Pedir (Pidie), kerajaan / Sumatera – Prov. Aceh

كابوڤاتين ڤيدي

.
Kerajaan Pedir (Pidie)
terletak di provinsi Aceh. Berdiri abad ke-15.
Setelah kerajaan Sama Indra takluk pada kerajaan Aceh Darussalam, makan sultan Aceh selanjutnya, Sultan Mahmud II Alaiddin Johan Sjah mengangkat Raja Husein Sjah menjadi sultan muda di Sama Indra di bawah kerajaan Aceh Darussalam. Kerajaan Sama Indra kemudian berganti nama menjadi kerajaan Pedir, yang lama kelamaan berubah menjadi kerajaan Pidie seperti yang dikenal sekarang. Kemudian jadi vasal kesultanan Aceh.

The kingdom of Pedir (Pidie). Existed in the 15th century. Located in north east of the province of Aceh.
After the Sama Indra kingdom surrendered to the Aceh Darussalam kingdom, the next Aceh sultan, Sultan Mahmud II Alaiddin Johan Sjah appointed King Husein Sjah as a young sultan in Sama Indra under the Aceh Darussalam kingdom. The Sama Indra kingdom later changed its name to the Pedir kingdom, which gradually turned into the Pidie kingdom as it is known today. Then he became a vassal of the Aceh sultanate.

It remained a small kingdom under the sultanate of Aceh.
For english, click here

Kab. Pidie


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kesultanan Aceh

* Foto kesultanan Aceh Darussalem: link
* Foto raja-raja kerajaan kecil di Aceh: link
*
Foto Aceh dulu: link
*
Foto perang Aceh-belanda (1873-1903): link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link

* Foto Istana kerajaan di Sumatera: link


KERAJAAN PEDIR (PIDIE)

Raja kerajaan Pedir (Pidie) sekarang (2020)

Tidak ada info tentang raja atau keturunan sekarang.


Lokasi kerajaan Pedir

Batas-batas kerajaan ini meliputi, sebelah timur dengan Kerajaan Samudra/Pasai, sebelah barat dengan Kerajaan Aceh Darussalam, sebelah selatan dengan pegunungan, serta dengan selat Malaka di sebelah utara.


Sejarah kerajaan Pedir, abad ke-15

Latar belakang

Setelah kerajaan Sama Indra takluk pada kerajaan Aceh Darussalam, makan sultan Aceh selanjutnya, Sultan Mahmud II Alaiddin Johan Sjah mengangkat Raja Husein Sjah menjadi sultan muda di negeri Sama Indra yang otonom di bawah kerajaan Aceh Darussalam. Kerajaan Sama Indra kemudian berganti nama menjadi kerajaan Pedir, yang lama kelamaan berubah menjadi kerajaan Pidie seperti yang dikenal sekarang.
– Sumber: https://aponkkoponk.wordpress.com

Sejarah kerajaan Pedir

Pada awalnya, wilayah kerajaan Aceh ini hanya mencakup Banda Aceh dan Aceh Besar yang dipimpin oleh ayah Ali Mughayat Syah. Ketika Mughayat Syah naih tahta menggantikan ayahnya, ia berhasil memperkuat kekuatan dan mempersatukan wilayah Aceh dalam kekuasaannya, termasuk menaklukkan kerajaan Pasai.
Saat itu, sekitar tahun 1511 M, kerajaan-kerajaan kecil yang terdapat di Aceh dan pesisir timur Sumatera seperti Peurelak (di Aceh Timur), Pedir (di Pidie), Daya (Aceh Barat Daya) dan Aru (di Sumatera Utara) sudah berada di bawah pengaruh kolonial Portugis.
Mughayat Syah dikenal sangat anti pada Portugis, karena itu, untuk menghambat pengaruh Portugis, kerajaan-kerajaan kecil tersebut kemudian ia taklukkan dan masukkan ke dalam wilayah kerajaannya.
Sejak saat itu, kerajaan Aceh lebih dikenal dengan nama Aceh Darussalam dengan wilayah yang luas, hasil dari penaklukan kerajaan-kerajaan kecil di sekitarnya. Kali ini kita tidak membahas kerajaan Aceh yang akan kita ulas (semampu penulis) adalah kerajaan Pedir.

Mughayat Syah menjadi Sultan Aceh, kerajaan Aceh berada dibawah pengaruh kerajaan Pedir dan beberapa kerajaan kecil disekitar Pedir sampai ke Tanah Gayo, tunduk dibawah kerajaan Pedir, jadi bisa disimpulkan kalo kerajaan Pedir adalah kerajaan besar yang sayangnya tidak tercatat dalam sejarah seperti Kerajaan Pasai, Samudera (Peureulak) dan Kerajaan Aceh.

Raja Pidie menyerang Raja Aceh Besar pada tahun 1514 dan Sultan Salahuddin Ibnu Muzaffar Syah diturunkan dari tahkta. Raja Ali naik menjadi raja dengan Gelar Sultan Ali Mughayat Syah, sedang adiknya Raja Ibrahim menjadi Laksamana.
Ali Alaidin Mughayat Syah menjadi pendiri dan sultan pertama Kesultanan Aceh yang bertakhta dari tahun 1514 sampai meninggal tahun 1530.

Keruntuhan kerajaan Pidie

Kerajaan Islam Pidie berakhir sekitar tahun 1524 M, ketika Sultan Ali Mughayat Syah menaklukkan kerajaan ini dan menjadikannya sebagai bagian dari kerajaan Aceh.
Silsilah raja di Poli atau Pedir tidak begitu jelas. Namun di Kampong Klibeut terdapat makan raja-raja diantaranya makan Sultan Ma’ruf Syah, anak dari Sulaiman Nur, yang mangkat pada tahun 1511 M dan Kampung Sangeue dekat Mesjid Raja Pidie (Labuy) terdapat satu makam Putroe Balee, yang mangkat pada tahun 1588 M.

Makam-makam ini serupa dengan makam raja-raja yang terdapat di Pasai, Aceh Besar, Daya dan Gresik (Jaya), terbuat dari batu pualam bertulis huruf Arab dan batu-batu nisannya ini dibuat di Meuraksa (Ulee Lheue). Karena itu pula menurut para ahli purbakala, kerajaan Poli/Pedir serupa dengan kerajaan Pasai (Aceh Utara) dan kerajaan Lamuri (Aceh Besar).

Peta lokasi kerajaan Pedir


Daftar raja kerajaan Pedir

Kerajaan Islam Pidie diperintah oleh sepuluh orang Maharaja, lima orang Penghulu, dan dua orang Tengku Keumangan.
Adapun silsilah raja-raja / pemimpin Pemerintahan Pidie saat itu adalah sebagai berikut:

1) Maharaja Sulaiman Noer: Anak Sultan Husein Syah.
2) Maharaha Sjamsu Syah: Kemudian menjadi Sultan Aceh.
3) Maharaja Malik Ma’roef Syah: Putra dari Maharaja Sulaiman Noer. Mangkat pada tahun 1511 M, dikuburkan di Klibeut di sisi kuburan sebaliknya.
4) Maharaja Ahmad Sjah: Putra Maharaja Ma’roef Syah. Pernah berperang melawan Sulthan Ali Mughayat Syah, tapi kalah. Mangkat pada tahun 1520 M, dikuburkan di Klibeut di sisi kuburan terpisah.
5) Maharaja Husain Syah: Putra Sultan Riayat Syah II (Meureuhom Khaa), kemuian sekarang menjadi Sulthan Aceh.

6) 1589-1604: Maharaja Saidil Mukamil: Putra dari Maharaja Firman Syah, kemudian menjadi Sulthan Aceh dari 1589 sampai 1604 M. Ayah dari ibu Sulthan Iskandar Muda.
7) Maharaja Husain Syah: Putra dari Sulthan Saidil Mukamil
8) Maharaja Meurah Poli: Meurah Poli Negri Keumangan dikenal sebagai Laksamana Panglima Pidie yang terkenal dalam perang Malaka (Pran Raja Siujud).
9) Maharaja Po Meurah: Syahir Poli, Bentara IX Mukim Keumangan yang bergelar Pang Ulee Peunaroe. Pengatur negeri Pidie.
10) Meurah Po Itam: Bentara Kumangan bergelar Pang Ulee Peunaroe.

11) Meurah Po Puan: Bentara keumangan bergelar Pang Ulee peunaroe
12) 1740: Meurah Po Thahir: Bentara Keumangan yang terkenal dalam perang Pocut Muhammad dengan Potue Djemaloiy (Sulthan Djamalul Alam Badrul Munir) pada tahun 1740 M. Ia memiliki dua orang saudara: Meurah Po Doom dan Meurah Po Djoho.
13) Meurah Po Seuman: Pang Ulee Peunaroe dengan nama asli Usman.
14) Meurah Po Lateh: Pang Ule peunaroe dengan nama asli Abdul Latif, terkenal dengan sebutan Keumangan Teungeut.
15) Teuku Keumangan Yusuf: (setelah prang aceh – belanda pada tahun 1877)
16) Teuku Keumangan Umar: Uleebalang IX Mukim, Pidie.

– Sumber:  https://aponkkoponk.wordpress.com/


KERAJAAN-KERAJAAN KECIL DI BAWAH KESULTANAN ACEH

– Untuk sistem pemerintahan Uleebalang dll. lengkap: klik di sini

Kesultanan Aceh Darussalam dipimpin oleh sultan bergelar Sultan Imam Adil.
Bentuk pemerintahan kesultanan Aceh adalah federasi. Disebut federasi karena kesultanan Aceh menganut prinsip desentralisasi dengan memberikan otonomi yang tinggi bagi daerah bawahannya yaitu nanggroe dan mukim, apalagi untuk daerah taklukan.

Peta kesultanan Aceh dan Uleebalang Aceh, 1917 M

11 Aceh, 1873


Sumber kerajaan Pedir

Sejarah kerajaan Pedir: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pedir
– Sejarah kerajaan Pedir: http://evaluasiproyek.blogspot.co.id/
Sejarah kerajaan Pedir: https://www.kompas.com/stori/
Daftar Raja:  https://aponkkoponk.wordpress.com/

Sumber struktur pemerintahan kerajaan-kerajaan di bawah kesultanan Aceh

– Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://helmiyymailcom.blogspot.co.id
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: http://syahrureza.blogspot.com/
Kesultanan Aceh, Ulèëbalang dan pembagian wilayah: https://id.wikipedia.org/
Struktur pemerintahan kesultanan Aceh: https://www.facebook.com/
Uleebalang, raja kecil dalam kesultanan Aceh: https://id.wikipedia.org/
Sistem pemerintahan kesultanan Aceh lokal: https://id.wikipedia.org/wiki/

Kesultanan Aceh: klik di sini


Peta Uleebalang Aceh 1917


Peta Aceh dulu

Peta Aceh tahun 1646. Achem, from ‘Livro do Estado da India Oriental’, an account of Portuguese settlements in the East Indies, by Pedro Barreto de Resende

——————————-

Peta Aceh 1873.


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: