Galesong, Kerajaan / Sul. Selatan – Kab. Takalar

Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan kepada pemerintah daerah Takalar untuk memugar Kerajaan Galesong. – See more at: http://rakyatsulsel.com/syl-minta-balla-lompoa-galesong-dipugar.html#sthash.IWC7vbLE.dpuf

Kerajaan Galesong terletak di Sulawesi, Kab. Takalar, prov. Sulawesi Selatan.
Raja bergelar Karaeng.

The Kingdom of Galesong is located in the district of Takalar. South Sulawesi.
The title of the kiing is Karaeng.

Klik foto untuk besar !

Lokasi Galesong

Lokasi Galesong

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)

Provinsi Sulawesi Selatan (hijau)


* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Istana / Palace
4 Peta-peta Sulawesi masa dulu
5 Sumber / Source
6 Foto


1) Tentang Raja / About the King

Present Karaeng: Karaeng Galesong, Mallarangang Adullah Krg Gassing.
Dilantik 9-1-2010: link

The present Karaeng was installed on 9 jan. 2010.


2) Sejarah / History kerajaan Galesong

Di dalam sejarah, Galesong adalah salah satu wilayah kekuasaan kerajaan Gowa. Terdapat satu catatan yang menjelaskan bahwa pada tanggal 13 Juni 1635, saat itu Sultan Alauddin (Raja Gowa ke -14) berada di Beba (kini adalah salah satu desa dimana terdapat Tempat Pendaratan Ikan yang ramai), salah satu daerah di utara Galesong di dekat pantai (yang menurut lontarak) kepunyaan Andi Mappanyukki, peristiwa ini dikatakan terjadi pada tanggal 18 Juni 1635.

Karaeng Galesong putra Sultan Hasanuddin dari istri keempatnya bernama I Hatijah I Lo’mo Tobo yang berasal dari kampung Bonto Majannang. Karaeng Galesong bernama lengkap I Mannindori Kare Tojeng Karaeng Galesong yang lahir pada 29 Maret 1655. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, ia diangkat sebagai Karaeng Galesong (Galesong, termasuk bawahan kerajaan Gowa) dan kemudian menjadi panglima perang kerajaan Gowa.

Pada tahun 1914 Kerajaan Galesong yang di Pangku Oleh Karaeng Larigau Dg. Mangingruru yang berakhir pada tahun 1951, kemudian selanjutnya pada tahun 1952 sampai dengan 2009 dilantiklah A.J.Bostan Karaeng Mamad’ja sebagai Pemangku Adat Karaeng Galesong, nama pemangku adat ini sebagai pengganti nama kerajaan karena tidak memungkin lagi pada struktur ketatanegaraan di Indonesia. Kerajaan Gowa dan Galesong tidak bias terpisahkan pada saat itu.

——————

In the past, Galesong was a region in the territory of the kingdom of Gowa. There is a note explaining, that on June 13, 1635, when Sultan Alauddin (King of Gowa the 14th) was in Beba (now one of the villages, where there is a lively fish landing place), Andi Mappanyukki got an area in northern Galesong, near the beach. This event is said to occur on June 18, 1635.
Karaeng of Galesong, son of Sultan Hasanuddins fourth wife named I Hatijah I Lo’mo Tobo was from Majannang Bonto village. Karaeng Galesong full name was: I Mannindori Kare Tojeng Karaeng Galesong, born on March 29, 1655. During the reign of Sultan Hasanuddin, he was appointed as Karaeng of Galesong and became warlord of the kingdom of Gowa.
– Source:
link

Peta Sulawesi selata tahun 1909
klik peta untuk besar


Sejarah Perjuangan Karaeng Galesong

Di dalam sejarah, Galesong adalah salah satu wilayah kekuasaan kerajaan Gowa. Karaeng Galesong pertama adalah putra sulung Sultan Hasanuddin dari istri keempatnya bernama I Hatijah I Lo’mo Tobo yang berasal dari Bonto Majannang. Karaeng Galesong lahir pada tanggal 29 Maret 1655. Pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin, Atas dasar bakat kepemimpinan yang dimilikinya, beliau diangkat oleh ayahnya sebagai Karaeng (Kare) di Galesong dan namanya menjadi I Mannindori Karaeng Tojeng Karaeng Galesong (Galesong, termasuk bawahan kerajaan Gowa) dan kemudian menjadi panglima perang kerajaan Gowa.

Kerajaan Gowa yang mahsyur berabad di kaki pulau Sulawesi itu, akhirnya takluk di moncong meriam Kompeni Belanda. Di daerah Bungaya, pada tahun 1667 I Mallombassi Daeng Mattawang, Sultan Hasanuddin bersimpuh pada klausul Bungaya (cappaya ri Bungaya) walau sangat merugikan kerajaan. 15 benteng di sepanjang pesisir selatan runtuh, petinggi kerajaan ramai-ramai tunduk pada Belanda.

Namun, Kompeni tidak serta merta menguasai jalur pelayaran Indonesia barat ke timur. Di laut Spermonde, mereka menyebut adanya gangguan dari “Macassarsche zee rovers”, lanun dari Makassar. Mereka adalah prajurit Kerajaan Gowa yang dipimpin oleh I Mannindori Kare Tojeng, penguasa wilayah Galesong di selatan Somba Opu.

I Mannindori, Raja Galesong atau Karaenga ri Galesong enggan tunduk pada isi Perjanjian Bungaya. Dia sesak pada isi perjanjian yang menurutnya tidak adil. Bulat tekadnya untuk melawan dan memilih meninggalkan tanah leluhurnya, berlayar ke barat menyusun strategi dan melanjutkan perlawanan.

Kualleangna tallanga natoalia” lebih baik ku pilih tenggelam dari pada kembali, begitulah isi benak Karaeng Galesong ketika memutuskan bersiasat ke laut. Dari pada tinggal tapi hanya jadi pemimpin tanpa pengikut, dari pada jadi panglima tanpa prajurit. Dari pada jadi Karaeng tanpa pengikut.

Karaeng Galesong I Manindori Kare Tojeng, 1662-1679

Karaeng Galesong I Manindori Kare Tojeng, 1662-1679

Sumber: http://nasruldp.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-perjuangan-karaeng-galesong.html?m=1


3) Istana / Palace

Nama Istana: Balla Lompoa


4) Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


5) Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Galesong:  http://abdulkadirdengmunt.blogspot.co.id/2015/06/kerajaan-galesong.html
Asal usul kerjaan Galesong:  http://putrakaraenggalesong.blogspot.co.id/2010/08/asal-usul-kerajaan-galesong.html
– Asal usul kerajaan Galesong: http://abdulkadirdengmunt.blogspot.co.id/2015/06/kerajaan-galesong.html
– Sejarah Perjuangan Karaeng Galesong: http://nasruldp.blogspot.co.id/2014/11/sejarah-perjuangan-karaeng-galesong.html?m=1

– Gubernur Sulsel menginstruksikan memugar Kerajaan Galesong (juni 2013): link
Ulang Tahun Gaukang Karaeng Galesong ke-252.  See: link

– Raja dilantik 9-1-2010 (jan. 2010): link


6) Foto

2010. KARAENG GALESONG. Ketua lembaga adat, Muh Roem Krg Mattawang, saat melantik pemangku adat Karaeng Galesong, Mallarangang Adullah Krg Gassing, disaksikan sejumlah lembaga adat Karaeng Galesong di istana Balla Lompoa, Galesong, Kabupatebn Takalar, Sulsel, Sabtu (9/1). Kerajaan Galesong mengukuhkan ketua adat Karaeng Galesong dan pemangku adat Karaeng Galesong sebagai penerus raja-raja sebelumnya. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/pd/10.

9-1-2010. KARAENG GALESONG. Ketua lembaga adat, Muh Roem Krg Mattawang, saat melantik pemangku adat Karaeng Galesong, Mallarangang Adullah Krg Gassing, disaksikan sejumlah lembaga adat Karaeng Galesong di istana Balla Lompoa, Galesong, Kabupatebn Takalar, Sulsel, Sabtu (9/1). Kerajaan Galesong mengukuhkan ketua adat Karaeng Galesong dan pemangku adat Karaeng Galesong sebagai penerus raja-raja sebelumnya. FOTO ANTARA/Sahrul Manda Tikupadang/Koz/pd/10.

Pewaris kerajaan (kanan, right): Karaeng Andi Muhammad Ali Aspar Arung Didi bersama Keluarga Besar Karaeng Galesong

Kiri: Karaeng Galesong bersama Pewaris kerajaan Bantayan: Karaeng Andi Muhammad Ali Aspar Arung Didi

Foto bersama Raja Galesong (2014)

Foto bersama Raja Galesong (2014)

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (dua kiri) bersama Pemangku Adat Galesong I, Mallarangang Karaeng Gassing (kiri) pada penganugrahan gelar kebangsawanan Galesong di Istana Balla' Lompoa Galesong, Kabupaten Takalar, Sulsel

Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD (dua kiri) bersama Pemangku Adat Galesong I, Mallarangang Karaeng Gassing (kiri) pada penganugrahan gelar kebangsawanan Galesong di Istana Balla’ Lompoa Galesong, Kabupaten Takalar, Sulsel

Makam Karaeng Galesong dengan bentuk persegi empat (sama sisi), berbeda dengan makam lainnya di dalam kompleks yang berbentuk persegi panjang sebagaimana biasanya. dari bentuk makam ini, banyak orang memahami bahwa makam sang Raja menunjukkan bahwa dia dikubur hidup-hidup, yang lainnya menilai bahwa bentuk persegi empat tersebut menunjukkan filosofi hidup orang Makassar yakni Sulapa Appa. Sumber: http://chengxplore.blogspot.co.id/2011/11/karaeng-galesong-kehujanan-di-ngantang.html

Makam Karaeng Galesong dengan bentuk persegi empat (sama sisi), berbeda dengan makam lainnya di dalam kompleks yang berbentuk persegi panjang sebagaimana biasanya. dari bentuk makam ini, banyak orang memahami bahwa makam sang Raja menunjukkan bahwa dia dikubur hidup-hidup, yang lainnya menilai bahwa bentuk persegi empat tersebut menunjukkan filosofi hidup orang Makassar yakni Sulapa Appa. Sumber: http://chengxplore.blogspot.co.id/2011/11/karaeng-galesong-kehujanan-di-ngantang.html

Suasana kompleks makam, tanah dan rumput terlihat basah setelah diguyur hujan, pemandangan tampak segar. Kompleks makam dibatasi oleh batu bata yang disusun serta pagar besi di bagian terluarnya. Ukuran batu bata yang digunakan sebagai pagar pembatas berbentuk persegi empat dan lebih besar dari ukuran bata biasanya. Sumber: http://chengxplore.blogspot.co.id/2011/11/karaeng-galesong-kehujanan-di-ngantang.html

Suasana kompleks makam, tanah dan rumput terlihat basah setelah diguyur hujan, pemandangan tampak segar. Kompleks makam dibatasi oleh batu bata yang disusun serta pagar besi di bagian terluarnya. Ukuran batu bata yang digunakan sebagai pagar pembatas berbentuk persegi empat dan lebih besar dari ukuran bata biasanya. Sumber: http://chengxplore.blogspot.co.id/2011/11/karaeng-galesong-kehujanan-di-ngantang.html

Sulawesi - Karaeng (raja, king) Galesong. Perjuangan menegakkan harga diri karaeng galesong

 Karaeng (raja, king) Galesong. Perjuangan menegakkan harga diri karaeng Galesong.


Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan kepada pemerintah daerah Takalar untuk memugar Kerajaan Galesong. – See more at: http://rakyatsulsel.com/syl-minta-balla-lompoa-galesong-dipugar.html#sthash.IWC7vbLE.dpuf
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan kepada pemerintah daerah Takalar untuk memugar Kerajaan Galesong. – See more at: http://rakyatsulsel.com/syl-minta-balla-lompoa-galesong-dipugar.html#sthash.IWC7vbLE.dpuf
1 Comment

One thought on “Galesong, Kerajaan / Sul. Selatan – Kab. Takalar

  1. Nobility area,not a principality

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: