Reo, pusat pemerintahan kesultanan Bima / P. Flores – prov. Nusa Tenggara Timur

Dalu (Kerajaan) Reo terletak di P. Flores, wilayah Manggarai.

The Dalu (kingdom) of Reo was located on the island of Flores, region Manggarai.
For english, click here

Lokasi pulau Flores

———————-

Lokasi Reo di wilayah Manggarai


Foto kerajaan-kerajaan di P. Flores

* Foto raja-raja yang ada sekarang di Flores: link
* Foto raja-raja yang dulu ada di Flores: link

* Foto pulau Flores dulu: link
* Foto situs kuno di pulau Flores: link
* Foto wilayah Manggarai: link


PUSAT PEMERINTAHAN KESULTANAN BIMA DI REO

Sejarah Reo

Kawasan Manggarai (Barat Flores) pada masa lampau dikuasai oleh kerajaan Bima dari Sumbawa hingga pada awal tahun 1900.

Pada tahun 1700-an atau mungkin sebelumnya, di Manggarai telah ada suatu sistem pemerintahan dari tiga kelompok masyarakat yang cukup besar, yaitu Todo, Cibal dan Bajo.
Pada tahun 1727 seorang putera sultan Bima mempersunting seorang puteri dari kesultanan Makasar, puteri Daeng Tamima.
Kawasan Manggarai diserahkan sebagai hadiah perkawinan dan Puteri Daeng Tamima mendirikan kerajaan Islam di Reo, pantai utara Manggarai. Sultan Musa Lani Alima dari Bima ternyata tidak setuju menjadikan Manggarai sebagai hadiah kepada kesultanan Makassar. Maka, pada tahun 1732 dibentuklah persekutuan dengan Bajo untuk menyerang Reo dari laut dan mengusir orang Makassar di Reo. Akan tetapi, serangan ini gagal sehingga disusun kekuatan baru dengan bantuan Todo dari arah selatan.

Setelah mengamankan kekuasaan di Manggarai, Bima menjadikan Reo sebagai pusat pemerintahan di Manggarai dengan mengangkat perwakilan Sultan Bima yang disebut Naib. Perwakilan Sultan Bima yang kedudukannya lebih rendah dari perwakilan di Reo juga ditempatkan di Labuan Bajo, Pota dan Bari. Di Manggarai, Kesultanan Bima mempelopori suatu sistem pemerintahan yang disebut kedaluan dan gelarang. Gelarang memiliki status dibawah Kedaluan.

Pada tahun 1925, melalui suatu surat keputusan dari Belanda, Manggarai menjadi suatu kerajaan dan diangkatlah orang Todo-Pongkor menjadi raja pertama yaitu Raja Bagung dari Pongkor.

Naib Reo Abdullah Daeng Manasa atau Sangaji Reo. Satu dari 3 sub-rajas dari Manggarai di bawah pemerintahan Bima. Kemudian bagian dari Manggarai yang bersatu.


Penjelasan Dalu di P. Flores

Dalu: Masyarakat tradisional Manggarai terdiri dari 38 kedaluan (hameente).

Sejak abad ke-11 Manggarai menjadi perebutan antara kesultanan Bima di Sumbawa dan Kesultanan Gowa di Sulawesi untuk memperoleh monopoli perdagangan. Meskipun secara nyata kekuasaan asing dirasakan hanya di pesisir, kedua penguasa ini meninggalkan pengaruh dalam bentuk struktur kekuasaan dan gelar. Di Reok dan Pota, keduanya kota kecil di pantai utara ditempatkanlah perwakilan Sultan Bima.
Pada tahun 1700-an atau mungkin sebelumnya, di Manggarai telah ada suatu sistem pemerintahan dari tiga kelompok masyarakat yang cukup besar, yaitu Todo, Cibal dan Bajo
Suku-suku yang sementara itu sudah mulai terorganisasi dalam aliansi suku menjadi kedaluan yang dikepalai seorang dalu. 
Dalu: Dalu merupakan sistem pemerintahan terapan Kesultanan Bima yang terkait dengan penarikan pajak berupa budak (pajak taki mendi). Sosiolog Universitas Indonesia(UI), Robert MZ Lawang menyebut, ada 3 Dalu besar, yang berada di Barat Manggarai, yang langsung berada di bawah kontrol ‘raja naib’, yakni Cibal, Todo dan Bajo.
Raja Naib: merupakan wakil Sultan Bima yang bertempat di Reo dan Pota, Manggarai Utara.
Gelarang: Di bawah Dalu ditempatkan gelarang yang menguasai satu atau lebih wilayah tuan tanah (tu’a teno). Dalu maupun gelarang kebanyakan dipilih di antara tokoh adat. Kemudian, dalam perkembangannya menjadi gelar turun temurun.


Sejarah wilayah Manggarai

Untuk sejarah lengkap wilayah Manggarai, klik di sini


DAFTAR KERAJAAN-KERAJAAN DI P. FLORES DAN SEJARAH P. FLORES

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di P. Flores dan sejaah P. Flores, klik di sini

Kerajaan-kerajaan di P. Flores, 1920 M

Flores - NTT, 1920 M


Peta kuno pulau Flores

Klik di sini untuk peta kuno pulau Flores, 1493, 1653, abad ke-17, 1725, 1756, 1700-an.

Flores, tahun 1653


Sumber sejarah pulau Flores

– Sejarah P. Flores: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Flores
– Sejarah P. Flores: https://www.tourfloreskomodo.com/
– Sejarah P. Flores: http://sastra-indonesia.com/
– Sejarah Flores memeluk Katolik: https://m.tempo.co/read/
– Sejarah P. Flores: http://pulau-flores.blogspot.com/

Sumber sejarah wilayah Manggarai

– Sejarah wilayah Manggarai: https://floresa.co/
– Sejarah wilayah Manggarai: http s://floresku.com/
– Sejarah wilayah Manggarai: http://kraengadhy.blogspot.com/

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: