Sampang, kabupaten / Madura

Kabupaten Sampang. Terletak di pulau Madura, Kab. Sampang.

Kabupaten of Sampang. Located on the island of Madura, district of Sampang.
For english, click here

Lokasi pulau Madura

—————————–
Lokasi kabupaten Sampang


* Foto foto kabupaten Sampang: di bawah


Sejarah kabupaten Sampang

Sampang adalah sebuah kabupaten di Madura yang ada di sebelah utara bagian timur dari pulau Jawa. Sejarah kuno Sampang hanya dikenal dari beberapa prasasti dengan Sangkala Chandra.
Pemerintahan Sampang sebenarnya telah ada sejak tahun 1478. sekian kali pergantian, sukses, pemimpin Sampang sampai sekarang tahun 2013, Sampang telah berbenah.
Pada Zaman Majapahit di Sampang ditempatkan seorang Kamituwo yang pangkatnya hanya sebagai patih, jadi boleh dikatakan kepatihan yang berdiri sendiri.

Sewaktu Majapahit mulai mundur, di Sampang berkuasa Ario Lembu Peteng atau terkenal dengan sebutan Bondan Kejawan atau Ki Ageng Tarub II atau Prabu Brawijaya VI, Putera ke 14 dari Raja Majapahit Prabu Bhre Kertabhumi atau Prabu Brawijaya V atau Raden Alit dengan selirnya yaitu Puteri Champa yang bernama Ratu Dworo Wati atau Puteri Wandan Kuning. Lembu Peteng akhirnya pergi memondok di Masjid Ampel dan meninggal di sana.
Yang mengganti Kamituwo di Sampang adalah putera yang tertua ialah Ario Menger yang keratonnya tetap di Madekan.


Penguasa Sampang

Sejak 1478 sampai 1931 M

* 1478: Kamituwo di Madegan – Sampang : Raden Ario Lembu Petteng
* Raden Ario Menger
* Raden Ario Pojok

Penguasa Sampang (status sama dengan kerajaan kecil):

* ……..-…….: Adipati Pramono
* …….-1530: Adipati Bonorogo
* 1531-1592: Pangeran Sidhing Gili
* 1592-1623: Adipati Pamedakan
* 1623-1624: Adipati Merto Sari

Kerajaan Madura:

* 1624-1648: Pangeran Cakraningrat I (Raden Praseno)
* 1648-1680: Pangeran Cakraningrat II (Raden Undakan), menjadi Raja Madura barat berkeraton di Tonjung, – Kabupaten Bangkalan

Pasca Kerajaan Madura (Penguasa Sampang):

* 1680: Raden Ario Purbonegoro ( 1680 )
* Raden Ario Purwonegoro Ganta
* Raden Ario Purbonegoro (Raden Demang Panjang Suro)
* Raden Tumenggung Purbonegoro / Minggu (Gung Purbo)
* Raden Ario Mloyo Kusumo (Penguasa terakhir, berdiri sendiri)

Zaman Penjajahan Belanda ( terhitung sejak 1 November 1885):

* 1884-…: Bupati pertama ( Tumenggung Ario Kusumoadiningrat
* …-…: Bupati kedua ( Tumenggung Ario Condrokusumo)

* 1913-1918: Bupati keempat ( Tumenggung Ario Suryowinoto)
* 1918-1923: Bupati kelima ( Tumenggung Ario Kertoamiprojo)
* 1923-1931: Bupati keenam ( Tumenggung Ario Sosrowinoto)

– Sumber: link


Sejarah kerajaan-kerajaan di Madura

Perjalanan Sejarah Madura dimulai dari perjalanan Arya Wiraraja sebagai Adipati pertama di Madura pada abad 13. Dalam kitab nagarakertagama terutama pada tembang 15, mengatakan bahwa Pulau Madura semula bersatu dengan tanah Jawa, ini menujukkan bahwa pada tahun 1365an orang Madura dan orang Jawa merupakan bagian dari komunitas budaya yang sama.

Sekitar tahun 900-1500, pulau ini berada di bawah pengaruh kekuasaan kerajaan Hindu Jawa timur seperti Kediri, Singhasari, dan Majapahit. Di antara tahun 1500 dan 1624, para penguasa Madura pada batas tertentu bergantung pada kerajaan-kerajaan Islam di pantai utara Jawa seperti Demak, Gresik, dan Surabaya. Pada tahun 1624, Madura ditaklukkan oleh Mataram. Sesudah itu, pada paruh pertama abad kedelapan belas Madura berada di bawah kekuasaan kolonial Belanda (mulai 1882), mula-mula oleh VOC, kemudian oleh pemerintah Hindia Belanda. Pada saat pembagian provinsi pada tahun 1920-an, Madura menjadi bagian dari provinsi Jawa Timur.

Sejarah mencatat Aria Wiraraja adalah Adipati Pertama di Madura, diangkat oleh Raja Kertanegara dari Singosari, tanggal 31 Oktober 1269. Pemerintahannya berpusat di Batuputih Sumenep, merupakan keraton pertama di Madura. Pengangkatan Aria Wiraraja sebagai Adipati I Madura pada waktu itu, diduga berlangsung dengan upacara kebesaran kerajaan Singosari yang dibawa ke Madura. Di Batuputih yang kini menjadi sebuah Kecamatan kurang lebih 18 Km dari Kota Sumenep, terdapat peninggalan-peninggalan keraton Batuputih, antara lain berupa tarian rakyat, tari Gambuh dan tari Satria.


Peta lokasi Madura tahun 1616

———————————————-

Peta lokasi Madura tahun 1660


Sumber / Source

Asal usul Kabupaten Sampang: http://www.kompasiana.com/agungjumadi/asal-usul-kabupaten-sampang-madura-dalam-sejarah_55208c4aa33311af4646d01e
– Sejarah Kab. Sampang di: Wiki
Sejarah Sampang dan Madura Barat: http://www.tokomaduraonline.com/20141217569/asal-mula-terbentuk-nya-kab-sampang-di-pulau-madura.html
Daftar Penguasa: link

———————–

– Sejarah pulau Madura: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Madura#Sejarah
– Asal usul pulau Madura: https://madurajatim.wordpress.com/2011/06/14/asal-usul-pulau-madura/


——————————–

Situs komplek pemakamam Ratu Ibu yang terletak di Kampung Madegan, Kelurahan Polagan, Kec. Sampang Kota.
Relief tersebut dinyatakan sebagai sangkala memet yang berbunyi naga kapanah titis ing midi. Itu berarti tahun 1546 caka (1624 masehi). Berdasarkan catatan sejarah, 1624 masehi merupakan peristiwa pengangkatan Raden Praseno sebagai raja Madura dengan gelar pangeran Cakraningrat I yang berkedudukan di kampung Madegan tersebut.
Raden Praseno adalah anak dari Ratu Ibu dengan Pangeran Tengah yang gugur dalam peperangan ketika Praseno masih kecil. Pangeran Tengah adalah anak dari Panembahan Lemah Duwur, seorang raja yang berjasa meletakkan dasar-dasar kepemimpinan Islam di Madura, khususnya di Kabupaten Sampang.

 ——————————

Pangeran Santomerto adalah saudara rato ebuh (Ibu Raden Praseno). Setelah kerajaan-kerjaan dimadura pada tahun 1624 M ditaklukan sultan Agung Mataram semua keluarga kerajaan terbunuh kecuali Raden Praseno. Selanjutnya Raden Praseno dibawa ke Mataram dan mengalami mataramisasi. Walaupun Raden Praseno sebagai tawanan perang karena perilaku dan kemampuannya yang terpuji, beliau ditunjuk sebagai penguasa Mataram di Madura dengan gelar Pangeran Tjakraningrat I. Sumber: https://sampangkabmuseumjatim.wordpress.com/2014/08/26/pengeran-santomerto/#more-57

 ——————————

Makam Madegan adalah makam yang pada jaman dahulu diperuntukkan sebagai makam para keluarga bangsawan Sampang. Sekarang makam ini masih tetap menjadi makam yang di hormati baik dari masyarakat Sampang pada khususnya atau masyarakat Madura pada umumnya.
Makam ini terletak di desa Polagan, Sampang


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s