Sampang, Kabupaten / Madura

Kabupaten Sampang. Terletak di pulau Madura, Kab. Sampang.

Kabupaten of Sampang. Located on the island of Madura, district Sampang.

Klik foto untuk besar !

Kabupaten Sampang

Kabupaten Sampang

Lokasi Pulau Madura (panah merah)

Lokasi Pulau Madura (panah merah)


* Foto foto kerajaan-kerajaan di Madura: link


Sejarah kerajaan-kerajaan di Madura.

Sebelum abad ke 18, Madura terdiri dari kerajaan-kerajaan yang saling bersaingan, akan tetapi sering pula bersatu dengan melaksanakan politik perkawinan. Di antaranya kerajaan-kerajaan tersebut adalah Arosbaya, Blega, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.
Di samping itu kerajaan-kerajaan di Madura berada dibawah supermasi dari kerajaan yang lebih besar yang kekuasaannya berpusat di Jawa. Antara tahun 1100-1700, kerajaan-kerajaan itu berada dibawah supermasi kerajaan Hindu di Jawa Timur, kerajaan-kerajaan Islam dipesisir Demak dan Surabaya serta kerajaan Mataram di Jawa Tengah.
Peda pertengahan abad ke 18, Madura berada di bawah pengarush VOC/Kompeni Belanda. Setelah Kompeni dibubarkan pada tahun 1879, Madura dengan berangsur-angsur menjadi bagian dari Kolonial Belanda sampai dengan masa pendudukan Bala Tentara Jepang.


Sejarah / History Sampang

Sampang adalah sebuah kabupaten di Madura yang ada di sebelah utara bagian timur dari pulau Jawa. Sejarah kuno Sampang hanya dikenal dari beberapa prasasti dengan Sangkala Chandra.
Pemerintahan Sampang sebenarnya telah ada sejak tahun 1478. sekian kali pergantian, sukses, pemimpin Sampang sampai sekarang tahun 2013, Sampang telah berbenah.
Pada Zaman Majapahit di Sampang ditempatkan seorang Kamituwo yang pangkatnya hanya sebagai patih, jadi boleh dikatakan kepatihan yang berdiri sendiri.

Sewaktu Majapahit mulai mundur, di Sampang berkuasa Ario Lembu Peteng atau terkenal dengan sebutan Bondan Kejawan atau Ki Ageng Tarub II atau Prabu Brawijaya VI, Putera ke 14 dari Raja Majapahit Prabu Bhre Kertabhumi atau Prabu Brawijaya V atau Raden Alit dengan selirnya yaitu Puteri Champa yang bernama Ratu Dworo Wati atau Puteri Wandan Kuning. Lembu Peteng akhirnya pergi memondok di Masjid Ampel dan meninggal di sana.
Yang mengganti Kamituwo di Sampang adalah putera yang tertua ialah Ario Menger yang keratonnya tetap di Madekan.
————–
Sampang, Madura is a district in the north eastern part of Madura. In ancient history Sampang is only known from a few inscriptions of the Sangkala Chandra.
Sampang exists since 1478. 
In the Age of Majapahit in Sampang a person called Kamituwo  lived in Sampang, whose rank was only a patih (governor).
When Majapahit begun to retreat, the ruler in Sampang was Ario Lembu Peteng or known as Bondan Kejawan or Ki Ageng Tarub II or King UB VI, the 14th son of the King of Majapahit Prabu Bhre Kertabhumi or Prabu Brawijaya V or Raden Alit with his concubine named Puteri Champa, named Ratu Dworo Wati or Puteri Wandan Kuning. Lembu Peteng finally went to the Ampel Mosque and died there.
Kamituwo in Sampang was replaced by his oldest son, Ario Menger, whose keraton was in Madekan.


Penguasa Sampang / Rulers of Sampang

Sejak / since 1478 sampai / until 2013 M

* 1478: Kamituwo di Madegan – Sampang : Raden Ario Lembu Petteng
* Raden Ario Menger
* Raden Ario Pojok

Penguasa Sampang (status sama dengan kerajaan kecil) :

* ……..-…….: Adipati Pramono
* …….-1530: Adipati Bonorogo
* 1531-1592: Pangeran Sidhing Gili
* 1592-1623: Adipati Pamedakan
* 1623-1624: Adipati Merto Sari

Kerajaan Madura :

* 1624-1648: Pangeran Cakraningrat I (Raden Praseno)
* 1648-1680: Pangeran Cakraningrat II (Raden Undakan), menjadi Raja Madura barat berkeraton di Tonjung, – Kabupaten Bangkalan

Pasca Kerajaan Madura (Penguasa Sampang) :

* 1680: Raden Ario Purbonegoro ( 1680 )
* Raden Ario Purwonegoro Ganta
* Raden Ario Purbonegoro (Raden Demang Panjang Suro)
* Raden Tumenggung Purbonegoro / Minggu (Gung Purbo)
* Raden Ario Mloyo Kusumo (Penguasa terakhir, berdiri sendiri)

Zaman Penjajahan Belanda ( terhitung sejak 1 November 1885):

* 1884-…: Bupati pertama ( Tumenggung Ario Kusumoadiningrat
* …-…: Bupati kedua ( Tumenggung Ario Condrokusumo)

* 1913-1918: Bupati keempat ( Tumenggung Ario Suryowinoto)
* 1918-1923: Bupati kelima ( Tumenggung Ario Kertoamiprojo)
* 1923-1931: Bupati keenam ( Tumenggung Ario Sosrowinoto)

– Sumber / Source: link


klik peta-peta di bawah untuk besar

Peta lokasi Madura tahun 1616

Peta lokasi Madura tahun 1660


Sumber / Source

Asal usul Kabupaten Sampang: http://www.kompasiana.com/agungjumadi/asal-usul-kabupaten-sampang-madura-dalam-sejarah_55208c4aa33311af4646d01e
– Sejarah Kab. Sampang di: Wiki
Sejarah Sampang dan Madura Barat: http://www.tokomaduraonline.com/20141217569/asal-mula-terbentuk-nya-kab-sampang-di-pulau-madura.html
– Sejarah Sampang: http://www.sampangkab.go.id/sites/page/dokumen/39
Daftar Penguasa: link

———————–

– Sejarah pulau Madura: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura#Sejarah
– Asal usul pulau Madura: https://madurajatim.wordpress.com/2011/06/14/asal-usul-pulau-madura/
– Sejarah pulau Madura: http://www.alfaemedia.com/2015/07/sejarah-pulau-madura.html
– Cerita asal uslul nama Madura: http://www.ceritadongenganak.com/2015/04/asal-usul-nama-madura.html


situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota. Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan tersebut. Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.

Situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota.
Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan tersebut.
Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.

situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota. Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan tersebut. Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.

Situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota.
Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan tersebut.
Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.

Pangeran Santomerto adalah saudara rato ebuh (Ibu Raden Praseno). Setelah kerajaan-kerjaan dimadura pada tahun 1624 M ditaklukan sultan Agung Mataram semua keluarga kerajaan terbunuh kecuali Raden Praseno. Selanjutnya Raden Praseno dibawa ke Mataram dan mengalami mataramisasi. Walaupun Raden Praseno sebagai tawanan perang karena perilaku dan kemampuannya yang terpuji, beliau ditunjuk sebagai penguasa Mataram di Madura dengan gelar Pangeran Tjakraningrat I.

Pangeran Santomerto adalah saudara rato ebuh (Ibu Raden Praseno). Setelah kerajaan-kerjaan dimadura pada tahun 1624 M ditaklukan sultan Agung Mataram semua keluarga kerajaan terbunuh kecuali Raden Praseno. Selanjutnya Raden Praseno dibawa ke Mataram dan mengalami mataramisasi. Walaupun Raden Praseno sebagai tawanan perang karena perilaku dan kemampuannya yang terpuji, beliau ditunjuk sebagai penguasa Mataram di Madura dengan gelar Pangeran Tjakraningrat I. Sumber: https://sampangkabmuseumjatim.wordpress.com/2014/08/26/pengeran-santomerto/#more-57

Pangeran Santomerto adalah saudara rato ebuh (Ibu Raden Praseno). Setelah kerajaan-kerjaan dimadura pada tahun 1624 M ditaklukan sultan Agung Mataram semua keluarga kerajaan terbunuh kecuali Raden Praseno. Selanjutnya Raden Praseno dibawa ke Mataram dan mengalami mataramisasi. Walaupun Raden Praseno sebagai tawanan perang karena perilaku dan kemampuannya yang terpuji, beliau ditunjuk sebagai penguasa Mataram di Madura dengan gelar Pangeran Tjakraningrat I. Sumber: https://sampangkabmuseumjatim.wordpress.com/2014/08/26/pengeran-santomerto/#more-57

Makam Madegan adalah makam yang pada jaman dahulu diperuntukkan sebagai makam para keluarga bangsawan Sampang. Sekarang makam ini masih tetap menjadi makam yang di hormati baik dari masyarakat Sampang pada khususnya atau masyarakat Madura pada umumnya. Makam ini terletak di desa Polagan, Sampang

Makam Madegan adalah makam yang pada jaman dahulu diperuntukkan sebagai makam para keluarga bangsawan Sampang. Sekarang makam ini masih tetap menjadi makam yang di hormati baik dari masyarakat Sampang pada khususnya atau masyarakat Madura pada umumnya.
Makam ini terletak di desa Polagan, Sampang


 

Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: