Moutong, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Parigi Moutong

Kerajaan Moutong adalah kerajaan di Sulawesi, Kab. Parigi Moutong, prov. Sulawesi Tengah. Tahun 1778 kerajaan Moutong terbentuk, berdiri sampai 1945.

The kingdom of Moutong was a kingdom on Sulawesi, in the District of Parigi Moutong, prov. of Central Sulawesi. In 1778 the kingdom of Moutong was founded; it existed until 1945.
For english, click here

Lokasi kabupaten Parigi Moutong


* Foto foto kerajaan Moutong: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN MOUTONG

Tentang Raja

Dynasty-chief (2017): YM. Madika H. Samsurizal Tombolututu


Sejarah kerajaan Moutong

Umum

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu:
1. Kerajaan Palu
2. Kerajaan Sigi Dolo
3. Kerajaan Kulawi
4. Kerajaan Biromaru
5. Kerajaan Banawa
6. Kerajaan Tawaili
7. Kerajaan Moutong
8. Kerajaan Parigi

Sejarah kerajaan Moutong

Kerajaan Moutong merupakan salah satu kerajaan besar yang ada di wilayah Sulawesi tengah, tepatnya di Kabupaten Moutong. Kerajaan Moutong terbentung atas cikal bakal dari Kerajaan Kasimbar. Kerajaan-kerajaan ini memiliki sistem kekuasaan yang masih sangat sederhana atau bersifat tradisional, yang memang saat itu masih kental dengan tradisi dan bersih dari sentuhan tangan-tangan penjajah.

Kerajaan Moutong terbentuk atas cikal bakal dari Kerajaan Kasimbar yang bernama Raja Pataikacci (Arajang Logas) memerintahkan anaknya bernama Magallatu untuk tinggal di Moutong pada tahun 1771. Sekitar tahun 1778 kekuasaan diserahkan pada anaknya untuk menjadi Raja. Saat itulah Manggalatu memilih Moutong sebagai pusat kerajaan, sedangkan kerajaan Kasimbar tetap dijalankan, yang diserahkan kapada saudara Magallatu yakni Baru’langi, dan kemudian digantikan lagi oleh Suppu (1899-1904). Pada masa kekuasaan Raja Suppu (Raja Kasimbar), pemerintah Kolonial Belanda berhasil membujuk bekerja sama, sehingga Ratu Wilhelmina di Nederland  sebagai kepala pemerintahan kerajaan Belanda, mengeluarkan Besluit (surat keputusan) resminya suppu menjadi paduka raja Kasimbar.

Sejak 1778 kerajaan Moutong terbentuk, dan dipimpin oleh Pataikaci yang tidak lama kemudian dipimpin oleh raja Magallatu sebagai raja ke-2  Moutong. Kehidupan masyarakat  sangat damai,  perekonomian dan pendapatan sudah mencukupi. Saat itupula pedagang asing mulai berdatangan untuk berdagang bersama, seperti portugis, inggris, Belanda, dan Cina. Kedatangan para pedagang asing tersebut dengan cara damai, seperti halnya di daerah yang ada di Indonesia lainnya.

Pada waktu Raja Massu diangkat sebagai Raja ke-3 untuk kerajaan Moutong pada tahun 1822-1877. Hubungan dagang dengan pedagang lokal maupun asing masih tetap terjalin baik. Pada masa ini pula penyebaran agama islam mulai dilakukan pedagang Bugis dan Mandar yang dikenal dengan istilah Pandita.
Pada tahun 1877-1904 Raja Tombolotutu diangkat menjadi Raja ke-4.
Perang Moutong terjadi antara raja Moutong Tombolotutu dengan belanda sampai tahun 1901 yang memaksa raja Tombolotutu untuk bergerilia dan belandapun menguasai kerajaan Moutong. Untuk menjaga kepercayaan masyarakat Moutong terhadap belanda, maka belanda mengangkat seorang raja dari keturunan Raja Tombolotutu yaitu Raja Borman, yang berkuasa dari tahun 1901 – 1924.

Setelah menjadi raja, Raja Borman mengatur siasat untuk melawan belanda. Perangpun terjadi dan akhirnya Raja Borman berhasil di tangkap oleh belanda dan dipenjara di Donggala.
Kemudian pemerintah belanda mengangkat wakil dari Raja Borman yang bernama Lambakarang yang berkuasa dari tahun 1925 – 1927, lalu Raja Saenso Lahiya 1927 – 1928.

Raja terakhir adalah Raja Kuti Tombolotutu yang dilantik di Tomini tepatnya di Polu Polantiane Puange (sekarang batu tersebut di tengah lapangan batu raja Tomini) dengan pusat kerajaan di Tinombo dan benteng pertahanannya di Moutong dikenal dengan Buluhye Nopoae.
Raja Kuti Tombolotutu berkuasa dari tahun 1929 – 1945 dan wafat pada tahun 1965.

Yang jelasnya bahwa Raja Tombolotutu dan Raja Borman sama sama menentang penjajahan Belanda di Sulawesi Tengah dengan cara mereka masing masing.

Raja Moutong, Tombolotutu


Daftar raja kerajaan Moutong

Kerajaan Moutong terbentuk atas cikal bakal dari kerajaan kasimbar yang bernama Raja Pataikacci (Arajang Logas) memerintahkan anaknya bernama Magallatu untuk tinggal di Moutong pada tahun 1771.

1) 1778: kerajaan Moutong terbentuk, dan dipimpin oleh Pataikaci
2) Raja Magallatu,
3) 1822-1877: Raja Massu,
4) 1877-1904: Raja Tombolotutu,
5) 1901-1924: Raja Borman,
6) 1925-1927: Raja Lambakarang,
7) 1927-1928: Raja Saenso Lahiya,
8) 1929-1945: Raja Kuti Tombolotutu.

Raja Borman, Raja kerajaan Moutong tahun 1908-1929 dengan gelar Puang Meisi


Sistem pemerintahan

Sistem pemerintah tradisional yang berkembang di Moutong yang disebut kekuasaan keolongianan yang terdiri atas jojogu, wukum/ukumi, madding/marinu, kapitan/kapitalau, pasobo, pasori, dan pangata. Dalam pandangan tradisional biasanya disebut sebagai pelaku adat masyarakat setempat inilah pangkat Birokrasi tradisional yang memiliki kedudukan penting di ke olongianan tersebut.

– Sumber dan lengkap: http://rezkidesmita.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-kerajaan-moutong-metodologi.html

Raja Moutong Kuti “Datu Pamusu” Tombolotutu bersama Istri Ketiganya ( Boki, Madawara) yang merupakan saudara sepupunya (anak dari Raja Borman), dari perkawinan tersebut beliau dikaruniai seorang anak bernama Panji Putra, tetapi sayang Panji meninggal di usia dini. – Sumber: Komunitas Historia Sulawesi Tengah, Facebook.


Istana kerajaan Moutong

Rumah Tertua di Parigi Moutong Kec Moutong, Desa Moutong Timur. Di bagun Pada tahun 1902. Raja-raja dulu berada disini.


Kediaman Raja Tombolututu

Raja Tombolotutu adalah raja Moutong tahun 1877-1904.
Memasuki Kec. Tinombo dengan jarak ± 160 km dari kota Parigi, Anda dapat mengunjungi rumah kediaman dan peninggalan Raja Kuti Tombolotutu yaitu raja yang berkuasa sejak tahun 1929 sampai wafat tahun 1965, menguasai kerajaan Tomini dan Moutong.
Sumber: https://pariwisataparimo.wordpress.com/potensi-pariwisata/cagar-budaya/rumah-raja-kuti-tombolotutu/


Sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Donggala

Untuk sejarah kerajaan-kerajaan di wilayah Donggala, klik di sini


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Sejarah terbentukya desa Moutong:  http://eksmoutong.blogdetik.com/2011/07/01/sejarah-terbentuknya-desa-moutong/
Sejarah kerajaan Moutong: http://rezkidesmita.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-kerajaan-moutong-metodologi.html
– Sejarah desa / kerajaan Moutong: https://kpundanga.wordpress.com/category/sejarah/sejarah-desa/

– Sistem pemerintahan: http://rezkidesmita.blogspot.co.id/2014/01/sejarah-kerajaan-moutong-metodologi.html
Sejarah Donggala: Wiki


Foto foto kerajaan Moutong

Raja Parigi dan Raja Moutong (Bupati Parigi Moutong) Menjamu Sri Sultan Hamengkubowono di Parigi Sulawesi Tengah. 2016

——————————————–
Magau Parigi (Tagunu) berdiri disebelah kanan Raja Moutong Kuti Tombolotutu, saat prosesi adat.

– Sumber: Mohamad Antho Heriantho, Facebook

———————————–
Jabatan raja Moutong, Koeti Tombolotutu zaman jepang

———————————–
Raja Tinombo Kuti Tombolotutu bersama istri, Tinombo. Magau dari Moutong.

———————————-
Moutong, Sulawesi – Peninggalan Raja Tombolotut.

Sumber: https://pariwisataparimo.wordpress.com/potensi-pariwisata/cagar-budaya/rumah-raja-kuti-tombolotutu/

Moutong, Sulawesi - Peninggalan Raja Tombolotut. Sumber: https://pariwisataparimo.wordpress.com/potensi-pariwisata/cagar-budaya/rumah-raja-kuti-tombolotutu/

————————————–
Salah satu baju kebesaran kerajaan sojol Kuti Tombolotutu (datupamusu) Menurut tutura… Kuti Tombolotutu (datupamusu) adalah anak dari raja tombolotutu… Saat pengejaran raja tombolotutu oleh pihak belanda.. Raja tombolotutu terus bergerak sampai tiba kegunung sojol dan bertemu dgn kepala kampung yang bernama sinala dan anaknya kaleolangi … Hasil pertemuan tersebut raja tombolotutu kerja sama dgn kepala kampung untuk menentang pihak belanda…. Permaisuri {tidak disebut namanya} melahirkan anak dari raja tombolotutu yang di beri nama datupamusu atau kuti tombolotutu

————————————-
Moutong, Sulawesi – Peninggalan Raja Tombolotutu.

Sumber: https://pariwisataparimo.wordpress.com/potensi-pariwisata/cagar-budaya/rumah-raja-kuti-tombolotutu/

Moutong, Sulawesi - Peninggalan Raja Tombolotutu. Sumber: https://pariwisataparimo.wordpress.com/potensi-pariwisata/cagar-budaya/rumah-raja-kuti-tombolotutu/

——————————
Rumah Tertua di Parigi Moutong Kec Moutong, Desa Moutong Timur. Di bagun Pada tahun 1902. Raja-raja dulu berada disini.

——————————

Raja Tombolotutu


2 Comments

2 thoughts on “Moutong, kerajaan / Prov. Sulawesi Tengah – kab. Parigi Moutong

  1. Pingback: Kerajaan Tawaili – ToKaili

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Terima kasih atas kommen anda ! Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: