Sipolha, partoeanon / Prov. Sumatera Utara – kab. Simalungun

Partoeanon Sipolha adalah partoeanon Suku Simalungun, marga Damanik. Terletak di Sumatera, Kab. Simalungun, prov. Sumatera Utara.

Partoeanon Sipolha was a partoeanon (principality) of the Simalungun People, Damanik clan. Located on Sumatera, in the district Simalungun, prov. North Sumatera.
For english, click here

Kab. Simalungun


* Foto raja-raja di Simalungun dulu: link


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


PARTOEANON  SIPOLHA

Sejarah partuanon Sipolha

Umum

Kerajaan Nagur, 500-1400, (marga Damanik) merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

Sejarah partuanon Sipolha

Kerajaan Siantar tidak berdiri sendiri. Kerajaan ini memiliki beberapa subkerajaan yang dibentuk secara konfederasi yang masing – masing memiliki hubungan kekerabatan. Konfederasi tersebut adalah Siantar, Sidamanik, Bandar dan Sipolha. Wilayah ini dikenal dengan sebutan partuanon.

Dari hasil penelitian dapatlah diketahui bahwa sebelum menjadi sebuah partuanon, Sipolha ada sebuah wilayah kerajaan negeri dengan ibu negeri Pamatang Sipolha. Kemudian sang raja mengembara lagi dan berhasil mendirikan sebuah kerajaan baru yakni kerajaan Siantar.
Kemudian Sipolha dijadikan wilayah partuanondan Tuan dari Sipolha berkedudukan sebagai Tuan Kaha dalam kerajaan Siantar.
Setelah ditandatangani Korte Verklaring pada tahun 1907, oleh dua orang petinggi kerajaan Siantar, kerajaan Siantar dibagi ke dalam 3 distrik dan 37 partuanon. Untuk wilayah Sipolha dibagi kedalam 4 van / daerah. Sistem partuanon ini berlangsung hingga tahun 1946. Ada beberapa peninggalan dari Partuanon Sipolha hingga kini yang berada di Kelurahan Sipolha Horisan.

Semua keturunan raja Naposo Damanik:

1. Si Tahan Batoe Toean Van Si Polha / Toean Laen / Nai Tukkup
o Salah satu keturunannya adalah Tuan Jahutar Damanik dan Tuan Humala Sahkuda Damanik (Hutabolon Sipolha) orang tua dari: Tuan Djapurba Damanik, Tuan Djabagus Damanik, Tuan Djabanten Damanik, mantan Bupati Kabupaten Simalungun, Tuan Djahormat Damanik, Mora br.Damanik, Mayun br. Damanik.
2. Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha
3. Toean Gurasa Dolok Sumurung / Bandar Sipolha
4. Toean Intan Pulo Bosar Sipolha
5. Tuan Kalabosar (Dolok Maraja Sipolha)
6. Tuan Paraloangin (Jambur Na Bolag Sipolha)
7. Tuan Parangsangbosi (Paribuan Sipolha)
8. Si Ria Kadi Toean Van Manik Si Polha / Toean Markadim / Nai Simin
o Keturunannya: Tuan Paraloangin Damanik, Tuan Parangsangbosi Damanik, Tuan Kalabosar Damanik
9. Tuan Paraloangin Damanik (Tuan Jambur Na Bolag Sipolha)

Sumber: http://www.simalungunonline.com/partoeanon-sipolha.html

Penjelasan foto di bawah:

Partuanon di Sipolha Tahun 1934 dari Collectie: KITLV di Belanda.
Tampak Photo Tuan Raja Pinta Panaluan Jati Hamonangan Damanik / gelar Tuan Paraloangin Damanik Tuan Jambur Na Bolag Sipolha (anak kedua Si Ria Kadi /Toean Van Manik Sipolha / Opung Nai Simin, alinea ke 26 Korte Verklaring Kerajaan Siantar), berdiri ditengah memakai baju putih, celana putih dan berkopiah hitam dihapit oleh Tuan Jukkar Damanik (Tuan Huta Bolon Pamatang Sipolha Anak pertama Si Tahan Batoe / Toean Van Sipolha / Opung Nai Tukkup, alinea ke 25 Korte Verklaring Kerajaan Siantar) dan Tuan Kalabosar Damanik (Tuan Dolok Maraja Sipolha anak pertama Si Ria Kadi / Toean Van Manik Sipolha)

Dan Tampak Puang Bolon R. Mesta Huria br Sinaga berkebaya dan memakai bulang di sebelah kiri di hapit oleh 2 orang Belanda / menjauhi Kaha Kahanya / Adat di Sipolha (Para Staf ADM Afdeling Simeloengoen en de Karolanden saat berkunjung ke Sipolha (Salah satu wilayah sentrum kebangsawanan Simalungun di Tepi Danau Toba).


Sejarah kerajaan-kerajaan di Simalungun

Batak Simalungun adalah salah sub Suku Bangsa Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara,  yang menetap di Kabupaten Simalungun dan sekitarnya. Beberapa sumber menyatakan bahwa leluhur suku ini berasal dari daerah India Selatan tapi ini hal yang sedang diperdebatkan. Sepanjang sejarah suku ini terbagi ke dalam beberapa kerajaan. Marga asli penduduk Simalungun adalah Damanik, dan 3 marga pendatang yaitu, Saragih, Sinaga, dan Purba. Kemudian marga marga (nama keluarga) tersebut menjadi 4 marga besar di Simalungun.

Dalam sejarahnya Simalunun ada 3 (tiga) fase kerajaan yang pernah berkuasa dan memerintah di Simalungun.

1) Fase pertama adalah fase kerajaan yang dua (harajaon na dua), yaitu:

* kerajaan Nagur, 500-1400 (marga Damanik). Kerajaan ini merupakan cikal bakal kerajaan di Simalungun berikutnya.
Nagur kemudian pecah menjadi dua:
* kerajaan Si Tonggang; kerajaan ini beralih menjadi kerajaan Siantar.
* kerajaan Batanghio (marga Saragih). Kerajaan Batangio menjadi: kerajaan Tanah Jawa.
* Belakangan Nagur pecah lagi menjadi Silau, 1300-1400.
Adapun Silau pecah lagi menjadi Panei dan Dolok Silau. Belakangan setelah masuknya Belanda vasal Silau yakni Purba, Raya dan Silimakuta diakui swapraja oleh Belanda.

2) Fase kedua: pada masa setelah abad ke-14, muncullah empat raja utama di Simalungun; di mana Nagur masih tetap ada, tetapi peranannya sudah semakin menghilang. Keempat raja itu adalah:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak), dan
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga).

3) Fase ketiga: fase ini berkaitan dengan kolonial Belanda di Simalungun.
Tahun 1865 kolonialisme Belanda mulai memasuki wilayah  Simalungun. Sejak   masuk intervensi Pemerintahan Kolonial banyak terjadi perubahan –perubahan yang signifikan di Simalungunadalah kerajaan yang tujuh (harajaon na pitu), yaitu:

* kerajaan Siantar (marga Damanik),
* kerajaan Panai (marga Purba Dasuha),
* kerajaan Dolok Silou (marga Purba Tambak),
* kerajaan Tanoh Jawa (marga Sinaga),
* kerajaan Raya (marga Saragih Garingging),
* kerajaan Purba (marga Purba Pakpak) dan
* kerajaan Silimakuta (marga Purba Girsang).

Keadaan seperti ini berlanjut hingga memasuki tahun 1946 sehingga mendorong kebencian masyarakat terhadap golongan elit. Sejalan dengan itu, berkembangnya pemahaman politik pada waktu itu, turut pula menyulut keprihatinan terhadap perbedaan kelas yang didorong oleh keinginan untuk menghapuskan sistem feodalisme di Sumatera Timur.
Demikianlah hingga akhirnya terjadi peristiwa berdarah yang meluluhlantakkan feodalisme di Sumatera Timur terutama pada rakyat Simalungun dan Melayu. Pada peristiwa tersebut empat dari tujuh kerajaan Simalungun yaitu Tanoh Jawa, Panai, Raya dan Silimakuta pada periode ketiga ini musnah dibakar. Sementara Silau, Purba dan Siantar luput dari serangan kebringasan massa. Raja dan kerabatnya banyak dibunuh. Peristiwa ini menelan banyak korban nyawa, harta dan benda.

Tiga fase kerajaan2 di Simalungun

Fase Nama Kerajaan Marga Pemerintah
I Kerajaan yang dua Nagur Damanik
Batanghoiu Saragih
II Kerajaan yang empat Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
III Kerajaan yang tujuh Siantar Damanik
Tanoh Jawa Sinaga
Dolog Silau Tambak
Panai Dasuha
Raya Garingging
Purba Pakpak
Silimakuta Girsang

Daftar kerajaan-kerajaan di wilayah Simalungun

* Aji Sinombah
* Bandar
* Batanghio
* Dolog Silou
* Maligas
* Marompat
* Marpitu
* Marubun
* Nagori Bayu
* Nagur
* Panei
* Purba
* Raya
* Siantar
* Sidabutar
* Sidamanik
* Silimakuta
* Silou Kahean
* Silou
* Sipolha
* Tanoh Jawa

Peta Kabupaten Simalungun (wilayah kerajaan2 Simalungun)

———————-

Kerajaan-kerajaan di Sumatera utara, abad ke-19


Sumber

– Sejarah kerajaan Simalungun:  http://uun-halimah.blogspot.co.id/2007/12/raja-dan-kerajaan-di-simalungun.html
Sejarah kerajaan Simalungun: http://awisaragih.blogspot.co.id/2011/03/kerajaan-simalungun-dan-siantar.html
– Sejarah kerajaan Simalungun: http://tondangmargana.blogspot.co.id/2013/02/sejarah-singkat-kerajaan-kerajaan.html
——————
– Sejarah Suku Simalungun di Wiki: Wiki
Marga marga Simalungun: link
Sejarah marga Purba di Wiki: Wiki
Sejarah marga Saragih di Wiki: link
Sejarah marga Sinaga di Wiki: link
Sejarah marga Damanik di Wiki: link
Asal usul bangsa Simalungun: link


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: