Luhak Lima Puluh Kota, kawasan Alam Minangkabau / Prov. Sumatera Barat – kab. Lima Puluh Kota

Luhak Lima Puluh Kota, adalah daerah kabupaten Lima Puluh Kota sekarang.

Lokasi kabupaten Lima Puluh Kota


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


LUHAK  LIMA  PULUH  KOTA

Sejarah Luhak Lima Puluh Kota

Umum

Dalam garis besarnya, Alam Minangkabau terdiri atas dua kawasan, Darek dan Rantau.
Kawasan inti, Darek, yang diyakini sebagai daerah asal Suku Minang terdiri dari tiga Luhak:
– Luhak Tanah Datar, adalah daerah kabupaten Tanah Datar sekarang, sebagian Sawahlunto, Sijunjuang, dan Solok, berpusat di Batusangkar,
– Luhak Agam, terdiri atas Ampek Angkek, Lawang Nan Tigo Balai, dan nagari Sakaliliang Danau Maninjau, berpusat di Bukitinggi,
Luhak Lima Puluh Kota, berpusat di Payakumbuh; adalah daerah yang terletak di sepanjang batang Sinamar, daerah sekitar gunung Sago bagian utara dan barat, seiliran batang Lampasi dan Batang Agam, bahkan sampai ke Sipisau pisau Hanyuik (Pekanbaru sekarang).

Sejarah Luhak Tanah Datar

Sumur yang ketiga di puncak gunung Merapi menjadi tempat minum 50 keluarga. Kemudian mereka pindah ke sebelah timur gunung Merapi dan memberi nama tempat baru itu dengan Luhak Limo Puluah, kemudian ditambah dengan kata “koto” di belakangnya.

Berangkat sebanyak 50 orang dari Pariangan. Sampai di suatu tempat mereka bermalam. Pagi-pagi ternyata anggota rombongan kurang lima orang, entah ke mana. Jadi anggota rombongan telah berkurang (luhak). Lalu anggota rombongan yang tinggal membuat daerah baru yang diberi nama Luhak Limo Puluah Koto.

Menurut tambo, Luhak Limo Puluah Koto terdiri dari lima bagian:

1) Sandi: Koto Nan Gadang, Koto Nan Ampek.
2) Luhak: Mungo, Koto Kaciak, Andaleh, Tanjuang Kubu, Banda Tunggang, Sungai Kumuyang, Aua Kuniang, Tanjuang pati, Gadih Angik, Limbukan, Padang Karambia, Limau Kapeh, Aia Tabik Limo.
3) Lareh: Sitanang Muaro Lakin, Ampalu, Halaban, Labuah Gunuang, Tanjuang Gadang, Unggan, Gunuang Sahilan.
4) Ranah: Gantiang, Koto Laweh, Suliki, Sungai Rimbang, Tiakar, Balai Mansiro, Balai Talang, Balai Kubang, Taeh, Simalanggang, Piobang, Sungai Baringin, Gurun, Lubuak Batingkok, Tarantang, Sari Lamak, Solok, Padang Laweh.
5) Hulu: Padang Laweh, Sungai Patai, Suliki, Gunuang Sago, Labuah Gunuang, Balai Koto Tinggi.


Sumber

http://kototuo-limapuluhkota.desa.id/2018/08/05/sejarah-singkat-limapuluh-kota/

https://ibtimes.id/budaya-melayu-4-darek-dan-rantau-dalam-alam-minangkabau/

https://id.wikipedia.org/wiki/Luhak
http://adat-budaya-minang.blogspot.com/2008/01/3-pembagian-alam-minangkabau.html
https://www.facebook.com/notes/minang-kabau-beutiful/wilayah-minang-kabau/487549627710/
https://pesona-minangkabau.blogspot.com/2017/05/daerah-darek-dan-daerah-rantau-di.html


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: