Mangkunegaran, kadipaten / Prov. Jawa Tengah – Surakarta

ꦩꦁꦏꦸꦤ​ꦒꦫ

.

Kadipaten Mangkunegara (atau Praja Mangkunegaran) dibentuk tahun 1757, dan berdiri sampai sekarang. Terletak di prov. Jawa Tengah, kota Surakarta.
Penguasa bergelar “Pangeraan Adipati Arya”.

The principality of Mangkunegara (or Praja Mangkunegaran) was founded in 1757 and exists untill ttoday.  Located in central Jawa, in the city of Surakarta.
For english, click here

Lokasi Surakarta (Mangkunegaran)


* Foto Kadipaten Mangkunegara: link
* Foto Keraton (Istana) Mangkunegara: link

* Foto sultan dan raja, yang masih ada di Jawa: link
* Foto keraton di Jawa, yang masih ada: link
* Foto Batavia (Jakarta) masa dulu: link

* Foto Jawa masa dulu: link
* Penyerbuan Batavia oleh Sultan Agung, 1628/1628: link
* Foto perang Diponegoro, 1825: link

* Foto situs kuno di Jawa: link


1 Tentang Raja / About the king
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of kings
4 Keraton / Palace
5 Tempat pemakaman Astana Mangadeg
6 Tempat pemakaman Astana Girilayu

7 Sumber / Source


1) Tentang Adipati sekarang (2020)

Adipati sekarang (sejak 1987): Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangku Negara, Mangku Negara IX.
Lahir tahun 1951, (born 1951). Beliau menggantikan ayahnya Mangku Negara VIII, pada tanggal 3 September 1987.

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkoenagoro IX (1988 ...

Adipati (bahasa Sanskerta अधिपति, adhipati: “tuan, kepala, atasan; pangeran, tuan tertinggi, raja”) adalah sebuah gelar kebangsawanan untuk orang yang menjabat sebagai kepala wilayah yang tunduk/bawahan dalam struktur pemerintahan kerajaan di Nusantara, seperti di Jawa dan Kalimantan. Wilayah yang dikepalai oleh seorang Adipati dinamakan Kadipaten.
– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Adipati


2) Sejarah

I Garis sejarah kerajaan Jawa: link

II Sejarah Kadipaten Mangkunegaran

Setelah Sultan Agung I (memerintah 1613 hingga 1645), kekuasaan dan pamor Kesultanan Mataram merosot akibat perebutan kekuasaan dan konflik suksesi dalam keluarga kerajaan. Kursi Mataram di Plered dekat Kotagede runtuh setelah pemberontakan Trunojoyo pada tahun 1677.

Sunan Amral (Amangkurat II) merelokasi istana ke Kartasura. Pada masa pemerintahan Sunan Pakubuwono II, pada tahun 1742 Raden Mas Garendi (Sunan Kuning) melancarkan pemberontakan melawan mahkota dan juga VOC. Raden Mas Garendi adalah putra Pangeran Teposono dan juga cucu Amangkurat II. Pemberontak berhasil menguasai ibukota Kartasura dan menggulingkan Pakubuwono II yang melarikan diri dan mengungsi ke Ponorogo.

Dengan bantuan Adipati Cakraningrat IV penguasa Madura bagian barat, Pakubuwono II merebut kembali ibu kota dan menumpas pemberontakan. Namun istana Kartasura hancur dan dianggap tidak menguntungkan karena terjadi pertumpahan darah di sana.

Pakubuwono II memutuskan untuk membangun istana dan ibu kota baru di desa Sala (Solo). Perpindahan ibu kota ke desa Sala diperingati dalam chandrasengkala (kronogram) “Kombuling Pudya Kepyarsihing Nata” yang bertepatan dengan Rabu 12 Sura 1670 tahun Jawa (17 Februari 1745).

Gejolak politik diselesaikan pada masa Sunan Pakubuwana III, setelah Kesultanan Mataram terpecah menjadi dua. Pada 13 februari 1755 wilayah Mataram dibagi menjadi dua yaitu Kesultanan Ngayogyakarta dan Kesultanan Kasuhunan Surakarta, pembagian wilayah ini diatur dalam Perjanjian Giyanti (1755). Kemudian pada tahun 1757 dengan campur tangan Belanda dan berdasarkan perjanjian Salatiga (1757), kesultanan Mataram dibagi lagi menjadi tiga bagian, yaitu Kesultanan Yogyakarta, Kasuhunan Surakarta dan Kadipaten Mangkunegaran.
Dan pada tahun 1813 Kesultanan Yogyakarta dipecah lagi menjadi dua yaitu Kesultanan Yogyakarta dan Kadipaten Pakualaman.

Jadi, sejak 1813 ada 2 Kesultanan dan 2 Kadipaten di Jawa Tengah dan masih ada sampai sekarang:

– Kesultanan Yogyakarta,
– Kesultanan Surakarta,
– Kadipaten Mangkunegaran,
– Kadipaten Paku Alaman.

– Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Praja_Mangkunegaran

——————————
Jawa tahun 1757 setelah Perjanjian Giyanti: Surakarta, Yogyakarta dan Mangkunegaran

1 jawa setelah perjanjian gianti 1757

——————————
Jawa tahun 1830: Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman

jawa 1830


3) Daftar Adipati / List of Adipati

* 1757-1795: Mangkunegara I  (engl. link); Raden Mas Said

* 1975-1835: Mangkunegara II (engl. link); Raden Mas Sulomo, Cucu dari Mangkunegara I

* 1835-1853: Mangkunegara III; Raden Mas Sarengat, Cucu dari Mangkunegara II

* 1853-1881: Mangkunegara IV (engl. link); Raden Mas Sudira, Cucu dari Mangkunegara II

* 1881-1896: Mangkunegara V; Raden Mas Sunito, Saudara dari Mangkunegara IV

* 1896-1916: Mangkunegara VI (engl. link); Raden Mas Suyitno, Saudara dari Mangkunegara V

* 1916-1944: Mangkunegara VII; Raden Mas Soerjo Soeparto, Anak dari Mangkunegara V

* 1944-1987: Mangkunegara VIII (engl. link); Raden Mas Hamidjojo Saroso, Anak dari Mangkunegara VII

* 1987-……..: Mangkunegara IX (engl. link); Raden Mas Soedjiwo Koesoemo, Anak dari Mangkunegara VIII

Click to enlarge

Click to enlarge

– Sumber / Source: Wiki


4) Keraton: Pura (Puro) Mangkunegaran

Keraton Mangkunegaran adalah istana tempat kediaman Sri Paduka Mangkunagara di Surakarta dan dibangun setelah tahun 1757 dengan mengikuti model keraton yang lebih kecil.
* Foto foto Keraton Mangkunegara: link

– Sumber Wiki: link

– About the palace: link
About the palace: link


5) Tempat pemakaman Astana Mangadeg

Astana Mangadeg (mangadeg: berdiri) adalah kompleks pemakaman untuk penguasa awal (“Mangkunagara”) dan kerabat dekat (dalem) Praja Mangkunegaran. Di kompleks ini dimakamkan Mangkunagara I (MN I), MN II, dan MN III; masing-masing dengan mausoleum tersendiri. Selain itu di dalam kompleks ini juga dimakamkan sejumlah kerabat dekat dan para pembantu perjuangan dalam peperangan melawan Kesultanan Mataram dan VOC hingga berakhir dengan disepakatinya Perjanjian Salatiga (1758).
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Astana_Mangadeg

Astana Mangandeg

Astana Mangandeg


6) Pemakaman Astana Girilayu

Astana Girilayu (giri: gunung/bukit, layu=mati) adalah kompleks pemakaman untuk penguasa (“Mangkunagara”) dan kerabat dekat (dhalem) Praja Mangkunegaran. Di kompleks ini dimakamkan Mangkunagara IV, Mangkunagara V, Mangkunagara VII, dan Mangkunagara VIII (penguasa terakhir yang mangkat); masing-masing dengan mausoleum tersendiri.
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Astana_Girilayu

Astana Girilayu

Astana Girilayu


7) Sumber / Source

– Sejarah Kadipaten Mangkunegara di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Praja_Mangkunegaran
– Sejarah Kadipaten Mangkunegara: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-mangkunegaran.htm
– Tentang Keraton Mangkunegara di Wiki: link
– Tentang Keraton Mangkunegara: https://anisavitri.wordpress.com/2011/06/24/keraton-mangkunegaran-surakarta-kebanggaan-wong-solo-kebanggaan-orang-indonesia-joglo-terbesar/
Tentang Pangeran Mangkunegara IX di Wiki: link
Daftar Pangeran Mangkunegara: Wiki

Perjanjian Giyanti, 1755: link


Pangeran Mangkunegara IX

Sultan Mangkunegara IX———————–

Naskah Perjanjian Giyanti 1755

Naskah Perjanjian Giyanti 1755


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: