Janggala, kerajaan / Jawa Timur

Kerajaan Janggala: 1045 – 1136. Terletak di Jawa timur. Kerajaan Janggala atau Kerajaan Jenggala adalah salah satu dari dua pecahan kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga dari Wangsa Isyana. Kerajaan ini berdiri tahun 1042, dan berakhir sekitar tahun 1130-an. Lokasi pusat kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo. Kerajaan Janggala ada satu dari dua kerajaan, dibentuk Airlangga (1019-1045). Airlangga mendirikan kerajaan Kahuripan di reruntuhan Medang.
Airlangga kemudian memecah Kerajaan Kahuripan menjadi dua: Janggala dan Kadiri.

The kingdom of Janggala: 1045 – 1136. Located on east Java. Airlangga split the kingdom of Kahuripan into 2 kingdoms: Janggala and Kadiri.
For english, click here

Lokasi provinsi Jawa Timur


* Foto foto Jawa dulu, situs kuno dan Batavia: link


Sejarah / History

I   Garis sejarah kerajaan Jawa / Line of history of kingdoms on Java: link

II  Sejarah / History kerajaan Janggala, 1045 – 1136

Kerajaan Janggala atau Kerajaan Jenggala adalah salah satu dari dua pecahan kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga dari Wangsa Isyana. Kerajaan ini berdiri tahun 1042, dan berakhir sekitar tahun 1130-an. Lokasi pusat kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Pusat pemerintahan Janggala terletak di Kahuripan. Menurut prasasti Terep, kota Kahuripan didirikan oleh Airlangga tahun 1032, karena ibu kota yang lama, yaitu Watan Mas direbut seorang musuh wanita.
Berdasarkan prasasti Pamwatan dan Serat Calon Arang, pada tahun 1042 pusat pemerintahan Airlangga sudah pindah ke Daha. Tidak diketahui dengan pasti mengapa Airlangga meninggalkan Kahuripan.

Pada tahun 1042 itu pula, Airlangga turun takhta. Putri mahkotanya yang bernama Sanggramawijaya Tunggadewi lebih dulu memilih kehidupan sebagai pertapa, sehingga timbul perebutan kekuasaan antara kedua putra Airlangga yang lain, yaitu Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan.
Akhir November 1042, Airlangga terpaksa membagi dua wilayah kerajaannya. Sri Samarawijaya mendapatkan Kerajaan Kadiri di sebelah barat yang berpusat di kota baru, yaitu Daha. Sedangkan Mapanji Garasakan mendapatkan Kerajaan Janggala di sebelah timur yang berpusat di kota lama, yaitu Kahuripan.

Meskipun raja Janggala yang sudah diketahui namanya hanya tiga orang saja, namun kerajaan ini mampu bertahan dalam persaingan sampai kurang lebih 90 tahun lamanya. Menurut prasasti Ngantang (1135), Kerajaan Janggala akhirnya ditaklukkan oleh Sri Jayabhaya raja Kadiri, dengan semboyannya yang terkenal, yaitu Panjalu Jayati, atau Kadiri Menang.
Sejak saat itu Janggala menjadi bawahan Kadiri. Menurut Kakawin Smaradahana, raja Kadiri yang bernama Sri Kameswara, yang memerintah sekitar tahun 1182-1194, memiliki permaisuri seorang putri Janggala bernama Kirana.
– Sumber: Wiki

Lokasi kerajaan Janggala


Daftar Raja / List of Kings

Pembagian kerajaan sepeninggal Airlangga terkesan sia-sia, karena antara kedua putranya tetap saja terlibat perang saudara untuk saling menguasai.

Pada awal berdirinya, Kerajaan Janggala lebih banyak meninggalkan bukti sejarah daripada Kerajaan Kadiri. Beberapa orang raja yang diketahui memerintah Janggala antara lain:

1) Mapanji Garasakan
Bergelar Sri Maharaja Mapanji Garasakan. Pada tahun 1044 M, Beliau menetapkan desa Turun Hyang sebagai daerah perdikan, karena para pemuka desa tersebut setia membantu Jenggala melawan Panjalu. (Prasasti Turun Hyang II, 1044 M)
Pada tahun 1052 M, Garasakan memberikan anugerah untuk desa Malenga karena telah membantu Jenggala mengalahkan raja Aji Linggajaya dari Tanjung. Linggajaya ini merupakan raja bawahan Panjalu. (Prasasti Malenga, 1052 M)
Namun pada akhir tahun 1052 M, kerajaan Panjalu berhasil mengalahkan raja Garasakan, dan merebut ibukota Kerajaan Jenggala, yaitu Kahuripan.

2) Alanjung Ahyes (1052)
Pada tahun 1052 M, ibukota Kerajaan Jenggala di serang oleh Kerajaan Panjalu. Dalam penyerangan itu, putra mahkota Jenggala yang bernama Alanjung Ahyes berhasil melarikan diri ke hutan Marsma, daerah Lamongan.
Disanalah, Alanjung Ahyes diangkat menjadi raja dengan gelar Sri Maharaja Mapanji Alanjung Ahyes Makoputadhanu Sri Ajnajabharitamawakana. Setelah menjadi raja, Beliau mendirikan ibukota baru di daerah Lamongan.
Selain itu, Alanjung Ahyes juga gencar melancarkan serangan terhadap Kerajaan Panjalu. Dalam serangan tersebut, Beliau berhasil merebut kembali tahta Jenggala berkat bantuan para pemuka desa Banjaran. (Prasasti Banjaran, 1052 M)

3) Samarotsaha (1059).

Bergelar Sri Maharaja Sri Samarotsaha Karnnakeshana Ratnasangkha Kirttisingha Jayantaka Tunggadewa.
Pada masa pemerintahannya, seorang pedagang cina bernama Chou Ku Fei pernah datang ke Jenggala pada tahun 1060 M, dan menuliskan dalam buku catatannya bahwa Negara penghasil lumbung padi terbesar saat itu adalah Jung-ga-luh (Jenggala) dan San-fo-tsi (Sriwijaya).

– Sumber / Source: Wiki


Peta kuno Jawa

Klik di sini untuk peta kuno Jawa tahun 1598, 1612, 1614, 1659, 1660, 1706, 1800-an, awal abad ke-18, 1840.

Jawa, awal abad ke-18

1234


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Janggala: http://pangerankalang-pangerankalang.blogspot.co.id/2008/10/kadiri-dan-jenggala.html
Sejarah kerajaan Janggala: https://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Janggala
– Sejarah kerajaan Janggala: http://www.bimbie.com/sejarah-kerajaan-janggala.htm
Daftar Raja Janggala: https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_raja_di_Jawa#Janggala


Situs bersejarah berbentuk tumpukan batu bata peninggalan kerajaan Jenggala ditemukan di areal persawahan kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Namun belum ada tindakan lebih lanjut dalam penanganan situs bersejarah ini dari pemerintah daerah , Senin (9/11/2015).

Afbeeldingsresultaat voor peninggalan kerajaan janggala


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s