Malinggaheng, kerajaan / P. Sangihe – Prov. Sulawesi Utara, kab. Kep. Sangihe

Kerajaan Malinggaheng, terletak di P. Sangihe, berpusat di Makiwulaeng (Kendahe/Talawide), Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.

The kingdom of Malinggaheng was located on the island of Sangihe, centered in Makiwulaeng (Kendahe/Talawide), Kab. Kepulauan Sangihe, provinsi Sulawesi Utara.
For english, click here

Lokasi kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara

Pulau Sangihe


Foto kerajaan2 di pulau Sangihe dulu: link


Video sejarah kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro, 1295-2018: link


KERAJAAN MALINGGAHENG

Sejarah kerajaan Malinggaheng

– Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: klik di sini

Kerajaan Malinggaheng berdiri merupakan pemekaran dari kerajaan Tapung Lawo. Raja Malinggaheng pertama bernama Balanaung (anak Raja Mindanauw) dengan permaisuri (Boki Siti Bai) cucu raja Gumansalangi. Wilayah kerajaan Kendahe, P. Lipang, P. Kawaluso, P. Kawio, P. Komboleng, P. Sulu, P. Kaluwulang, P. Saranggani, P. Matutuang (Balut). Kemudian kerajaan ini berubah menjadi kerajaan Kendahe (Candahar), akhir abad ke-16 (?).

Dahulu ketika kerajaan Malinggaheng, berpusat di Makiwulaeng (Kendahe/Talawide) kerajaan ini di perintah oleh raja Samensi Arang, menikah dengan putrinya bernama Bulaeng Tanding alhasil kerajaan ini sebagian daratan pulau Sangir tenggelam oleh Dimpuluse (yaitu awan hitam tebal berkumpul jadi satu, lalu jatuh dalam bentuk air yang berat) sehingga daratan menjadi laut, termasuk pulau Kaluwulang diperkirakan tahun 1654 Masehi tenggelam. Sisa-sisa peninggalan kerajaan ini adalah Tajung Maselihe dimana terdapat kursi emas dan makota raja yang terkubur di dasar laut, konon dijaga oleh ikan hiu (Tanggihiang).

– Sumber: http://malinggaheng.blogspot.co.id/2010/12/samensi-arang-dan-bulaeng-tanding.html

Kerajaan2 di P. Sangihe


Sejarah singkat kerajaan2 di kepulauan Sangihe

Abad ke-13: Kerajaan Tampunganglawo.

Sesudah 1400 kerajaan Tampunganglawo terbagi menjadi 2 bagian yaitu bagian Utara bernama Sahabe (Lumango) dan bagian Selatan bernama Manuwo (Salurang).
Setelah tahun 1530 kedua kerajaan ini kembali dapat dipersatukan lagi oleh Raja Makaampo (Makaampo Wawengehe) dengan wilayahnya mulai Sahabe, Kuma, Kuluhe, Manalu, Salurang sampai ke Lapango, dan kerajaan ini disebut Rimpulaeng dengan pusat pemerintahannya di Salurang (Moade) dan berakhir sampai tahun 1575.

Kemudian di Tampunganglawo timbul lagi 3 buah kerajaan seperti:
* Kerajaan Tahuna (Malahasa) berpusat di Tahuna (Bukide), dengan Rajanya Ansaawuwo yang disebut juga Tatehe atau Tatehewoba (1580-1625).
* Kerajaan Manganitu berpusat di Kauhis, dengan Rajanya Boo atau disebut juga Liung Tolosang (1600-1630).
* Kerajaan Kendahe berpusat di Makiwulaeng, dengan Rajanya Egaliwutang (1600-1640).

1670: Kira-kira tahun 1670-an, selain kerajaan Tagulandang dan kerajaan Siau yang sudah ada sebelumnya di batas selatan (Kepulauan Siau Tagulandang Biaro), di Sangihe muncul sembilan kerajaan, yaitu:
Kerajaan Kendahe,
Kerajaan Taruna,
Kerajaan Kolongan,
Kerajaan Manganitu,
– Kerajaan Kauhis,
Kerajaan Limau,
Kerajaan Tabukan,
– Kerajaan Sawang (Saban) dan
– Kerajaan Tamako.

1900: Namun pada tahun 1900-an tersisa tiga kerajaan saja di Sangihe yaitu :
Kerajaan Tabukan,
Kerajaan Manganitu,
Kerajaan Kendahe-Taruna.
Kerajaan-kerajaan sebelumnya mengempis catat sejumlah sumber. Kerajaan Tamako menjadi bagian kerajaan Siau di Kepulauan Siau. Sementara, Raja kerajaan Limau ditumpas pasukan kiriman Gubernur Belanda di Maluku, Padtbrugge. Kerajaan ini hancur lebur. Kerajaan Sawang bergabung dengan kerajaan Tahuna. Kerajaan Kauhis bergabung dengan kerajaan Manganitu. Pada tahun 1898 kerajaan Kendahe dan kerajaan Taruna digabung menjadi satu.


Sumber Malinggaheng

Sejarah kerajaan Malinggaheng: http://tadohe.blogspot.co.id/2010_12_01_archive.html
Sejarah kerajaan Malinggaheng:  http://malinggaheng.blogspot.co.id/
– Kerajaan Kendahe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan/

Sumber kerajaan-kerajaan di P. Sangihe

Sejarah lengkap kerajaan2 dan sistem pemerintahan di Kep. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kendahe-kerajaan-p-sangihe-prov-sulawesi-utara/sejarah-lengkap-kerajaan2-di-kep-sangihe/

– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://9soputan9.blogspot.co.id/2013/11/kerajaan-sangihe-talaud.html
–Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://wisatasangihe.blogspot.com/2018/10/sejarah-perkembangan-kerajaan-sangihe.html
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-1/
– Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sangihe-pulau/kandhar-taruna-kerajaan/sejarah-lengkap-kerajaan2-kepulauan-sangihe-2/
Sejarah kerajaan-kerajaan di P. Sangihe: http://dhevinadalinda.blogspot.com/2014/10/cerita-sejarah-raja-gumansalangi-raja.html


Peta kuno Sangihe, Talaud dan Tagulandang

Kepulauan Sangihe, Talaud dan Tagulandang di Sulawesi Utara, tahun 1700.

——————————-

Peta Sangir dan Talaud, tahun 1724

————————————-

Peta Sangihe, Talaud dan Tagulandang tahun 1894


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: