Sambaliung, kesultanan / Prov. Kalimantan Timur

Kesultanan Sambaliung: 1810 – 1960. Terletak di Kalimantan, Kab. Berau, provinsi Kalimantan Timur.
Kesultanan ini (sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung) adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an. Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja Alam.
Gelar raja Sambaliung: Sultan.

The Sultanate of Sambaliung: 1810 – 1960. Located in the district of Berau, east Kalimantan. After the split of the sultanate of Berau in 1810, there were 2 new kingdoms: sultanate of Gunung Tabur and the sultanate of Sambaliung.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Berau


* Foto kesultanan Sambaliung: link
* Foto Istana kesultanan Sambaliung: link

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Kalimantan: link
* Foto raja2 di Kalimantan dulu: link
* Foto istana kerajaan di Kalimantan: link

* Foto suku Dayak: link
* Foto Kalimantan dulu: link
* Foto perang belanda di Kalimantan, abad ke-19: link


1) Tentang Pemangku Adat kesultanan Sambaliung (2020)

Keraton Sambaliung dipimpin oleh Datu Hasanudin sejak 2018.
Datu Amir adalah pemimpin Keraton Sambaliung 2014 – 2017.
Datu Fachruddin adalah pemimpin Keraton Sambaliung 2009 – 2013.
Mereka bertiga masih anak Sultan Sambaliung, Sultan Muhammad Aminuddin (1902-1960), yang pantas untuk bergiliran mendapatkan posisi tersebut. Sebutan “Pemangku Adat” rasanya kurang tepat karena beliau berasal dari trah Kesultanan.

* febr. 2018
Menunjuk Datu Hasanudin sebagai Pemangku Kesultanan Sambaliung yang baru.

* sept. 2014
Datu Amir dinobatkan jadi pemangku Adat.

* july 2014
Datu Fachruddin diganti Datu Amir Muda.

* 19 okt. 2009
Datu Fachruddin, putra tertua dari Sultan Mohammad Aminuddin, dilantik sebagai Sultan Sambaliung.

Klik foto untuk besar


2) Sejarah kesultanan Sambaliung, 1810 – 1960
Kesultanan Sambaliung (sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung) adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, dimana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an. Jadi 3 kerajaan berasal dari kerajaan Berau:
* Kerajaan Sambaliung,
* Kerajaan Gunung Tabur,
* Kerajaan Bulungan.

Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja alam. Raja Alam adalah keturunan dari Baddit Dipattung atau yang lebih dikenal dengan Aji Suryanata Kesuma raja Berau pertama. Sampai dengan generasi ke-9, yakni Aji Dilayas. Aji Dilayas mempunyai dua anak yang berlainan ibu. Yang satu bernama Pangeran Tua dan satunya lagi bernama Pangeran Dipati.
Pada tahun 1960 M, bersama dengan Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Sambaliung dihapuskan melalui keputusan parlemen Indonesia. Setelah itu, Kesultanan Sambaliung berubah nama menjadi Kecamatan Sambaliung.

Kebangkitan Kesultanan, 2009: 19 okt. 2009: Datu Fachruddin, putra tertua dari Sultan Mohammad Aminuddin, dilantik sebagai Sultan Sambaliung.
July 2014: Datu Fachruddin diganti Datu Amir Muda.
– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Sambaliung

Photo Sultan Muhammad Aminuddin no 4 dari kanan, photo ini berlokasi di Sekolah Belanda daerah Teluk Bayur Kab. Berau. Sultan Muhammad Aminuddin merupakan Sultan terakhir di Kesultanan Sambaliung beliau menjabat sebagai Sultan dari tahun 1902-1960.


3) Sejarah perpecahan dua kerajaan di Berau

– Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2016/02/11/sejarah-perpecahan-dua-kerajaan-di-berau/

Kerajaan Berau merupakan institusi pemerintahan yang pernah berdiri di Kalimantan pada abad ke-15. Kemudian terpecah dua pada awal abad ke-19, menjadi Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Kerjaan Berau lahir dari penggabungan lima “nagari” (disebut juga “banuwa”) dan dua “kampung”, yakni wilayah-wilayah administratif yang berlaku pada zaman itu.
Nagari-nagari dan kampung-kampung tersebut adalah Nagari Marancang, Nagari Kuran, Nagari Bulalung, Nagari Sawakung, Nagari Pantai, Kampung Bunyut, serta Kampung Lati.
Pada pemerintahan Sultan Muhammad Hasanuddin (1731-1767) dan Sultan Zainal Abidin (1779-1800), Islam menjadi agama mayoritas penduduk Berau. Gelar “Sultan” yang disandang raja (sebagai pengganti “Aji”) merupakan penanda bahwa Islam menjadi agama resmi kerajaan.
Bibit perpecahan dalam lingkungan keluarga kerajaan sejatinya sudah dimulai setelah era kekuasaan Aji Dilayas, raja Berau ke-9. Ketika itu, sang Raja yang beristri banyak memiliki banyak keturunan. Kemudian dua di antaranya sama kuat sebagai kandidat pengganti raja, yakni Pangeran Tua dan Pangeran Dipati. Dalam memutuskan siapa yang berhak mengantikan ayah mereka, terjadi sejumlah perdebatan besar di kalangan keluarga kerajaan. Khawatir konflik akan semakin membesar, diambillah keputusan bersama, bahwa Kerajaan Berau akan dipimpin secara bergantian oleh keduanya dan oleh keturunan keduanya.
Sebagai putra sulung, Pangeran Tua mendapat kesempatan memerintah sejak 1673 hingga 1700. Sementara adiknya, Pangeran Dipati memerintah sejak 1700 hingga 1731.
C. 1810: Sementara keturunan Aji Pangeran Tua, dengan pewaris tahta Raja Alam bergelar Sultan Alimuddin, mendapat wilayah di sebelah selatan Sungai Berau, serta di wilayah kiri dan kanan Sungai Kelay. Sultan Gazi Mahyudi kemudian mendirikan Kesultanan Gunung Tabur. Sementara Raja Alam mendirikan Kesultanan Sambaliung. Sebelumnya daerah-daerah milik Berau yang telah memisahkan diri dan berdiri sendiri adalah Bulungan.

Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama.

Konon ini adalah gambar dari Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama. Menurut mitos sejarah kelahirannya yang berasal dari sebuah bambu besar dekat kebunnya nini Barituk di Rantau Pattung Sungai Ulak. Sepintas memang sulit untuk diterima secara akal sehat proses kelahirannya akan tetapi karena ini cerita dari mulut ke mulut hingga saat ini masih menjadi sebuah misteri namun nama beliau tertulis dalam lembar sejarah kerajaan Berau. #keraton #keratonsambaliung #keratonsambaliung_berau #kesultanansambaliung #heritage #worldheritage #beraubangetinfo #beraubangethistory #banua #banuabarrau #jejak_budaya #kampanyebudaya #keratonsambaliung_beraukaltim


4) Daftar Raja

– Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2016/01/31/silsilah-raja-raja-berau/

* 1810-1844: Sultan Alimuddin (Raja Alam)
* 1844-1848: Sultan Kaharuddin
* 1848-1850: Sultan Hadi Jalaluddin
* 1850-1863: Sultan Asyik Syarifuddin
* 1863-1869: Sultan Salehuddin
* 1869-1881: Sultan Adil Jalaluddin
* 1881-1902: Sultan Chalifatullah Bayanuddin
* 1902-1960: Sultan Muhammad Aminuddin


5) Istana

Nama: Istana Sambaliung
Keraton atau Istana Sambaliung adalah salah satu bukti sejarah keberadaan Kesultanan Sambaliung di daerah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bangunan keraton yang ada sekarang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1881 Masehi. Belum ditemukan keterangan yang jelas mengenai siapa pendiri keraton yang terletak di tepi Sungai Kelay ini. Sejak terakhir ditempati oleh Sultan ke—8, Muhammad Aminuddin (1902-1959), Keraton Sambaliung tidak lagi tempati oleh para keturunan dan kerabat Sultan. Kini, bangunan keraton ini telah beralih fungsi menjadi museum yang dikenal dengan Museum Keraton Sambaliung.
– Sumber: link
Foto istana kerajaan Sambaliung: link

Istana Sambaliung

Kesultanan Sambaliung, Kalimantan / Istana kesultanan Samb… | Flickr


6) Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


6) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Sambaliung di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Sambaliung: https://borneohistory57.blogspot.com/2016/12/sejarah-kesultanan-sambaliung.html
– Sejarah kesultanan Sambaliung: http://berauonlinee.blogspot.co.id/2014/05/berau-kesultanan-sambaliung.html
– Kerajaaan Sambaliung dan Gunung Tabur: http://www.wisatapedia.net/index.php/telusur/kalimantan-timur/obyek-wisata/kesultanan-gunung-tabur-dan-sambaliung/
Tentang Keraton Sambaliung: link

– Daftar raja Sambaliung di Wiki: Wiki
Daftar raja Sambaliung:  http://sugeng-arianto.blogspot.co.id/2010/05/raja-raja-berau-gunung-tabur-dan.html

Datu Amir dinobatkan jadi pemangku Adat (sept. 2014): http://www.korankaltim.com/datu-amir-dinobatkan-jadi-pemangku-adat/

– Foto report Istana Sambaliung 2013 (received from kerajaan indonesia): link

Facebook

Datu Edy Sambaliung

Keraton Kesultanan Sambaliung


Peta kerajaan-kerajaan di Kalimantan timur


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: