Pedir (Pidie), kerajaan / Sumatera – Aceh

Kerajaan Pedir (Pidie) terletak di provinsi Aceh. Berdiri abad ke-15.

The kingdom of Pedir (Pidie). Existed in the 15th century. Located in north east of the province of Aceh.

Klik foto untuk besar !

Provinsi Aceh (hijau)

Provinsi Aceh (hijau)


* Foto Kesultanan Aceh Darussalem: link
*
Foto wilayah Aceh: link
* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link


Lokasi kerajaan Pedir

Batas-batas kerajaan ini meliputi, sebelah timur dengan Kerajaan Samudra/Pasai, sebelah barat dengan Kerajaan Aceh Darussalam, sebelah selatan dengan pegunungan, serta dengan selat Malaka di sebelah utara.


Sejarah kerajaan Pedir

Pada tahun 1267 telah berdiri kerajaan Islam pertama di Indonesia, yaitu kerajaan Samudra Pasai.

Pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan kerajaan Pasai.
Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis.
Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya.
Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. Kali ini kita tidak membahas kerajaan Aceh yang akan kita ulas (semampu penulis) adalah kerajaan Pedir.

Mughayat Syah menjadi Sultan Aceh, Kerajaan Aceh berada dibawah pengaruh Kerajaan Pedir dan beberapa Kerajaan kecil disekitar Pedir sampai ke Tanah Gayo, tunduk dibawah kerajaan Pedir, jadi bisa disimpulkan kalo kerajaan Pedir adalah kerajaan besar yang sayangnya tidak tercatat dalam sejarah seperti Kerajaan Pasai, Samudera (Peureulak) dan Kerajaan Aceh.

Raja Pidie menyerang Raja Aceh Besar pada tahun 1514 dan Sultan Salahuddin Ibnu Muzaffar Syah diturunkan dari tahkta. Raja Ali naik menjadi raja dengan Gelar Sultan Ali Mughayat Syah, sedang adiknya Raja Ibrahim menjadi Laksamana.
Ali Alaidin Mughayat Syah menjadi pendiri dan sultan pertama Kesultanan Aceh yang bertakhta dari tahun 1514 sampai meninggal tahun 1530.

Keruntuhan Kerajaan Pidie

Kerajaan Islam Pidie berakhir sekitar tahun 1524 M, ketika Sultan Ali Mughayat Syah menaklukkan kerajaan ini dan menjadikannya sebagai bagian dari Kerajaan Aceh.
Silsilah raja di Poli atau Pedir tidak begitu jelas. Namun di Kampong Klibeut terdapat makan raja-raja diantaranya makan Sultan Ma’ruf Syah, anak dari Sulaiman Nur, yang mangkat pada tahun 1511 M dan Kampung Sangeue dekat Mesjid Raja Pidie (Labuy) terdapat satu makam Putroe Balee, yang mangkat pada tahun 1588 M.

Makam-makam ini serupa dengan makam raja-raja yang terdapat di Pasai, Aceh Besar, Daya dan Gresik (Jaya), terbuat dari batu pualam bertulis huruf Arab dan batu-batu nisannya ini dibuat di Meuraksa (Ulee Lheue). Karena itu pula menurut para ahli purbakala, Kerajaan Poli/Pedir serupa dengan kerajaan Pasai (Aceh Utara) dan kerajaan Lamuri (Aceh Besar).


Peta lokasi kerajaan Pedir


Daftar Raja

Kerajaan Islam Pidie diperintah oleh sepuluh orang Maharaja, lima orang Penghulu, dan dua orang Tengku Keumangan. Adapun Silsilah Raja-Raja / Pemimpin Pemerintahan Pidie saat itu adalah Sebagai berikut :

  1. maharaja sulaiman nur (putera sultan husen syah)
  2. maharaja syamsu syah
  3. maharaja malek ma’aruf syah (putra raja sulaiman nur dengan gelar syahir dauli, mangkat pada tahun  1511 M
  4. maharaja ahmad syah (syahir dauli) mangkat pada tahun 1520 M
  5. maharaja husen syah, putera maharaja ma’aruf syah)
  6. maharaja sayidil mukammil, putera raja firmansyah menjadi sultan aceh pada tahun 997 – 1011 H belau adalah kakek sultan iskandar muda (ayah dari ibunya)
  7. maharaja husen syah putera raja sayyidil mukammil
  8. maharaja orang kaya, meurah poli negeri keumangan
  9. maharaja keumangan porah (po meurah) syahir poli
  10. pang ulee peunoro, meurah po itam/bentara keumangan
  11. pang ulee peunaro, meurah po puan/bentara keumangan
  12. pang ulee peunaro, meurah po tahir/bentara keumangan
  13. pang ulee peunaro, meurah po seumar
  14. pang ulee peunaro, meurah po lateh
  15. teuku keumangan yusuf (setelah prang aceh – belanda pada tahun 1877)
  16. teuku keumangan Umar, Ulee balang IX- mukim keumangan Pidie.

– Sumber:  https://aponkkoponk.wordpress.com/2011/11/24/kerajaan-pedir-sekarang-di-kenal-dengan-pidie/


Sumber

Sejarah kerajaan Pedir: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pedir
– Sejarah kerajaan Pedir: http://aweaceh.blogspot.co.id/2010/04/kerajaan-pedir.html
Sejarah kerajaan Pedir: http://acehdalamsejarah.blogspot.co.id/2011/07/kerajaan-poli-kerajaan-pedir.html
Daftar Raja:  https://aponkkoponk.wordpress.com/2011/11/24/kerajaan-pedir-sekarang-di-kenal-dengan-pidie/


Foto foto

Raja Pidie

Raja Pidie, 2015

Kiri: Raja Kuala Batee, kanan: seorang wakil dari Dinasti Pidie

Kiri: Raja Kuala Batee, kanan: seorang wakil dari Dinasti Pidie

Raja Pidie

Raja Pidie, kedua dari kanan.

Suasana kampung Pedir di Pidie-Aceh

Suasana kampung Pedir di Pidie-Aceh


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: