Malinggaheng, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara

Kerajaan Malinggaheng, terletak di P. Sangihe, berpusat di Makiwulaeng (Kendahe/Talawide), Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

The kingdom of Malinggaheng was located on the island of Sangihe, centered in Makiwulaeng (Kendahe/Talawide), Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.
For english, click here

Pulau Sangihe

 

 Lokasi Sangihe

Lokasi Sangihe

 

 

 

 

 

 

 


* Foto foto kerajaan-kerajaan Sangihe: link


Sejarah kerajaan Malinggaheng

Kerajaan Malinggaheng berdiri merupakan pemekaran dari kerajaan Tapung Lawo. Raja Malinggaheng pertama bernama Balanaung (anak Raja Mindanauw) dengan permaisuri (Boki Siti Bai) cucu raja Gumansalangi. Wilayah kerajaan Kendahe, P. Lipang, P. Kawaluso, P. Kawio, P. Komboleng, P. Sulu, P. Kaluwulang, P. Saranggani, P. Matutuang (Balut). Kemudian kerajaan ini berubah menjadi kerajaan Kendahe (Candahar).

Dahulu ketika kerajaan Malinggaheng, berpusat di Makiwulaeng (Kendahe/Talawide) kerajaan ini di perintah oleh raja Samensi Arang, menikah dengan putrinya bernama Bulaeng Tanding alhasil kerajaan ini sebagian daratan pulau Sangir tenggelam oleh Dimpuluse (yaitu awan hitam tebal berkumpul jadi satu, lalu jatuh dalam bentuk air yang berat) sehingga daratan menjadi laut, termasuk pulau Kaluwulang diperkirakan tahun 1654 Masehi tenggelam. Sisa-sisa peninggalan kerajaan ini adalah Tajung Maselihe dimana terdapat kursi emas dan makota raja yang terkubur di dasar laut, konon dijaga oleh ikan hiu (Tanggihiang).

– Sumber: http://malinggaheng.blogspot.co.id/2010/12/samensi-arang-dan-bulaeng-tanding.html


Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejak abad 15 di P. Sangihe muncul pemerintahan lokal/tradisional. Pertama kali, dibuktikan lewat catatan jurutulis Magellan tahun 1421, Antonio Pigaffeta. Di Sangihe, Pigafetta mencatat ada empat raja. Dua di Siau dan satu di Tagulandang. Tapi sumber sejarah tiga abad sesudahnya, hasil tulisan F. Valentijn yang datang ke Sangihe awal abad ke-18, menyebut awalnya hanya dua saja kerajaan di Sangihe, yaitu Tabukan dan Kalongan. Menurutnya, nanti kira-kira tahun 1670 muncul sembilan kerajaan di Sangihe, yaitu:
* Kerajaan Kendahe,
* Kerajaan Taruna,
* Kerajaan Kolongan,
* Kerajaan Manganitu (Kauhis),
* Kerajaan Limau,
* Kerajaan Tabukan,
* Kerajaan Sawang (Saban) dan
* Kerajaan Tamako.

Namun, kemudian kerajaan yang terakhir (Tamako) menjadi bagian Siau. Sementara, Raja Limau ditumpas pasukan kiriman Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Dan, Sawang bergabung dengan Kerajaan Taruna dan Kerajaan Kolongan. Sedangkan Kauhis bergabung dengan Manganitu.

Pada tahun 1898 Kerajaan Kendahe dan Kerajaan Taruna digabung menjadi satu. Di dua wilayah inilah tahun 1919 Raja Soleman Ponto memerintah dengan pusatnya di Kota Tahuna kini. Artinya, pada tahun 1900-an tersisa empat kerajaan saja: Tabukan, Manganitu, Siau dan Kendahe-Taruna.
– Sumber: http://thekawanua.blogspot.co.id/2010/02/kerajaan-kendahe-dan-sekitarnya.html


Sumber Malinggaheng

Sejarah kerajaan Malinggaheng: http://tadohe.blogspot.co.id/2010_12_01_archive.html
Sejarah kerajaan Malinggaheng:  http://malinggaheng.blogspot.co.id/
– Kerajaan Kendahe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan/

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah kerajaan di Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.co.id/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://sangihekab.go.id/home/index.php?document_srl=855&mid=Sejarah
Sejarah kerajaan di Sangihe: http://manado.tribunnews.com/2013/06/25/asal-usul-manado-siau-dan-sangihe-talaud
– Raja raja Sangihe Talaud: http://raja-rajasangihetalaud.blogspot.co.id/2016/08/800×600-normal-0-false-false-false-en.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi Utara: https://arkeologiriset.wordpress.com/2017/11/01/sejarah-sangihe-pilipina/


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.