Aiduma, kerajaan / Prov. Papua Barat – kab. Kaimana

Kerajaan Aiduma terletak di prov. Papua Barat, pulau Aiduma, kabupaten Kaimana.

The kingdom of Aiduma is located on prov. Papua Barat, Bomberai Peninsula, island of Aiduma, district of Kaimana.
For english, click here

Lokasi prov. Papua Barat

——————————
Lokasi Pulau Aiduma, kab. Kaimana


* Foto raja-raja di Papua yang masih ada: link
* Foto kerajaan Papua dulu: link
* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto suku suku Papua: link


Tentang raja sekarang (2020)

Tidak ada info tentang raja sekarang.


Sejarah kerajaan Aiduma

Kerajaan-kerajaan yang terdapat di daerah Kowiai (kab. Kaimana) adalah:
* kerajaan Kowiai, sering disebut juga dengan nama kerajaan Namatota, dengan pusat kekuasaan di pulau Namatota,
* kerajaan Aiduma dengan pusat kekuasaan di pulau Aiduma.
Kerajaan Aiduma diperkirakan kejayaannya blangsung antara abad ke-13 sampai dengan abad ke-16.
Tentang kerajaan Aiduma tidak ada info.


Daftar raja kerajaan Aiduma

1872-1904: Abd al-Majid Jamal ad-Din
1904-1945: Jamal ad-Din
1945 – : Bahar ad-Din Dekamboe

Raja kerajaan Aiduma / Koviai, 1874.


Kerajaan kerajaan di Papua Barat

1) Kabupaten Kaimana

Kerajaan Aiduma
Kerajaan Kaimana / Raja Komisi
Kerajaan Kowiai/kerajaan Namatota

2) Kabupaten Fak Fak

Kerajaan Fatagar (marga Uswanas)
Kerajaan Rumbati (marga Bauw)
Kerajaan Atiati (marga Kerewaindżai)
Kerajaan Patipi
Kerajaan Sekar (marga Rumgesan)
Kerajaan Wertuar (marga Heremba)
Kerajaan Arguni

3) Kabupaten Raja Empat

Kerajaan Waigeo
Kerajaan Misool/Lilinta (marga Dekamboe)
Kerajaan Salawati (marga Arfan)
Kerajaan Sailolof/Waigama (marga Tafalas)
Kerajaan Waigama


Sejarah kerajaan-kerajaan di Fak Fak, Papua Barat

Di Fakfak, Papua Barat berdiri 7 kerajaan Islam yang dalam bahasa setempat disebut dengan pertuanan. Masing-masing pertuanan (kerajaan) ini dipimpin oleh seorang raja.
Tujuh pertuanan ini yaitu:
Pertuanan Atiati di Werpigan,
Pertuanan Fatagar di Fakfak,
Pertuanan Arguni di Arguni,
Pertuanan Sekar di Kokas,
Pertuanan Wertuar di Kokas,
Pertuanan Rumbati di Rumbati dan
Pertuanan Patipi di Patipi Pasir.
Tujuh pertuanan ini terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Mbaham, Suku Ma’ta, Suku Mor, Suku Onim, Suku Irarrutu dan Suku Arguni yang masing-masih memiliki bahasa sendiri.

Wilayah masing-masing pertuanan sangat erat kaitannya dengan adat istiadat pertuanan. Pertuanan Ati-Ati wilayah adatnya di Distrik Fakfak Barat, Distrik Wartutin, Distrik Fakfak Timur, Distrik Karas dan Distrik Fakfak Timur Tengah.
Pertuanan Fatagar wilayah adatnya di Distrik Fakfak dan Distrik Pariwari, Pertuanan Arguni wilayah adatnya mulai dari pesisir Pantai Arguni hingga kawasan Distrik Bomberay.
Pertuanan Sekar dan Wertuar dengan wilayah adatnya di Distrik Kokas, Distrik Kayauni dan Distrik Kramongmongga. Pertuanan Patipi dan Rumbati dengan wilayah adat di Distrik Teluk Patipi dan Distrik Furwage.

Sejarah pertuanan ini terbentuk pada abad ke-16, saat itu tokoh-tokoh penting Semenanjung Onin, di kawasan Teluk Berau mengunjungi Kerajaan Bacan, di Maluku Utara. Dari kunjungan itu terbentuklah kerajaan-kerajaan atau pertuanan di Fakfak.
Pada awalnya, letak pusat-pusat pertuanan tersebut saling berdampingan di ujung barat Semenanjung Onin. Namun, pada tahun 1878, pertuanan Fatagar dan Atiati bergeser ke Pulau Ega.

Dalam perkembangannya selanjutnya, Raja Atiati memindahkan pusat pertuanan ke suatu tempat di Semenanjung Onin, berdekatan dengan Pulau Ega. Pusat pertuanan yang baru ini kemudian disebut dengan Atiati sesuai nama raja. Sedangkan Raja Fatagar memindahkan pusat pertuanannya ke Merapi, sebelah timur Distrik Fakfak sekarang.

– Sejarah lengkap kerajaan di Papua: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/sites/17/2015/03/Kerajaan-Fatagar-Dalam-Sejarah-Kerajaan-Kerajaan-Di-Fakfak-Papua-Barat.pdf


Sejarah kerajaan-kerajaan di Raja Empat, Papua Barat

Asal usul Raja Ampat tak bisa dilepaskan dari suku asli yang mendiami pulau terbesar di Raja Ampat, Waigeu, yakni suku Maya. Hingga saat ini suku asli Raja Ampat ini masih berdiam di pulau Waigeu.  Namun mereka tidak tinggal di Waisei yang merupakan Ibukota Kabupaten Raja Ampat, suku Maya memilih tetap tinggal di pedalaman. Menurut Yohanes yang kini menjabat sekretaris dewan adat suku Maya, kisah asal usul Raja Ampat tak bisa dipisahkan dari cerita munculnya raja-raja dari suku Maya.
Terdapat beberapa versi cerita mengenai asal-usul nama Raja Ampat yang diwariskan turun-temurun dari didalam kehidupan masyarakat asli kepulauan Raja Ampat.
Salah satu versi dari cerita ini adalah sebagai berikut. Raja Ampat ditinjau dari sisi sejarah ditinjau dari sisi sejarah, Kepulauan Raja Ampat di abad ke-15 merupakan bagian dari kekuasaan kesultanan Tidore, sebuah kerajaan besar yang berpusat di Kepulauan Maluku.
Untuk menjalankan pemerintahannya, kesultanan Tidore ini menunjuk 4 orang Raja lokal untuk berkuasa di pulau Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool yang merupakan 4 pulau terbesar dalam jajaran kepulauan Raja Ampat sampai sekarang ini. Istilah 4 orang Raja dalam yang memerintah di gugusan kepulauan itulah yang menjadi awal dari nama Raja Ampat.

Berdasarkan sejarah, di Kepulauan Raja Ampat terdapat empat kerajaan tradisional, masing-masing yaitu:
* Kerajaan Waigeo, dengan pusat kekuasaannya di Wewayai, pulau Waigeo; penguasa kerajaan Waigeo (sejak zaman ke-16 bawahan kesultanan Ternate):
– Gandżun (1900-1918)
* Kerajaan Salawati, dengan pusat kekuasaan di Samate, pulau Salawati Utara; penguasa kerajaan Salawati (sejak zaman ke-16 bawahan kesultanan Ternate):
– Abd al-Kasim (1873-1890)
– Muhammad Amin (1900-1918)
– Bahar ad-Din Arfan (1918-1935)
– Abu’l-Kasim Arfan (1935-?)
* kerajaan Waigama/Sailolof dengan pusat kekuasaan di Sailolof, pulau Salawati Selatan; penguasa kerajaan Waigama (sejak zaman ke-16 bawahan kerajaan Bacan):
– Abd ar-Rahman (1872-1891)
– Hasan (1891/1900-1916)
– Syams ad-Din Tafalas (1916-1953)
* kerajaan Misool/Lilinta, dengan pusat kekuasaan di Lilinta, pulau Misol; penguasa kerajaan Lilinta/Misol (sejak zaman ke-16 bawahan kerajaan Bacan):
– Abd al-Majid {1872-1904)
– Jamal ad-Din (1904-1945)
– Bahar ad-Din Dekamboe (1945 – )

– Sejarah lengkap kerajaan di Papua: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/wp-content/uploads/sites/17/2015/03/Kerajaan-Fatagar-Dalam-Sejarah-Kerajaan-Kerajaan-Di-Fakfak-Papua-Barat.pdf

Fort Belanda, du Bus tahun 1828


Peta-peta kuno Papua

Klik di sini untuk peta-peta kuno Papua tahun, 1493, abad ke-16, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857.

Peta tahun 1493


Sumber

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/wiki/Papua_Barat_%28wilayah%29
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat lengkap: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/
– Sejarah kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sistem kerajaan2 tradisional di Papua: http://papuaweb.org/dlib/s123/mansoben/05.pdf
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/2013/11/papua-barat-wilayah_22.html
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Bomberai
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Raja_Ampat


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: