Kawali, kerajaan / Jawa Barat

Kerajaan Kawali terletak di Jawa Barat. Kerajaan ini merupakan lanjutan kerajaan Sunda, masa pusat kerajaan Sunda berada di Kawali, 1333-1482.

Jawa Barat


KERAJAAN KAWALI

Sejarah kerajaan Kawali

Garis sejarah:
* 669-1579:   kerajaan Sunda.
* 1333-1482: kerajaan Sunda disebut kerajaan Kawali, zaman pusat kerajaan Sunda berada di Kawali.
* 1482-1597: kerajaan Sunda disebut kerajaan Pajajaran, zaman pusat kerajaan Sunda berada di Pajajaran atau Pakuan Pajajaran.

———————————–

Tidak diketahui secara pasti pada zaman pemerintahan siapakah pusat kerajaan Sunda mulai berada di Kawali.

Kawali ada ibu kota kerajaan Sunda Galuh sejak masa Prabu Ajiguna Linggawisesa (memerintah 1333-1340) yang memindahkannya pada abad ke-14 di Parahyangan Timur Tatar Pasundan hingga masa pemerintahan Mahapraburesi Niskala Wastu Kancana, yang memerintah 1371-1475.
Dari berdasarkan prasasti-prasasti yang terdapat di Astanagede (Kawali), dapat diketahui bahwa setidaknya pada masa pemerintahan Rahyang Niskala Wastu Kancana (1371-1475), pusat kerajaan sudah berada di sana. Istananya bernama Surawisesa.

Disebutkan dalam prasasti-prasasti tersebut bahwa baginda raja telah membuat selokan di sekeliling kerajaan dan desa-desa untuk rakyatnya.
Menurut kitab Pararaton, pada tahun 1357 terjadi Peristiwa Pasundan Bubat atau Perang Bubat, yaitu peperangan antara Sunda dan Majapahit.
Pada masa itu, Sunda diperintah oleh Prabu Maharaja (ayah Wastu Kancana) dan Majapahit diperintah oleh Raja Hayam Wuruk. Dalam pertempuran itu, Prabu Maharaja gugur.
Ketika Peristiwa Bubat terjadi, Wastu Kencana masih kecil sehingga pemerintahan untuk sementara diserahkan kepada pengasuhnya, yaitu Hyang Bumisora.
Ia menjalankan pemerintahan selama 14 tahun (1357 – 1371). Setelah dewasa, Wastu Kancana menerima kembali tampuk pemerintahan dari Hyang Bumisora.
Wastu Kancana memerintah cukup lama, dari tahun 1371 – 1471. Hal ini disebabkan karena Wastu Kancana selalu menjalankan agama dengan baik dan sangat memerhatikan kesejahteraan rakyatnya sehingga semua lapisan masyarakat tetap mendukungnya.
Setelah wafat, ia dimakamkan di Nusalarang. Penggantinya adalah putranya sendiri, Tohana di Galuh atau Rahyang Ningrat Kancana.
Raja Rahyang Ningrat Kancana memerintah hanya selama tujuh tahun. Setelah wafat, ia dimakamkan di Gunung Tiga.


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: