Padangguni, kerajaan / Prov. Sulawesi Tenggara, Wilayah Kota Kendari

Kerajaan Padangguni adalah kerajaan Suku Tolaki; terletak di wilayah Kota Kendari, prov. Sulawesi Tenggara.
Raja bergelar Mokole.

The kingdom of Padangguni is a kingdom of the Tolaki People; located in the Kendari region. South east Sulawesi.
The title of the king is Mokole.

Klik foto untuk besar !

Lokasi Kota Kendari

Lokasi Kota Kendari

Provinsi Sulawesi Tenggara


* Foto kesultanan / sultanate Padangguni: link

* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja / About the king

Sultan (2014): Sultan Abdul Aziz Riambo Anakia Mokole Bunduwala XII.

20 Juni 2001:  Penobatan Abdul Azis Riambo dengan Gelar Sultan Anakia Mokole Bunduwula XII Inea Sinumo Wuta Mbinotiso telah dilangsungkan di hadapan masyarakat adat Tolaki Kerajaan Padangguni.


Sejarah / History kerajaan Padangguni

Kerajaan Padangguni merupakan kerajaan kecil di wilayah Kendari, Sulawesi Tenggara. Rakyat kerajaan ini berasal dari suku Tolaki kuno yang hingga hari ini masih eksis dengan tetap mempertahankan tradisi kuno yang diwarisi secara turun-temurun dari nenek-moyang mereka. Komunitas suku Tolaki kuno di jaman prasejarah masa lampau itu berkembang menjadi sebuah kerajaan yang didirikan oleh Raja Larumbesi Tanggolowuta I pada abad ke-2 Masehi. Dalam kitab Bunduwula disebutkan bahwa Kerajaan Padangguni dahulu disebut Owuta Puasa yang berarti Tanah Pusaka atau Tanah Leluhur. Berdasarkan tarikh masehi berdirinya kerjaaan ini, maka tidak heran jika banyak kalangan meyakini bahwa Padangguni adalah Kerajaan Prasejarah Tertua di Indonesia, lebih dahulu dibandingkan Kerajaan Kutai yang muncul pada abad ke-4.
Pemegang tampuk kepemimpinan terakhir Kerajaan Padangguni, Raja Padangguni XI, Mokole Tariambo kemudian menitipkan Mahkota Kerajaan Padangguni kepada keponakannya Bunduwula Yusuf  dengan amanat agar kelak diserahkan kepada Putra Mahkota Kerajaan Padangguni yaitu Abdul Aziz Riambo. Penobatan Abdul Azis Riambo dengan Gelar Sultan Anakia Mokole Bunduwula XII Inea Sinumo Wuta Mbinotiso telah dilangsungkan di hadapan masyarakat adat Tolaki Kerajaan Padangguni pada tanggal 20 Juni 2001.
.
.
Peta wilayah kerajaan Padangguni (tahun ?)
klik peta untuk besar

————–

Padangguni kingdom was a small kingdom in the region of Kendari, Southeast Sulawesi. People of this kingdom originating from the Tolaki People; until today still existing, while maintaining the ancient tradition inherited by generations of their ancestors.

Daftar raja / list of kings

Sumber informasi sejarah kerajaan Padangguni menurut catatan dalam kitab Ilagaligo, Kitab filsafat Taenago dan Kitab Bunduwula, ternyata tidak ada catatan peralihan Dinasti Raja Larumbesi Tanggolowuta I di abad ke-2 Masehi ke Dinasti Mokole Bunduwula I abad ke-16, Sangia Wonua Sorume Mokole Padangguni Inea Sinumo Wuta Mbinosito (Daerah Istimewa) Totongano Wonua (Raja Pusat Negeri) Lembui Lenggobaho (Sulawesi Tenggara) tahun 1574-1649.
—————
Resources of the kingdom of Padangguni are mentioned in the book Ilagaligo, the Book Taenag and the Book Bunduwula; but there was no record of the line of the Dynasty: King Larumbesi Tanggolowuta I from the 2nd century to the Dynasty of Bunduwula I, 16th century. Mokole Dynasty of the 16th century.
—————-

* 1649-1715: Raja Bunduwula II yang bernama Welimondi dengan Gelar Anawai Ndo Padangguni II (ratu).
* 1715-1745: Raja Padangguni III bernama Maranai dengan Gelar Mokole Bunduwula III Inea Sinumo Wutoa Mbinotiso.
* 1745-1775: Raja Padangguni IV bernama Wesande dengan Gelar Anawai Ndo Padangguni IV Inea Sinumo Wuta Mbinotiso Bunduwula IV
* 1775-1815: Raja Padangguni V bernama Dahoro dengan Gelar Bunduwula V Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1815-1845: Raja Padangguni VI bernama LAO dengan Gelar Mokole Bunduwula VI Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1845-1875: Raja Padangguni VII bernama Danda yang diberi Gelar Mokole Bunduwula VII Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1845-1905: Raja Padangguni VIII bernama Labandonga dengan Gelar Mokole Bunduwula VIII Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1905-1935: Raja Padangguni IX bernama Sandima dengan Gelar Mokole Bunduwula IX Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1935-1959: Raja Padangguni X bernama Beangga dengan Gelar Mokole Bunduwula X Inea Sinumo Wuta Mbinotiso
* 1959-1978: Raja Padangguni XI bernama Tariambo anak dari Raja Sandima dengan Gelar Mokole Bunduwula XI Inea Sinumo Wuta Mbinotiso

– Sumber: link


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

– Website kesultanan Padangguni (sejarah, kesultanan dll.):  https://royalpadangguni.wordpress.com/2013/04/05/kata-pengantar-2/
Sejarah kesultanan: http://www.pewarta-indonesia.net/inspirasi/sosial-a-budaya/2876-menelusuri-jejak-kerajaan-padangguni-menggeliat-di-antara-yang-terlupakan.html
Daftar raja:  https://royalpadangguni.wordpress.com/silsilah-raja-raja/

– Suku Tolaki: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Tolaki

– Tentang raja (Mokole) sekarang, Abdul Aziz Riambo: http://melayuonline.com/ind/opinion/read/310/abdoel-azis-riambo-sultan-kerajaan-padangguni


* Foto kesultanan / sultanate Padangguni: link

Sultan Abdul Aziz Riambo Anakia Mokole Bunduwala XII

Sultan Abdul Aziz Riambo Anakia Mokole Bunduwala XII


 

Advertisements
1 Comment

One thought on “Padangguni, kerajaan / Prov. Sulawesi Tenggara, Wilayah Kota Kendari

  1. He is only claimant in Laiwui area.There is still a feeling for an united area under the mokole.This man is only local ruler,not paramount independent raja.There are many rajas on Sulawesi.In Mandar area mostly called maradia,in Middle Sulawesi there are the bigger one; s with title magau.In the SW arung,or raja.Bone is arumpone,Gowa sultan/somba,or in the Goa cultural area in extreme SW some rajas have title karaeng.Ys,you can erad it all in the Almanach de Bruxelles site,royal ark site, and and also Melayu online.com organisation special website about the kerajaan2 and also in the book by Tanih Putera.I put many info on my fb.When you can look all these pages,then you have anough info to make complete nearly your site,orpublish a book.Do you have more people, in your network,who are interested in it.There are several raja festivals,which give local royal culture.Nowmthere is Legu Gam royal festival in Ternate.I know the son and daughter of the sultan.In my fb list you can find them with Mudafar word.And in Bulungan,Pasir,Kutai you also have royal festivals once every 2 years.Birau/Bulungan,Erau/Kutai,etc.Unfortunately there are several royal yayasan,who not all woirk closely together.Big part of them.There are several royal meetings regularly.Okay,do not feel malu to ask me matters of interesty to you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: