Sambaliung, kesultanan / Prov. Kalimantan Timur

Kesultanan Sambaliung: 1810 – 1960. Terletak di Kalimantan, Kab. Berau, provinsi Kalimantan Timur.
Kesultanan ini (sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung) adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, di mana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an. Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja Alam.
Gelar raja Sambaliung: Sultan.

The Sultanate of Sambaliung: 1810 – 1960. Located in the district of Berau, east Kalimantan. After the split of the sultanate of Berau in 1810, there were 2 new kingdoms: sultanate of Gunung Tabur and the sultanate of Sambaliung.
For english, click here

Lokasi Kabupaten Berau


* Foto kesultanan Sambaliung: link
* Foto Istana kesultanan Sambaliung: link
* Foto kerajaan2, situs kuno dan suku di Kalimantan:  link


1) Tentang Pemangku kesultanan Sambaliung sekarang

Sejarah mencatat ada tiga Pemangku Kesultanan Keraton Sambaliung yang pernah hadir pada Kesultanan Sambaliung di era globalisasi sekarang ini.
Terlepas dari ketidaktahuan masyarakat Kabupaten Berau saya mencoba menyampaikan informasi yang benar agar tidak salah dalam interpretasi opini publik.
Kenapa harus PEMANGKU KESULTANAN KERATON SAMBALIUNG namanya. Karena mereka masih anak Sultan Sambaliung yang pantas untuk bergiliran mendapatkan posisi tersebut. Sebutan “Pemangku Adat” rasanya kurang tepat karena beliau berasal dari trah Kesultanan.
Sejak Sultan terakhir Sambaliung yaitu Sultan Muhammad Aminuddin wafat dan kedaulatan negara ini menjadi NKRI kita semua tahu bahwa tugas kita hanya melestarikan budaya, adat-istiadat dan kearifan lokal agar selalu terjaga marwahnya. Apresiasi terhadap para juriat Kesultanan juga menjadi sebuah kebanggaan tersendiri buat kita para anak cucunya.
– Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2018/09/26/3-pemangku-kesultanan-keraton-sambaliung/

Gelar raja Sambaliung: Sultan.

* 19 okt. 2009: Datu Fachruddin, putra tertua dari Sultan Mohammad Aminuddin, dilantik sebagai Sultan Sambaliung.
* july 2014: Datu Fachruddin diganti Datu Amir Muda.
* sept. 2014: Datu Amir dinobatkan jadi pemangku Adat
* febr. 2018: menunjuk Datu Hasanudin sebagai Pemangku Kesultanan Sambaliung yang baru.


2) Sejarah / History kesultanan Sambaliung

Kesultanan Sambaliung (sebelumnya bernama Kerajaan Tanjung) adalah kesultanan hasil dari pemecahan Kesultanan Berau, dimana Berau dipecah menjadi dua, yaitu Sambaliung dan Gunung Tabur pada sekitar tahun 1810-an. Jadi 3 kerajaan berasal dari kerajaan Berau:
* Kerajaan Sambaliung,
* Kerajaan Gunung Tabur,
* Kerajaan Bulungan.

Sultan Sambaliung pertama adalah Sultan Alimuddin yang lebih dikenal dengan nama Raja alam. Raja Alam adalah keturunan dari Baddit Dipattung atau yang lebih dikenal dengan Aji Suryanata Kesuma raja Berau pertama. Sampai dengan generasi ke-9, yakni Aji Dilayas. Aji Dilayas mempunyai dua anak yang berlainan ibu. Yang satu bernama Pangeran Tua dan satunya lagi bernama Pangeran Dipati.
Pada tahun 1960 M, bersama dengan Kesultanan Gunung Tabur, Kesultanan Sambaliung dihapuskan melalui keputusan parlemen Indonesia. Setelah itu, Kesultanan Sambaliung berubah nama menjadi Kecamatan Sambaliung.

Kebangkitan Kesultanan, 2009: 19 okt. 2009: Datu Fachruddin, putra tertua dari Sultan Mohammad Aminuddin, dilantik sebagai Sultan Sambaliung.
July 2014: Datu Fachruddin diganti Datu Amir Muda.
– Sumber:  https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Sambaliung

Peta kerajaan-kerajaan di Kalimantan timur


3) Sejarah perpecahan dua kerajaan di Berau

– Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2016/02/11/sejarah-perpecahan-dua-kerajaan-di-berau/

Pada awalnya bernama Kerajaan Berau, Raja Berau yang pertama adalah Baddit Dipattung dengan gelar Aji Surya Nata Kusuma 1377-1401. Lalu pada permulaan abad ke-17 pergantian Raja secara teratur dari ayah kepada anak spt yg terjadi 9 generasi terdahulu tdk terbagi lagi. Karena Aji Dilayas Raja ke IX berputra dua orang Pangeran yang berlainan ibu yaitu Pangeran Tua dan Pangeran Dipati.

Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama.

Konon ini adalah gambar dari Aji Suryanata Kusuma yang nama lainnya adalah BADDIT DIPATTUNG. Beliau ini adalah raja Berau yang pertama. Menurut mitos sejarah kelahirannya yang berasal dari sebuah bambu besar dekat kebunnya nini Barituk di Rantau Pattung Sungai Ulak. Sepintas memang sulit untuk diterima secara akal sehat proses kelahirannya akan tetapi karena ini cerita dari mulut ke mulut hingga saat ini masih menjadi sebuah misteri namun nama beliau tertulis dalam lembar sejarah kerajaan Berau. #keraton #keratonsambaliung #keratonsambaliung_berau #kesultanansambaliung #heritage #worldheritage #beraubangetinfo #beraubangethistory #banua #banuabarrau #jejak_budaya #kampanyebudaya #keratonsambaliung_beraukaltim
Sesudah Aji Dilayas mangkat kedua pangeran ini masing-masing didukung keluarga ibunya bersikeras mau menjadi raja. Akhirnya dengan keputusan musyawarah kerajaan kedua pangeran dan seterusnya keturunan mereka bergantian menjadi raja. Hingga akhirnya sampai pada Raja Alam (Sultan Alimuddin )  putera Sultan Amiril Mukminin turunan Pangeran Tua. Ketika giliran Raja Alam terjadi kericuhan sebab turunan Pangeran Dipati sudah 5 kali mendapat giliran sebagai Raja sedang turunan Pangeran Tua baru 4 kali.
Suasana menjadi tegang hal ini memicu terjadinya insiden dibeberapa tempat. Setiap musyawarah kerajaan dan kedua keluarga dalam penetapan giliran selalu timbul persengketaan yang berbahaya bagi kelangsungan hidup kedua keluarga ini.
Lalu diputuskan untuk membagi wilayah atas dua Kesultanan. Yaitu sebelah Utara sungai Berau (Kuran) serta tanah kiri kanan sungai Segah menjadi Kerajaan Gunung Tabur diperintah oleh Sultan Gazi Mahyudin (Sultan Aji Kuning II ) kemudian sebelah Selatan sungai Berau (Kuran) dan tanah kiri kanan sungai Kelay menjadi Kerajaan Sambaliung diperintah oleh Raja Alam  (Sultan Alimuddin ).
Kedudukan pemerintah di Muara Bangun dipindahkan. Sultan Aji Kuning II memilih Gunung Tabur yg terletak disebelah kanan  Muara cabang sungai Segah sebagai pusat pemerintahannya.  Sultan Alimuddin ( Raja Alam ) memindahkan pusat pemerintahannya  di kampung Gayam sebelah kanan masuk sungai Kelay disebut Tanjoeng. Sesuai dengan keputusan Seminar Hari Jadi Kota Tanjung Redeb tahun 1992 peristiwa itu terjadi pada tanggal 15 September tahun 1810 yang selalu diperingati di Berau setiap tahun sebagai Hari Jadi Kota Tanjung Redeb.
Sultan Alimuddin inilah Sultan pertama dari Tanjung yang kemudian bernama Kerajaan Sambaliung. Dulu posisi istananya ada di Tanjung dekat Muara kanan sungai Kelay tetapi dibakar dan dihancurkan oleh Belanda. Setelah kerajaan Berau terbagi dua, kedua Kesultanan ini hidup berdampingan secara damai, karena mereka sadar bahwa mereka berasal dari satu rumpun keluarga besar Aji Surya Nata Kusuma. Kesultanan Sambaliungpun membangun istananya kembali. Hanya penulis-penulis sejarah Belanda membesar-besarkan perbedaan pendapat antara kedua Kesultanan itu sesuai dengan politik adu domba demi suksesnya penjajahan mereka. Jadi saat perpecahan terjadi bukan karena campur tangan Belanda justru setelah perpecahan tsb Belanda berusaha ingin menghancurkan keduanya.


4) Daftar Raja / List of kings

– Sumber: https://defkeratonsambaliung.wordpress.com/2016/01/31/silsilah-raja-raja-berau/

* 1810-1844: Sultan Alimuddin (Raja Alam)
* 1844-1848: Sultan Kaharuddin
* 1848-1850: Sultan Hadi Jalaluddin
* 1850-1863: Sultan Asyik Syarifuddin
* 1863-1869: Sultan Salehuddin
* 1869-1881: Sultan Adil Jalaluddin
* 1881-1902: Sultan Chalifatullah Bayanuddin
* 1902-1960: Sultan Muhammad Aminuddin


5) Istana / Palace

Nama: Istana Sambaliung
Keraton atau Istana Sambaliung adalah salah satu bukti sejarah keberadaan Kesultanan Sambaliung di daerah Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Bangunan keraton yang ada sekarang diperkirakan berdiri sekitar tahun 1881 Masehi. Belum ditemukan keterangan yang jelas mengenai siapa pendiri keraton yang terletak di tepi Sungai Kelay ini. Sejak terakhir ditempati oleh Sultan ke—8, Muhammad Aminuddin (1902-1959), Keraton Sambaliung tidak lagi tempati oleh para keturunan dan kerabat Sultan. Kini, bangunan keraton ini telah beralih fungsi menjadi museum yang dikenal dengan Museum Keraton Sambaliung.
– Sumber: link
* Foto istana kerajaan Sambaliung: link

Istana Sambaliung

Istana Sambaliung

 


6) Peta Kalimantan kuno

Untuk peta-peta Kalimantan kuno (1570, 1572, 1594, 1601, 1602, 1740, 1747, 1760, 1835), klik di sini.

Peta Kalimantan (Borneo) tahun 1601


6) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Sambaliung di Wiki: link
– Sejarah kesultanan Sambaliung: http://www.bimbie.com/kesultanan-sambaliung.htm
– Sejarah kesultanan Sambaliung: http://berauonlinee.blogspot.co.id/2014/05/berau-kesultanan-sambaliung.html
– Kerajaaan Sambaliung dan Gunung Tabur: http://www.wisatapedia.net/index.php/telusur/kalimantan-timur/obyek-wisata/kesultanan-gunung-tabur-dan-sambaliung/
Tentang Keraton Sambaliung: link

– Daftar raja Sambaliung di Wiki: Wiki
Daftar raja Sambaliung:  http://sugeng-arianto.blogspot.co.id/2010/05/raja-raja-berau-gunung-tabur-dan.html

Datu Amir dinobatkan jadi pemangku Adat (sept. 2014): http://www.korankaltim.com/datu-amir-dinobatkan-jadi-pemangku-adat/

– Foto report Istana Sambaliung 2013 (received from kerajaan indonesia): link

Facebook

Datu Edy Sambaliung

Keraton Kesultanan Sambaliung


* Foto kesultanan Sambaliung: link
* Foto istana kerajaan Sambaliung: link


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s