Suku Sasak – P. Lombok, NTB

Suku Sasak adalah suku yang mendiami pulau Lombok dan menggunakan bahasa Sasak. Sebagian besar suku Sasak beragama Islam, uniknya pada sebagian kecil masyarakat suku Sasak, terdapat praktik agama Islam yang agak berbeda dengan Islam pada umumnya yakni Islam Wetu Telu, namun hanya berjumlah sekitar 1% yang melakukan praktik ibadah seperti itu. Ada pula sedikit warga suku Sasak yang menganut kepercayaan pra-Islam yang disebut dengan nama “Sasak Boda”.
Jumlah populasi kurang lebih 3.000 000 jiwa.

Lokasi pulau Lombok



* Foto Suku Sasak dulu: link
* Foto Suku Sasak sekarang: link

* Video sejarah kerajaan2 di Lombok dan NTB, 40.000 SM-sekarang: link


Suku Sasak

Suku Sasak umum

Suku Sasak adalah penduduk asli dan kelompok etnis mayoritas di Lombok. Suku ini meliputi 90 persen dari keseluruhan penduduk pulau tersebut. “Sasak secara etimologi berasal dari kata sah yang berarti pergi dan shaka yang berarti leluhur,” tulis Amalia.
Dari paduan kedua kata tersebut, Sasak dapat diartikan sebagai pergi ke tanah leluhur. Leluhur Suku Sasak dipercaya berasal dari Jawa. Hal ini dibuktikan dengan kemiripan antara aksara Sasak dan aksara jawa.
Konsep lain menyatakan bahwa nama Sasak berasal dari kata sak-sak yang dalam bahasa setempat berarti sampan. Hal ini sangat erat kaitannya dengan nenek moyang suku yang datang ke wilayah tersebut menggunakan sampan.

Agama dan kepercayaan suku Sasak

Masyarakat suku Sasak yang awalnya memiliki kepercayaan animisme dan dinamisme kemudian mulai memeluk agama Hindu-Buddha. Kekuasaan Majapahit atas wilayah tersebut runtuh pada abad ke-16. Keruntuhan Majapahit bersamaan dengan munculnya kerajaan Islam Demak di Jawa. Persebaran agama Islam ini juga sampai ke wilayah Pulau Lombok.
Desa Bayan dipercaya masyarakat setempat sebagai pintu gerbang masuknya Islam di Suku Sasak. Desa ini terletak di Kabupaten Lombok Utara, NTB.

Tokoh yang pertama kali menyebarkan Islam di Lombok hingga kini masih sulit untuk dipastikan. “Ada yang mengatakan Islam dibawa oleh Gaos Abdul Eazak dari Baghdad. Versi lain menyebutkan, penyiar Islam pertama adalah Sunan Perapen alias Pangeran Songopati dari Jawa,” papar Pusat Data dan Analisa Tempo dalam buku tersebut.
Agama Islam diyakini telah masuk ke daerah tersebut ratusan tahun yang lalu. Hal itu karena ada banyak peninggalan yang ditulis dalam bahasa Jawa Kuno atau Jawa Kawi yang menjadi bukti berkembangnya ajaran Islam. Para ahli menemukan sejumlah naskah kuno yang ditulis pada daun lontar, kulit kambing, atau bambu yang berisi tentang agama.
Mereka juga menemukan sebuah kitab Quran yang ditulis tangan pada lembaran kulit kambing. Kitab tersebut konon dibawa oleh Sunan Perapen pada abad ke-16 setelah Majapahit runtuh. “Ada juga sebuah masjid yang kabarnya sudah berusia 300 tahun. Sekarang sudah agak lapuk, tetapi tetap dimanfaatkan untuk salat Idul Fitri, Idul Adha, dan Peringatan Maulid Nabi Muhammad,” imbuh Pusat Data dan Analisa Tempo.

Rumah Adat suku Sasak

Dilansir dari Studi Semiotik Ruang Hunian Tradisional Suku Sasak karya Lukita (dkk), rumah adat suku Sasak di Dusun Sade disebut sebagai bale tani atau bale gunung rata. Terdapat beberapa ruang dengan fungsi berbeda-beda dalam setiap rumah. Bale dalem merupakan ruangan yang digunakan sebagai tempat memasak, tempat menyimpan benda pusaka, dan tempat anak perempuan yang belum menikah untuk tidur. Ruangan ini juga digunakan sebagai tempat melahirkan. Bale luar merupakan ruangan yang digunakan untuk menerima tamu serta tempat keluarga berkumpul. Kedua ruangan tersebut dibagi menggunakan dinding pemisah. “Bubungan atap rumahnya curam. Atap rumah terbuat dari tumpukan jerami atau daun ilalang yang ditata rapi dengan ketebalan sekitar 15 sentimeter (cm),” tulis Sudadi dalam bukunya berjudul Kesederhanaan Rumah Adat Suku Sasak.

Rumah adat suku Sasak


Wetu Telu

Wetu Telu (bahasa Indonesia:Waktu Tiga) adalah praktik unik sebagian masyarakat suku Sasak yang mendiami pulau Lombok dalam menjalankan agama Islam. Ditengarai bahwa praktik unik ini terjadi karena para penyebar Islam pada masa lampau, yang berusaha mengenalkan Islam ke masyarakat Sasak pada waktu itu secara bertahap, meninggalkan pulau Lombok sebelum mengajarkan ajaran Islam dengan lengkap. Saat ini para penganut Wetu Telu sudah sangat berkurang, dan hanya terbatas pada generasi-generasi tua di daerah tertentu, sebagai akibat gencarnya keberadaan para pendakwah Isla.
– Untuk lengkap: https://id.wikipedia.org/wiki/Wetu_Telu


Sumber

Suku Sasak: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Sasak
Sejarah dan tradisi Suku Sasak: http://www.wacana.co/2010/07/sejarah-dan-tradisi-suku-sasak/
Suku Sasak: http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/987/suku-sasak
– Suku Sasak: http://amxxiv.tripod.com/rinjani/sasak.htm
Suku Sasak: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-sasak-nusa-tenggara-barat.html
Tradisi Presean Suku Sasak: http://www.lombokgeographic.com/2016/10/tradisi-presean-suku-sasak.html


Image result for suku sasak

Image result for suku sasak

Related image


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: