Koying, kerajaan / Sumatera – Prov. Jambi

Kerajaan Koying terletak di Sumatera, wilayah prov. Jambi.
Diperkirakan, kerajaan Koying berdiri sekitar abad ke-3 M.

The kingdom of Koying is located on Sumatera, in the prov. Jambi.
This kingdom is believed to exist in the 3th century.
For english, click here

Prov. Jambi


* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh dulu: link

* Foto perang Aceh – Belanda, 1873-1904: link
* Foto situs kuno di Sumatera: link


Sejarah kerajaan Koying

Berdasarkan sumber-sumber sejarah Sumatera yang diyakini kebenarannya oleh umumnya sejarawan diketahui bahwa pada sekitar satu melenium pertama abad Masehi, di Sumatera telah terdapat sejumlah kerajaan yang terlibat aktif dalam kegiatan perdagangan, dan hubungan internasional. Bukti-bukti sejarah mencatat bahwa hubungan itu telah terjalin dengan bangsa-bangsa yang berperadaban tinggi pada masa itu seperti Arab, India dan Cina.

Mengacu pada sumber-sumber Cina yang dibuat oleh Kuang-Tai dan Wan-Cen (222-280), serta yang ditulis oleh Tuyu (375), Sartono (1992), mengatakan bahwa sekitar abad ke 3 – 5 M di wilayah Jambi terdapat tiga kerajaan yakni:
Koying abad ke-3,
Tupo abad ke-3, dan
Kandali abad ke-5.

Diperkirakan, kerajaan Koying berdiri sekitar abad ke-3 M.
Informasi mengenai keberadaanya didasarkan pada catatan yang dibuat oleh K’ang-tai dan Wan-chen dari dinasti Wu (222-280 M). Keberadaan  tentang negeri ini juga dimuat dalam ensiklopedi T’ung-tien, yang ditulis oleh Tu-yu (375-812 M), kemudian disalin oleh Ma-tu-an-lin dalam ensiklopedi Wen-hsien-t’ung-k’ao.
Dalam catatan tersebut, di negeri Koying digambarkan banyak terdapat gunung berapi, dan kedudukkannya berada lima ribu li di timur Chu-po (Tupo). Chu-po merupakan kerajaan yang berdiri sezaman dengan Koying, pusat kerajaan diduga berada di tepi Teluk Wen, sekitar Muara Tebo sekarang.

Lahirnya negeri-negeri baru di Alam Kerinci pada saat itu, tidak lain merupakan proses gerakan migrasi penduduk yang terpencar dalam berbagai kelompok kecil atau talang dan koto, lalu bersatu dalam kelompok yang lebih besar sehingga terbentuklah dusun. Dusun yang terbentuk pada masa itu dapat dikatakan sebagai dusun awal (dusun purba) yang kemudian dalam perjalan sejarah berkembang menjadi banyak dusun. Sudah barang tentu proses pertumbuhan negeri atau dusun-dusun baru ini berjalan secara bertahap dan diperkirakan berlangsung dalam kurun waktu cukup lama. Adapun dusun awal yang menjadi cikal bakal negeri-negeri yang akan berlangsung dalam pemerintahan Segindo sebagai pengganti dari pemerintahan Koying.


Lokasi kerajaan Koying

Di mana sebenarnya posisi Koying ini ? Jika di atas digambarkan, Koying berjarak sekitar lima ribu li dari Chu-po (Tupo, Muara Tebo), maka diperkirakan posisi Koying berada di sekitar kawasan Bukit Barisan. Sementara pelabuhan yang mereka miliki, kemungkinan hasil dari mengambil alih (menaklukkan) pelabuhan Tupo di Muara Tebo.
Seiring perkembangan sejarah, terjadi proses sedimentasi yang menyebabkan dangkalnya sungai di Muara Tebo. Untuk itu, Koying kemudian memindahkan pelabuhannya  ke Muara Tungkal.

Sejarah lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Koying

Peta provinsi Jambi, Muara Tebo


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

Sejarah kerajaan Koying: http://tasman1959.blogspot.com/2014/05/keberadaan-kerajaan-koying.html
– Sejarah kerajaan Koying: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Koying
– Sejarah kerajaan Koying: http://www.kompasiana.com/fadz/kerajaan-koying-antara-kerinci-dan-jalur-perdagangan-selat-sunda_55098147a33311653d2e39c6


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: