Keraton bekas kesultanan Mataram: Kota Gede / Jawa Tengah – D. I. Yogyakarta

Keraton Kota Gede terletak di kec. Kota Gede, D. I. Yogyakarta. Keraton Kota Gede adalah keraton pertama kesultanan Mataram yang berdiri 1587–1613; kesultanan Mataram berdiri tahun 1586.


Foto Keraton Kota Gede: di bawah


Kesultanan dan Kadipaten sekarang di Jawa Tengah

* Kesultanan Yogyakarta: link
* Kesultanan Surakarta: link
* Kadipaten Mangkunegaran: link
* Kadipaten Paku Alaman: link


Kesultanan Mataram, 1586 – 1755

Kesultanan Mataram: link


Keraton bekas kesultanan Mataram

– Keraton Kota Gede: link
Keraton Karta: link
Keraton Plered: link
Keraton Kartasura: link


Keraton sekarang di Surakarta dan Yogyakarta

– Keraton kesultanan Yogyakarta: link
– Keraton kesultanan Surakarta: link
– Keraton kadipaten Mangkunegaran: link
– Keraton kadipaten Paku Alaman: link


KERATON KOTA GEDE, 1587–1613

Umum

Keraton Kota Gede adalah keraton ke-1 kesultanan Mataram, yang berdiri 1587-1613.

Kesultanan Mataram resmi berdiri pada tahun 1586.
Ibu kota kesultanan Mataram kemudian berpindah beberapa kali:
* Keraton Kotagede: 1587–1613
* Keraton Karta: 1613–1645
* Keraton Plered: 1646–1680
* Keraton Kartasura: 1680–1755.

1755: Kesultanan Mataram lalu terbagi menjadi dua melalui Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, yakni:
– Kesultanan Surakarta dan
– Kesultanan Ngayogyakarta.


Sejarah keraton Kota Gede

Keraton Kutagede adalah sebuah kota kuno yang pernah menjadi ibu kota Kesultanan Mataram sekitar tahun 1586–1613 yang sekarang terletak di wilayah administratif Yogyakarta, di kawasan yang kini disebut Kota Gede. Kini, peninggalan yang tersisa dari situs ini adalah reruntuhan beberapa bangunan kerajaan, yaitu: benteng, pasar, masjid dan pemakaman.

Kawasan Kotagede dulunya merupakan hutan mentaok. Wilayah ini diberikan Sultan Pajang saat itu, Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir kepada Ki Ageng Pemanahan pada tahun 1575.

Adapun, Ki Ageng Pemanagan berhasil menumpas pemberontakan Bupati Jipang, Arya Panangsang tahun 1549. Senjata untuk mengalahkan Arya Penangsang, yakni Tombak Kyai Pleret kini masih ada di Keraton Yogyakarta. Kesultanan Mataram kemudian resmi berdiri pada tahun 1586 dengan raja pertama yakni Danang Sutawijaya atau Panembahan Senopati.
Pada tahun 1613, Sultan Agung memindahkan pusat kerajaan ke Karta (dekat Plered) dan berakhirlah era Kotagede sebagai pusat kerajaan Mataram Islam.

Sebagai pusat kerajaan Mataram Islam, Kotagede memiliki istana, alun-alun, benteng, hingga masjid agung.

Peninggalan kerajaan Mataram Islam di Kotagede yang masih bisa ditemukan sampai saat ini adalah beberapa bagian Benteng Cepuri (benteng dalam) dan masjid agung (Masjid Kotagede). Ada pula Sendang Seliran yang dulu menjadi pemandian kerajaan dan Makam Raja Mataram Islam di Kotagede.


Kompleks kawasan Kotagede

—————————-

Salah satu sudut bangunan komplek keraton tua Mataram, di Kotagede

——————————

Rumah di perempatan jalan di Kampung Ndalem, Kotagede, Yogyakarta, menjadi tempat penyimpanan situs Watu Gilang.

————————–

Kompleks Makam Raja-Raja Mataram Kotagede,

—————————–

Benteng Cepuri Kotagede yang Jebol.


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: