Sungai Lemau, kerajaan / Sumatera, Prov. Bengkulu

Kerajaan Sungai Lemau terletak di Sumatera, provinsi Bengkulu.

The kingdom of Sungai Lemau was located on Sumatera, provinsi Bengkulu.
For english, click here

Provinsi Bengkulu


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link

Sejarah kerajaan Sungai Lemau

Awal abad ke-17. Putri Gading Cempaka adalah putri bungsu Raja Ratu Agung, yang berasal dari kerajaan Majapahit. Menurut cerita putri Cempaka adalah leluhur dari raja-raja yang pernah memerintah di Kerajaan Sungai Lemau.
Putri Gading Cempaka nikah dengan Maharaja Sakti. Setelah menikah dibangun pusat kerajaan baru.
Oleh karena letak kerajaan itu berada di Kuala Sungai Lemau, maka kerajaan itu pun berganti nama menjadi Kerajaan Sungai Lemau. Baginda Maharaja Sakti memimpin kerajaan Sungai Lemau dengan arif bijaksana. Ia beserta permaisurinya, Putri Gading Cempaka, hidup bahagia.


Silsilah raja-raja Sungai Lemau

Sejarah kerajaan-kerajaan di Bengkulu

Di Bengkulu dahulunya pernah berdiri kerajaan – kerajaan yang berdasarkan etnis/suku, seperti:
Dibawah Kesultanan Banten dan mereka menjadi vazal ( Terikat/Daerah Taklukan). Di Sebagian daerah Bengkulu ini, juga pernah berada dibawah kekuasaan Kerajaan Inderapura semenjak abad ke-17. British East India Company (EIC) sejak 1685 mendirikan pusat perdagangan lada Bencoolen/Coolen yang berasal dari bahasa inggris “Cut Land” yang berarti tanah patah, karena daerah bengkulu ini merupakan daerah patahan gempa bumi yang paling aktif di dunia dan kemudian gudang penyimpanan di tempat yang sekarang menjadi Kota Bengkulu.
Pada waktu itu, ekspedisi EIC dipimpin oleh Ralph Ord dan William Cowley untuk mencari pengganti pusat perdagnagn lada setelah Pelabuhan Banten jatuh ke tangan VOC, dan EIC dilarang berdagang di sana. Traktat dengan Kerajaan Selebar pada tanggal 12 Juli 1685 mengizinkan Inggris untuk mendirikan benteng dan berbagai gedung perdagangan. Benteng York didirikan pada tahun 1685 di sekitar muara Sungai Serut.
Sejak 1714, dibangunlah sebuah benteng yang bernama Marlborough dan selesai dibangun pada tanun 1719 yang hingga sekarang masih berdiri. Namun, perusahaan ini lama kelamaan menyadari tempat itu tidak menguntungkan karena tidak menghasilkan lada dalam jumlah yang mencukupi.
Sejak dilaksanakannya Perjanjian London pada tahun 1824, Bengkulu diserahkan ke Belanda dengan imbalan Malaka sekaligus penegasan atas kepemilikan Tumasik/Singapura dan Pulau Belitung. Sejak perjanjian itu Bengkulu menjadi bagian dari Hindia Belanda.
 Penemuan deposit emas didaerah Rejang Lebong pada paruh kedua abad ke-19 menjadikan tempat itu sebagai pusat penambangan emas hingga abad ke-20. Sekarang, kegiatan penambangan komersial telah dihentikan semenjak habisnya deposit.

Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Sejarah kerajaan Sungai Lemau: http://www.ceritarakyatnusantara.com/id/folklore/288-putri-gading-cempaka#
– Sejarah kerajaan Sungai Lemau: http://blogkasihpunya.blogspot.nl/2017/01/kerajaan-sungai-serut-dan-sungai-lemau.html
– Sejarah kerajaan Sungai Lemau: http://melayuonline.com/ind/history/dig/449/kerajaan-sungai-lemau


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.