Kampung Radja, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Labuhanbatu

Kerajaan Kampung Radja, 1916-1946, terletak di  Kab. Labuhanbatu, provinsi Sumatera Utara.

Kingdom of Kampung Radja, 1916-1946, located in Kab. Labuhanbatu, north Sumatera.
For english, click here

Kab. Labuhanbatu


Garis kerajaan-kerajaan di Sumatera: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sumatera: link
* Foto sultan dan raja di Sumatera dulu: link


Video sejarah kerajaan / kesultanan di Sumatera

* Video sejarah kerajaan di Sumatera, 75.000 SM – sekarang: link
* Video sejarah kerajaan di Sumatera Utara, 0 M – sekarang: link
*
Video sejarah kerajaan di Sumatera Barat, 0 M – sekarang, link


Tentang Raja sekarang

Tentang raja sekarang tidak ada info.


Daftar Raja

* 1916-1946: Tengku Nong Hamzah yang berkuasa mulai dari tanggal 1 Januari 1916 sampai tanggal 4 Maret 1946.


Sejarah kerajaan Kampung Raja, 1916-1945

Ditulis oleh: Syaddan Dintara Lubis Putra Tanjung Medan anak dari Mirlan Lubis Dan Jubaidah Harahap.
http://syaddandintaralubis.blogspot.com/

Kerajaan Kampung Radja berdiri sejak tahun 1916 yang berkedudukan di Tanjung Medan (sekarang jadi kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan). Kerajaan ini merupakan salah satu dari lima kesultanan yang ada di daerah Labuhanbatu. Namun kerajaan ini berbentuk Half Bestuur Kerajaan bukan kesultanan seperti keempat kesultanan yang lain yaitu seperti Kesultanan Kota Pinang yang berkedudukan di Kota Pinang, Kesultanan Kualuh yang berkedudukan di Tanjung Pasir, Kesultanan Bilah yang berkedudukan di Negeri Lama, dan Kesultanan Panai yang berkedudukan di Labuhan Bilik.

Adapun raja yang berkuasa di kerajaan Kampung Radja pada saat itu adalah Tengku Nong Hamzah yang berkuasa mulai dari tanggal 1 Januari 1916 sampai dengan tanggal 4 Maret 1946. Beliau wafat pada tanggal 21 Juli 1968 pada hari Sabtu jam 19.05 WIB di Tanjung Medan, dan dimakamkan tepat di depan Masjid Jamik Tanjung Medan kecamatan Kampung Rakyat yang merupakan masjid yang dibangun oleh Tengku Nong Hamzah Raja Kampung Radja.

Kerajaan Kampung Radja ini merupakan kerajaan yang memiliki daerah kekuasaan yang sangat luas di daerah Labuhanbatu, daerah kekuasaannya hampir meliputi seluruh kecamatan Kampung Rakyat. Pertapakan istana kerajaan Kampung Radja terletak di persimpangan jalan menuju kantor camat kecamatan Kampung Rakyat yang sekarang di atasnya dibangun tower Telkomsel.

Pada dasarnya semua bentuk kesultanan/kerajaan yang ada di Labuhanbatu itu bekerja sama dengan kolonial Belanda yang menguasai di daerah kekuasaannya masing-masing, kesultanan/kerajaan ini berkuasa hingga Indonesia merdeka. Karena dengan merdekanya Indonesia tidak ada lagi kekuasaan yang absoluth.

Setelah Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945, maka seluruh bentuk kesultanan/kerajaan dihapuskan. Dengan melihat cara kerja dan kesuksesan kepemimpinan raja Tengku Nong Hamzah yang baik dan patut dijadikan sebagai contoh sosok seorang pemimpin yang bijaksana ketika dia berkuasa di kerajaan Kampung Radja, maka pada tanggal 4 September 1947 ia diangkat menjadi ABA di Labuhanbatu hingga tanggal 19 Desember 1949.

Pada tanggal 20 Desember 1949 dia dipercayakan untuk menjadi Kepala Wilayah Labuhanbatu tepat sehari setelah jabatannya dicabut dari ABA. Pada saat itu beliau berkedudukan di ibukota Labuhanbatu di Rantau Prapat, ia menjabat hingga tanggal 30 Juni 1950. setelah masa jabatannya berakhir, ia pun diangkat menjadi Patih tingkat I Labuhanbatu pada tanggal 1 Juli 1950 sampai tanggal 30 Juni 1968, karena umur beliau sudah cukup tua, maka akhirnya pada tanggal 1 Juli 1968 sampai beliau wafat beliau jadi pensiunan Patih Labuhanbatu.


Sejarah kerajaan-kerajaan di Labuhanbatu

Sistem Pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat monarkhi. Kepala pemerintahan disebut Sultan dan Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Sri Maharaja dan bertugas sebagai Kepala Pemerintahan sehari.hari (semacam Perdana Menteri).

Kesultanan/kerajaan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu pada waktu itu terdiri dari 4 (empat) kesultanan yaitu :

1. Kesultanan Kota Pinang berkedudukan di Kota Pinang.
2. Kesultanan Kualuh berkedudukan di Tanjung Pasir.
3. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama.
4. Kesultanan Panai berkedudukan di Labuhan Bilik.
Ditambah 1 (satu) Half-bestuur yaitu Kerajaan Kampung Raja berkedudukan di Tanjung Medan.

Sistem pemerintahan Kabupaten Labuhanbatu sebelum penjajahan Belanda adalah bersifat Monarki. Kepala pemerintahan disebut Sultan atau Raja yang dibantu oleh seorang yang bergelar Bendahara Paduka Seri Maharaja yang bertugas sebagai kepala pemrintahan sehari-hari (semacam perdana Mentri).

Tidak diketahui kapan Belanda masuk ke Labuhanbatu. Dari berbagai keterangan yang dihimpun, Belanda masuk ke Labuhanbatu sekira tahun 1825, namun ada pula keterangan yang mengatakan bahwa kedatangan Belanda ke Labuhanbatu adalah usai Perang Paderi (berkisar tahun 1831).

Pada tahun 1862, kesatuan Angkatan Laut Belanda dibawah pimpinan Bevel Hebee datang ke kampung Labuhanbatu (di Hulu Kota Labuhan Bilik sekarang) melalui Sungai Barumun, di kampung Labuhanbatu tersebut Belanda membuat tempat pendaratan dari batu beton. Lama kelamaan tempat pendaratan tersebut berkembang menjadi tempat pendaratan/persinggahan kapal-kapal yang kemudian menjadi sebuah kampung (desa) yang lebih besar dan namanya disebut Pelabuhan Batu. Akhirnya nama pelabuhan batu ini dipersingkat sebutannya menjadi Labuhanbatu. Kemudian nama itu melekat dan ditetapkan menjadi nama wilayah Kabupaten Labuhanbatu.

Makam Raja Tengku Nong Hamzah raja kerajaan Kampung Radja di Tanjung Medan kecamatan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan. Sumber: http://syaddandintaralubis.blogspot.co.id/

makam Raja Tengku Nong Hamzah raja kerajaan Kampung Radja di Tanjung Medan kecamatan Kampung Rakyat Labuhanbatu Selatan


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Kampung Radja:  http://syaddandintaralubis.blogspot.co.id/
– Sejarah kabupaten Labuhanbatu: http://santosndrew.blogspot.nl/2013/11/sejarah-kabupaten-labuhan-batu.html


Peta kerajaan-kerajaan di Sumatera Utara abad ke-19


Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: