Dompo, kesultanan / P. Sumbawa – Prov. Nusa Tenggara Barat

Kesultanan Dompu terletak di P. Sumbawa, Kab. Dompu, Prov. Nusa Tenggara Barat.
Kerajaan Dompu yang kini menjadi Kabupaten Dompu merupakan sebuah kerajaan kuno di Indonesia. Mayoritas penduduk kini beragama Islam, dengan tradisi dan budaya yang juga mayoritas Islam.
Bangsawan Dompu atau keturuan raja-raja hingga kini masih ada. mereka dipanggil “Ruma” atau “Dae”. Istana Dompu, sebagai lambang kebesaran telah lama lenyap. Konon bangunan istana itu sudah diubah menjadi masjid raya Dompu saat ini. Namun rumah kediaman raja masih ada hingga sekarang dan terletak di Kelurahan Bada.

The sultanate of Dompu is located on the island of Sumbawa, in the district of Dompu.
For english, click here

Lokasi pulau Sumbawa

———————-
Lokasi kab. Dompu di P. Sumbawa


* Foto kesultanan / sultanate Dompu: link
* Foto istana kesultanan Dompu: link
* Foto kerajaan-kerajaan Sumbawa: link
* Foto situs kuno di Sumbawa: link


1 Tentang Sultan / About the Sultan
2 Sejarah / History
3 Daftar Raja / List of Kings
4 Istana / Palace
5 Revitalisasi istana kesultanan Dompu
6 Sejarah singkat pulau Sumbawa
7 Peta kuno pulau Sumbawa

8 Sumber / Source


1) Tentang sultan / About the sultan
Present Sultan (2013): Sultan Dompu the 4th: Sultan Kahrul Zaman. M. Hum.


2) Sejarah / History kesultanan Dompu

Dalam sejarah Dompu disebutkan, kelahiran Dompu sebagai cikal bakal kerajaan telah dimulai sejak abad ke-7 yaitu pada zaman Sriwijaya. Sebab, dalam cerita rakyat yang berkembang di Dompu disebut-sebut bahwa Sang Kula (cikal bakal Raja Dompu) yang juga dikenal dengan sebutan Ncuhi Patikula mempunyai seorang putri yang ia kawinkan dengan putra Raja dari Tulang Bawang dan atas kesepakatan para Ncuhi ia dinobatkan sebagai raja Dompu yang berkedudukan di Negeri Tonda — sekitar 10 km arah selatan Dompu. Sampai kini, jejak budaya Majapahit masih tersebar di kawasan ini.
Gunung Tambora yang meletus pada 10 – 11 April 1815, dalam catatan sejarah Dompu, mengakibatkan tiga kerajaan kecil (Pekat, Tambora, dan Sanggar) yang terletak di sekitar Tambora tersebut musnah. Ketiga wilayah kerajaan kecil itu pun kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Dompu.
Tahun 1958 Kesultanan Dompu yang saat itu dipimpin oleh Sultan Dompu terakhir yakni Sultan Muhammad Tajul Arifin (Ruma To,i), sistim pemerintahan di Dompu dirubah menjadi suatu daerah swapraja Dompu dan Kepala daerah Swatantra tingkat II Dompu tahun 1958-1960.

Sumber: link

Peta lokasi kerajaan-kerajaan di pulau Sumbawa



3) Daftar Raja / List of Kings

Skema silsilah raja dan sultan Dompu: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumbawa/sultan-of-dompo/skema-silsilah-raja-dan-sultan-dompu/

Dari sumber tutur lisan tersebut Silsilah Raja Dompu, sebelum menjadi kesultanan, adalah sebagai berikut:

1. Dewa Bat. Dompu Indera Kumala
2. Dewa Ind. Dompu
3. Dewa Mbora Dompu
4. Dewa Mbora Balada
5. Dewa yang punya kuda
6. Dewa yang mati di Bima (diasingkan karena zalim)
7. Dewa Mawaa La Patu (Raja Bima bergelar Mawaa Laba)
8. Dewa Mawaa Taho Dadela Nata Joharmani

Berikut ini adalah  Silsilah Sangaji (Sultan) setelah Kerajaan Dompu berubah menjadi Kesultanan, karena masuknya pegaruh agama Islam, sehingga sebutan Raja pun berubah menjadi Sultan. Namun dalam keseharian Raja ataupun sultan tetap disebut sebagai Sangaji.
– Sumber: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/2015/05/15/silsilah-sultan-dompu-kambali-dompu-mantoi/

No Urutan Sultan Tahun Bertahta Urutan Raja
1 Syamsuddin 1545 – 1590 9
2 Jamaluddin 1590 – 1627 10
3 Siradjuddin
(Jeneli Dea, Tureli Bolo)
1627 – 1667 11
4 Abdul Hamid Ahmad 1667 – 1697 12
5 Abdul Rasul

Bumi So Rowo

1697 – 1718 13
6 Usman Daeng Manabang 1718 – 1727 14
7 Abdul Yusuf Usman 1727 – 1732 15
8 Kamaludin Ali Akbar 1732 16
9 Abdul Kahar Daeng Mamu 1732 – 1749 17
10 Ahmad Alaudin Johansyah 1749 – 1765 18
11 Abdul Kadir (Jeneli Hu’u) 1765 – 1774 19
12 Abdurrahman 1774 – 1787
1793 – 1798
20
13 Abdul Wahab
(Tureli Dompu)
1787- 1793 21
14 Yacub Daeng Pabela 1798 22
15 Abdullah I 1798 – 1799

1799 – 1805

23
16 Muhammad Tadjul Arifin I 1805 – 1809 24
17 Abdul Rasul II(Dae Hau) Mawaa Bata Bou 1809 – 1857 25
18 Muhammad Salahuddin 1857 – 1870 26
19 Abdullah II 1870 – 1882 27
20 Muhammad Siradjuddin

 

 

1882 – 1934
Turun Tahta:
11– 9-1934
Wafat:
14 – 2- 1937
28
21 Muhammad Tadjul Arifin II 1947 – 1955 29

Foto Sultan Dompu Terakhir Muhammad Tadjul Arifin (duduk), ia adalah cucu dari Sultan Sirajuddin (foto tertanggal 09-08-1953).

Sultan Dompu Terakhir Muhammad Tadjul Arifin (duduk) (foto 09-08-1953)

Putra dari Sultan Muhammad Sirajuddin tidak ada yang diangkat menjadi Sultan pengganti Muhammad Sirajuddin, karena pemerintahan  diambil alih oleh Belanda dan Sultan Muhammad Sirajuddin termasuk Raja Muda (Ruma To’i) Abdul Wahab diungsikan ke Kupang
Pada saat pemulihan kembali Kesultanan, yang diangkat menjadi Sultan adalah cucu dari Muhammad Sirajuddin, Muhammad Tajul Arifin Sirajuddin, anak dari Raja Muda Abdul Wahab (Ruma To’i).
– Sumber: http://dompunyasejarah.blogspot.co.id/2016/02/leluhur-sangaji-dompu-dan-silsilah.html
Skema silsilah raja dan sultan Dompu: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumbawa/sultan-of-dompo/skema-silsilah-raja-dan-sultan-dompu/

4) Istana / Palace

Di bawah foto “Istana” Dompu yang diambil tanggal 5 Agustus 1932, dua tahun sebelum Sultan M. Sirajuddin diasingkan ke Kupang, NTT.
* Foto istana kesultanan Dompu: link
* Sumber: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/2014/10/13/di-manakah-istana-asi-kesultanan-dompu/


5) Revitalisasi istana kesultanan Dompu

Di ambil dari dan lengkap: https://www.kitabisa.com/istanadompu

Istana Kesultanan Dompu dihancurkan Jepang untuk keperluan membuat bunker (benteng bawah tanah) sebagai sarana pertahanan menghadapi serangan Sekutu. Istana ini serupa dengan istana tua Kesultanan Bima dan Kesultanan Sumbawa, semua rangka dan dindingnya terbuat dari bahan kayu jati. Lokasi tempat berdirinya di lahan sekitar satu hektar yang kini menjadi areal tegaknya masjid raya Dompu, Baiturahman.

Pada masa sultan terakhir, Muhammad Tadjul Arifin Siradjuddin, kegiatan pemerintahan menggunakan bangunan parmanen bekas peninggalan Pemerintah Hindia Belanda, yang telah pula dihancurkan dan kini di lokasi itu berdiri Rumah Sakit Umum Daerah Dompu.

Sekarang, terkait dengan kesepakatan keluarga besar keturunan Kesultanan Dompu yang menyatu dalam naungan Yayasan Kesultanan Dompu, berupa adanya keinginan membangkitkan kembali dan merevitalisasi tradisi Kesultanan Dompu, maka kebutuhan akan Istana Kesultanan Dompu menjadi target penting dan mutlak untuk diwujudkan.

Berdasarkan paparan di atas, perlu dilakukan langkah-langkah mulai dari perencanaan hingga berdirinya replika Istana Kesultanan Dompu yang berlokasi di Kota Dompu, dalam rangka merealisasi pengadaan Istana Kesultanan Dompu.

Bangkitkan Istana Kesultanan Dompu


6) Sejarah singkat pulau Sumbawa

Nagarakretagama abad ke-14 menyebutkan beberapa kerajaan yang berada di Sumbawa: Dompu, Bima, Sape dan Sang Hyang Api. Empat kerajaan kecil di Sumbawa barat merupakan ketergantungan Kekaisaran Majapahit di Jawa Timur. Karena sumber daya alam, Sumbawa sering  diserang oleh kekuatan luar – dari Jawa, Bali, Makassar, Belanda dan Jepang.
Belanda pertama kali tiba di Sumbawa pada tahun 1605, namun tidak secara efektif memerintah Sumbawa sampai awal abad ke-20.

Kerajaan Gelgel  di Bali memerintah Sumbawa barat untuk waktu yang singkat juga. Bagian timur pulau itu juga merupakan rumah bagi Kesultanan Bima, sebuah pemerintahan Islam yang memiliki hubungan dengan orang Bugis dan Makasar di Sulawesi Selatan, serta kepolisian Melayu-Islam lainnya di nusantara.
Bukti sejarah menunjukkan bahwa orang-orang di pulau Sumbawa dikenal di Hindia Belanda karena madu, kuda, kayu sappan mereka untuk memproduksi pewarna merah, dan kayu cendana digunakan untuk dupa dan obat-obatan. Kawasan itu dianggap sangat produktif secara pertanian.

Pada abad ke-18, Belanda mengenalkan perkebunan kopi di lereng barat Gunung Tambora, sebuah gunung berapi di sisi utara Sumbawa, sehingga menciptakan varian kopi Tambora.
Letusan Kolosal Tambora pada tahun 1815 adalah salah satu yang paling kuat sepanjang masa, mendepak 150 kilometer kubik  abu dan puing ke atmosfer. Letusan tersebut menewaskan hingga 71.000 orang dan memicu periode pendinginan global yang dikenal sebagai “Tahun Tanpa Musim Panas” pada tahun 1816. Ini juga tampaknya menghancurkan budaya kecil afinitas Asia Tenggara, yang dikenal oleh para arkeolog sebagai “budaya Tambora”.
Akibat letusan Gunung Tambora 3 kerjaan di Sumbawa dihancur: kerajaan Sanggar, kerajaan Tambora dan kerajaan Pekat.

Lambang kesultanan

Afbeeldingsresultaat voor kesultanan dompu


7) Peta kuno pulau Sumbawa (Cambaua)

Klik di sini untuk peta pulau Sumbawa tahun 1598, 1606 Sumbawa / Nusantara, 1614, 1615, 1697 Sumbawa / Nusantara 1800-an, 1856, 1856, 1910.

Pulau Sumbawa 1615


8) Sumber / Source

– Sejarah kesultanan Dompu di Wiki:
https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Dompu
Sejarah kesultanan Dompu: https://amarlubai.wordpress.com/kesultanan-dompu/
– Terbentuknya kerajaan Dompu: http://dompunyasejarah.blogspot.co.id/2015/11/terbentuknya-kerajaan-dompu.html
– Sejarah Kab. Dompu: http://donialf.blogspot.co.id/
– Daftar raja dan Sultan Dompu: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/2015/05/15/silsilah-sultan-dompu-kambali-dompu-mantoi/
– Istana Dompu: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/tag/istana-kerajaan-dompu/
– Biografi Sultan pertama Dompu, Sultan Syamsuddin: https://kambalidompumantoi.wordpress.com/2015/06/27/biografi-sultan-pertama-dompu-sultan-syamsuddin/
Suku Dompu: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/11/suku-dompu-nusa-tenggara-barat.html


* Foto kesultanan / sultanate Dompu: link
* Foto istana kesultanan Dompu: link

Sultan Kahrul Zaman Mts bersama istri Mira Endah Yuliani dari Kesultanan Dompu. 2014 at @ FKN IX Bima
Sumber: Fahru Rizki, FB.

Sultan Kahrul Zaman Mts bersama istri Mira Endah Yuliani dari Kesultanan Dompu @ FKN IX Bima Sumber: Fahru Rizki, FB.


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: