Sukadana Baru (Nieuw Broesseol), kerajaan / Prov. Kalimantan Barat

Kerajaan Sukadana Baru (Nieuw Broesseol) terletak di Kalimantan, Kab. Kayong Utara, Kalimantan Barat.
Kerajaan Sukadana: 1500 – 1665. Terletak di Kalimantan, Kab. Kayong Utara, Kalimantan Barat.

Kabupaten Kayong Utara


Sejarah kerajaan Sukadana Baru Nieuw Broesseol

Kerajaan Sukadana

Kerajaan Sukadana adalah kerajaan yang berdiri: 1500 – 1665.
1622-1665: Gusti Kesuma Matan atau Giri Mustika atau Sultan Muhammad Syaifuddin/Raden Saradipa/Saradewa; menantu Ratu Bagawan dari Kotawaringin. Inilah raja terakhir kerajaan Sukadana.

Kerajaan Sukadana Baru (Nieuw Broesseol)

Pada tahun 1792 Kerajaan Matan dipimpin oleh Sultan Jamaluddin (1792–1830) melakukan perlawanan namun gagal. Sultan dan pengikutnya mengundurkan diri ke daerah hulu.

Pada masa selanjutnya seorang keturunan Raja Siak dibawa oleh Belanda untuk menjadi penguasa Sukadana, namanya Mayor Raja Akil kemudian dikenal sebagai Raja Tengku Akil bergelar Sultan Abdul Jalilsyah. Nama Sukadana diubah menjadi Niuew Brussel atau dalam bahasa orang Sukadana menjadi Bresol.
Belanda melalui Residen Gronovius mengangkat Raja Akil sebagai sultan dan Sukadana diganti namanya menjadi Nieuw-Brussel.
Tahun 1830 Belanda mendirikan benteng pertahanan di pulau Datuk dan mengikat perjanjian dengan Raja Akil. Rakyat diwajibkan membayar upeti.

Tengku Akil adalah dalam catatan orang Sukadana dikatakan bahwa Tengku Akil sebagai cucu Raja/Sultan Yahya dari Siak, sengaja dibawa Belanda yang bermaksud menggantikan kedudukan Raja di Sukadana yang telah kosong. Tengku Akil akhirnya dapat menduduki dan memerintah Sukadana bergelar Raja Tengku Akil Dipertuansyah (1827). Sukadana Baru inipun lebih dikenal dengan nama Nieuw Broesseol oleh orang Belanda.

Tengku Akil adalah dalam catatan orang Sukadana dikatakan bahwa Tengku Akil sebagai cucu Raja/Sultan Yahya dari Siak, sengaja dibawa Belanda yang bermaksud menggantikan kedudukan Raja di Sukadana yang telah kosong. Tengku Akil akhirnya dapat menduduki dan memerintah Sukadana bergelar Raja Tengku Akil Dipertuansyah (1827). Sukadana Baru inipun lebih dikenal dengan nama Nieuw Broesseol oleh orang Belanda.

Jika menelisik nama Sultan Yahya, maka dalam urutan Sultan Siak, Sultan Yahya adalah Sultan ke-enam yang memerintah tahun 1782-1784. Sedangkan dalam Syair Siak Sri Indrapura Dar As-Salam Al-Qiyam tertulis nama Tengku Akil sebagai anak ketiga dari Sultan Siak ke-empat yakni Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1776-1780). Tertulis pula Tengku Akil adalah adik daripada Tengku Muhammad Ali tertua Putra Mahkota Siak Sri Indrapura yang kemudian setelah dinobatkan menjadi Raja bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (1780-1782) atau Sultan Siak kelima.

Jika menelisik nama Sultan Yahya, maka dalam urutan Sultan Siak, Sultan Yahya adalah Sultan ke-enam yang memerintah tahun 1782-1784. Sedangkan dalam Syair Siak Sri Indrapura Dar As-Salam Al-Qiyam tertulis nama Tengku Akil sebagai anak ketiga dari Sultan Siak ke-empat yakni Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (1776-1780). Tertulis pula Tengku Akil adalah adik daripada Tengku Muhammad Ali tertua Putra Mahkota Siak Sri Indrapura yang kemudian setelah dinobatkan menjadi Raja bergelar Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah (1780-1782) atau Sultan Siak kelima.

– Sejarah lengkap Tengku Akil: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/kalimantan-4/sukadana-baru-nieuw-broesseol-kerajaan-prov-kalimantan-barat/sejarah-tengku-akil-dari-siak/


Sumber

– Sejarah kerajaan Sukadana Baru Nieuw Broesseol: https://www.kompasiana.com/a_baybar_roodee/5500e0ae813311ca60fa83f8/tengku-akil-dipertuansyah-raja-sukadana-baru-nieuw-broesseol
– Tentang Tengku Akil: http://saparuddin-sejarahkayong.blogspot.com/2012/05/kerajaan-tanjung-pura-ii-sukadana.html
– Sejarah kerajaan Sukadana Baru Nieuw Broesseol: http://puterateluk.blogspot.com/2014/06/kerajaan-tanjung-pura-ii-sukadana.html
– Sejarah kerajaan Sukadana Baru Nieuw Broesseol: https://www.suarapemredkalbar.com/index.php/berita/feature/2016/10/08/asal-usul-terbentuknya-kerajaan-sukadana