Siang, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Pangkajane dan Kepulauan

Kerajaan Siang terletak di Sulawesi. Bekas pusat wilayahnya berada di Sengkae’, kelurahan Samalewa, kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, prov. Sulawesi Selatan.
Kerajaan ini berdiri pada abad ke-16.

The kingdom of Siang was located on Sulawesi, District of Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, prov. Sulawesi Selatan. This kingdom existed at first in the 16th century.
For english, click here

Lokasi Kab. Pangkajene dan Kepulauan


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN SIANG

Tentang raja sekarang (2019)

Tidak ada info tentang raja sekarang atau keturunan.


Sejarah kerajaan Siang

Selama masa pengaruh Luwu di semenanjung timur Sulawesi Selatan, kemungkinan dari abad ke-10 hingga abad ke-16, terdapat kerajaan besar lain di semenanjung barat, dikenal dengan nama Siang, yang pertama kali muncul pada sumber Erofah dalam peta Portugis bertarikh 1540. Menurut catatan Portugis dari abad ke-16, Tallo atau kerajaan Tallo pernah ditaklukkan oleh kerajaan Gowa dan Gowa sendiri mengakui kerajaan Siang sebagai kerajaan yang “lebih besar” dan lebih kuat dari mereka. (Andaya, 2004).

Sumber Portugis menyebutkan Siang pernah diperintah seorang raja bernama Raja Kodingareng (Gadinaro, menurut dialek Portugis), sezaman dengan Don Alfonso, Raja Portugal I dan Paus Pascal II.

Pada tahun 1540 atau jauh sebelumnya, pelabuhan Siang sudah banyak dikunjungi pedagang dari berbagai penjuru kepulauan Nusantara, bahkan dari Eropa. Pengamat Portugis, Manuel Pinto, memperkirakan pada tahun 1545 Siang berpenduduk sekitar 40.000 jiwa. Penguasanya sangat yakin terhadap sumber – sumber daya dan kekayaan alam yang dimiliki oleh negaranya sehingga menawarkan untuk menyuplai seluruh kebutuhan pangan Kerajaan Malaka (Pelras 1973: 53).

Menurut catatan Portugis dari abad ke-16, Gowa dan Tallo pernah jadi vasal Siang. Tradisi lisan setempat mempertahankan pandangan ini. Penemuan Arkeologi berharga di bekas wilayah Siang kelihatannya lebih memperkuat asumsi bahwa kerajaan ini adalah bisa jadi adalah kerajaan besar di pantai barat Sulawesi Selatan sebelum bangkitnya Gowa dan Tallo.

Pada 1542, Antonio de Paiva, menyinggahi pusat wilayah kerajaan Siang dan tinggal di Siang untuk beberapa waktu, sebelum melanjutkan perjalanan ke arah utara menuju Sulawesi Tengah untuk mencari Kayu Cendana (sandal wood).
Ketika kembali tahun 1544, de Paiva singgah di tiga tempat, yaitu: Suppa, Siang dan Gowa. Catatan de Paiva menyebutkan bahwa Gowa adalah sebuah kota yang besar “yang dulunya merupakan kerajaan bawahan Siang, namun tidak lagi begitu”. Laporan de Paiva ini menunjukkan kemungkinan Siang berada pada puncak kejayaan dan kemasyhuran sekitar abad 14 – akhir abad 16.

Dari penelitian awalnya terhadap sumber dari Eropa dan sumber lokal, menyatakan Siang, sebagai pusat perdagangan penting dan mungkin juga secara politik antara abad ke-14 – ke-16. Pengaruhnya menyebar hingga seluruh pantai barat dan daerah yang dulunya dikenal kerajaan Limae Ajattapareng hingga ke selatan perbatasan kerajaan Makassar, yakni Gowa-Tallo. Pada pertengahan abad ke-16, kerajaan Siang menurun pengaruhnya oleh naiknya kekuatan politik baru di pantai barat dengan pelabuhannya yang lebih strategis, Pelabuhan SombaOpu. Kerajaan itu tak lain Kerajaan Gowa, yang mulai gencar melancarkan ekspansi pada masa pemerintahan Raja Gowa IX, Karaeng Tumapakrisika Kallonna. Persekutuan kerajaan Gowa dan Tallo akhirnya membawa petaka bagi Siang, sampai akhirnya mati dan terlupakan, di penghujung abad ke-16.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Siang

Simbol Kerajaan Siang.


Silsilah raja – raja Siang setelah tampuk pemerintahan Siang dipegang Karaengta Allu adalah sebagai berikut:

1) Karaeng Allu
2) Johor atau Johoro’ (Mappasoro) Matinroe’ ri Ponrok, yang bersama Arung Palakka ke Pariaman pada abad ke-17
3) Patolla Dg Malliongi
4) Pasempa Dg Paraga
5) Mangaweang Dg Sisurung
6) Pacandak Dg Sirua (Karaeng Bonto – Bonto)
7) Palambe Dg Pabali (Karaeng Tallanga) , sezaman dengan datangnya Belanda di Pangkajene
8) Karaeng Kaluarrang dari Labakkang
9) Ince Wangkang dari Malaka
10) Sollerang Dg Malleja
11) Andi Pappe Dg Massikki, berasal dari Soppeng
12) Andi Papa Dg Masalle
13) Andi Jayalangkara Dg Sitaba
14) Andi Mauraga Dg Malliungang
15) Andi Burhanuddin
16) Andi Muri Dg Lulu.

– Sumber / Source:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Siang#Silsilah_Keturunan_Raja_Siang


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Siang di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Siang
Sejarah kerajaan Siang:  http://rezqiamaliah.blogspot.co.id/2012/03/kerajaan-siang.html
Sejarah kerajaan Siang:  http://radinalaidin.blogspot.co.id/2012/04/kerajaan-siang-sebagai-sejarah.html
– Sejarah kerajaan Siang: https://www.facebook.com/notes/la-ulla-husain-mappangewa/kerajaan-siang-yang-terlupakan/10151454475084632/
– Kerajaan besar Sulawesi Selatan (Siang) sebelum Gowa-Tallo: http://www.kabarkami.com/2404.html
– Daftar raja Siang:
  https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Siang#Silsilah_Keturunan_Raja_Siang


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: