) Kerajaan Ngali, di Lape,
6) Kerajaan Sampar Samulan di Moyo Hulu.
7) Kerajaan Gunung Galesa, di Olat Po Moyo Hilir,
8) Kerajaan Gunung Setia di Sumbawa.

Dari kedelapan kerajaan yang disebut di atas, 5 (lima) diantaranya merupakan kerajaan tertua, yaitu:
Kerajaan Ngali,
Kerajaan Utan Kadali,
Kerajaan Sampar Samulan,
Kerajaan Seran, dan
Kerajaan Taliwang.
Kerajaan Ngali diperkirakan berdiri pada abad ke-5 M. Kerajaan ini merupakan kerajaan paling tua dan terbesar di Sumbawa pada saat itu dengan wilayah kekuasaan mencakup wilayah Sumbawa Timur dan sebagian Sumbawa Selatan.

Nagarakretagama abad ke-14 menyebutkan beberapa kerajaan yang berada di Sumbawa: Dompu, Bima, Sape dan Sang Hyang Api. Empat kerajaan kecil di Sumbawa barat merupakan ketergantungan kekaisaran Majapahit di Jawa Timur. Karena sumber daya alam, Sumbawa sering diserang oleh kekuatan luar – dari Jawa, Bali, Makassar, Belanda dan Jepang.

Kelahiran Dompu sebagai cikal bakal kerajaan telah dimulai sejak abad ke-7 yaitu pada zaman Sriwijaya. Menjadi kesultanan tahun 1545.
Kerajaan Bima abad ke14 – ke15 adalah salah satu wilayah di bawah kekuasaan Majapahit. Kesultanan Bima didirikan tahun 1640.
Kerajaan Sumbawa sudah ada abad ke-14. Kerajaan ini menjadi kesultanan tahun ca 1650.

Belanda pertama kali tiba di Sumbawa pada tahun 1605, namun tidak secara efektif memerintah Sumbawa sampai awal abad ke-20.

Kerajaan Gelgel  di Bali memerintah Sumbawa barat untuk waktu yang singkat juga. Bagian timur pulau itu juga merupakan rumah bagi kesultanan Bima, sebuah pemerintahan Islam yang memiliki hubungan dengan orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, serta kepolisian Melayu-Islam lainnya di nusantara.

Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di pulau Sumbawa dikenal di Hindia Belanda karena madu, kuda, kayu sappan mereka untuk memproduksi pewarna merah, dan kayu cendana digunakan untuk dupa dan obat-obatan. Kawasan itu dianggap sangat produktif secara pertanian.
Pada abad ke-18, Belanda mengenalkan perkebunan kopi di lereng barat Gunung Tambora, sebuah gunung berapi di sisi utara Sumbawa, sehingga menciptakan varian kopi Tambora.
Letusan kolosal Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu yang paling kuat sepanjang masa, mendepak 150 kilometer kubik  abu dan puing ke atmosfer. Letusan tersebut menewaskan hingga 71.000 orang dan memicu periode pendinginan global yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” pada tahun 1816. Ini juga tampaknya menghancurkan budaya kecil afinitas Asia Tenggara, yang dikenal oleh para arkeolog sebagai “budaya Tambora”. Akibat letusan Gunung Tambora 3 kerjaan di Sumbawa dihancur: kerajaan Sanggar, kerajaan Tambora dan kerajaan Pekat.


Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


Sumber Seran

Tentang kerajaan Seran: http://komedik-ksb.blogspot.co.id/2010/03/makam-kerajaan-datu-seran.html
Tentang kerajaan Seran: http://disparekraf.sumbawabaratkab.go.id/makam-datu-seran.html
Tentang kerajaan Seran: https://kombotaliwang.wordpress.com/sejarah/
– Tentang makam Datu Seran: http://disparekraf.sumbawabaratkab.go.id/makam-datu-seran.html

Sumber sejarah pulau Sumbawa

– Sejarah pulau Sumbawa: https://ihinsolihin.wordpress.com/artikel/sejarah-raja-pemerintahan-di-sumbawa/
– Sejarah pulau Sumbawa: http://sejarahini.blogspot.co.id/2013/06/sejarah-singkat-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://www.galeribudaya.com/2017/10/sejarah-pulau-sumbawa.html
– Sejarah pulau Sumbawa: http://lsotour.blogspot.co.id/2012/01/sejarah-singkat-sumbawa.html


Makam Datu Seran. Sumber: http://komedik-ksb.blogspot.co.id/2010/03/makam-kerajaan-datu-seran.html

—————————–
Makam Datu Seran. Sumber: http://komedik-ksb.blogspot.co.id/2010/03/makam-kerajaan-datu-seran.html

Seran, Sumbawa - Kerajaan Seran,..

—————————-
Makam Datu Seran. Sumber: http://komedik-ksb.blogspot.co.id/2010/03/makam-kerajaan-datu-seran.html

——————————–
Gbr.juru kunci makam di dalam makam Seran. Sumber: http://wahyufirmansyah.blogspot.co.id/2011/04/datu-seran-kedinginan.html

Gbr.juru kunci makam di dalam makam Seran. Sumber: http://wahyufirmansyah.blogspot.co.id/2011/04/datu-seran-kedinginan.html


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: