Sepuluh Dua Kuta, Urung Sepuluh Dua Kuta, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Deli Serdang

Kerajaan Urung Sepuluh Dua Kuta terletak di Sumatera, prov. Sumatera Utara kab. Deli Serdang.

Kab. Deli Serdang


Sejarah kerajaan Urung Sepuluh Dua Kuta

Ada 4 kerajaan Karo yakni:
* Kerajaan Sepuluh Dua Kuta yang didirikan merga Sembiring Pelawi,
* Kerajaan Urung Sukapiring didirikan Karo Sekali atau Sembiring,
* Kerajaan Urung Sunggal didirikan merga Surbakti, dan
* Kerjaaan Urung Senembah yang didirikan merga Barus.

Empat kerajaan Karo, termasuk kerajaan Urung Sepuluh Dua Kuta ini dulunya adalah kerajaan yang berhak melantik Sultan. Jadi Kesultanan Deli itu bagian dari Karo.

Info lebih lengkap tentang kerajaan ini tidak ada.


Perang Tanduk Benua (1872 – 1895)

Karena Keuntungan yang sangat menjanjikan dari perkebunan tembakau, maka berdatanganlah maskapai – maskapai dan para kapitalis asing meminta tanah kepada Sultan Deli, sehingga akhirnya tidak ada lagi tanah yang dapat diberikan kepada pada penduduk asli pada masa itu. Sultan Mahmud selalu dengan gampangnya memberikan tanah kepada maskapai-maskapai kolonialis .
Keserakahan maskapai-maskapai perkebunan Belanda inilah membuat masyarakat Sunggal menentang perluasan perkebunan Belanda serta mengancam Kesultanan Deli. Kepala di Timbang Langkat, Sulong Barat (anak dari Dato’ Jalil adik dari Dato’ Kecil, Paman dari Dato’ Sunggal: Badiuzzaman Sri Diraja) mengumpulkan pasukan untuk mengancam Kesultanan Deli.
Melihat pergolakan yang dilakukan oleh Sulong Barat, Atas nama Sultan Deli, Belanda pun mengirim Ekspedisi Militer I dibawah Kapten Koops dari Riau. Berkat bantuan dari Gayo dan Senembah, Sunggal berhasil mengalahkan Belanda dan membakar perkebunan di Sunggal dan medan sekitarnya.
Tak cukup saja dengan itu, Pada tanggal 10 Juli 1872 Belanda pun mendatangkan kembali Ekspedisi militer II nya dengan persenjataan yang lebih berat dan modern dibawah pimpinan Letkol. P.F. Van Hombracht dari Batavia (Jakarta). Tetapi walaupun perang ini begitu sengit, rakyat Sunggal dapat mematahkan serangan Belanda.
Pada tanggal 20 September 1872 didatangkanlah kembali Ekspedisi Militer III dibawah pimpinan Mayor H.W.C. Van Stuwe dari Batavia (Jakarta). Pada Tanggal 24 Oktober 1872, Dato’ Sunggal Badiuzzaman Sri Diraja beserta pamannya Dato’ Kecil ditangkap, karena dikhianati ketika mengadakan perundingan dengan Belanda. Dato’ Sunggal, melalui Kerapatan Besar Deli, dibuang ke Jawa seumur hidup pada tahun 1895. Dua diantaranya yakni Datuk Badiuzzaman Surbakti dan adiknya, Datuk Alang Muhammad Bahar. Masing-masing dibuang ke Cianjur dan Banyumas.
– Sumber: http://tembakaudeli.blogspot.com/2013/01/perang-sunggal.html


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Tentang kerajaan Urung Sepuluh Dua Kuta: https://medan.tribunnews.com/2016/12/20/empat-kerajaan-karo-pernah-bertugas-melantik-sultan
– Perang Sunggal 1872-1895: http://alyasri.blogspot.co.id/2012/11/perang-sunggal-1872-1895-tinjauan_2.html