Namatota (Kowiai), kerajaan / Prov. Papua Barat – kab. Kaimana

Kerajaan Namatota, sering disebut juga dengan nama kerajaan Kowiai, terletak di prov. Papua Barat, kab. Kaimana.

The kingdom of Namatota, also called kingdom of Kowiai, is located on prov. Papua Barat, district of Kaimana.
For english, click here

Lokasi prov. Papua Barat

—————-
Lokasi Namatota, kab. Kaimana


Kerajaan Namatota

* Video Pengukuhan raja Namatota, Randi Asnawi Ombaier: link


* Foto raja-raja di Papua yang masih ada: link
* Foto raja-raja di Papua dulu: link
* Foto situs kuno di Papua: link
* Foto suku suku Papua: link


 KERAJAAN NAMATOTA

Tentang Raja

Sejak 2017
Raja Namatota: Raja Randi Asnawi Ombaier.

29 april 2013
Raja Hayum Ombaer, raja Namatota meninggal. Lahir pada tahun 1953, dan raja sejak tahun 1973.

Raja kerajaan Namatota: Randi Asnawi Ombaier

——————-

Hayum Ombaer, raja kerajaan Namatota / Kowiai, meninggal 29 april 2013


Tentang raja raja Namatota

Dari silsilah Raja Namatota diketahui bahwa Raja Namatota pertama yakni Ulan Tua, telah memeluk Islam hingga sekarang diketahui merupakan generasi kelima. Lamarora merupakan raja kedua kerajaan Namatota diperkirakan hidup pada tahun 1778-1884. Raja Lamarora selanjutnya datang ke daerah Kokas dan disana beliau telah menyebarkan agama Islam dan kawin dengan perempuan bernama Kofiah Batta, selanjutnya pasangan ini merupakan cikal-bakal Raja-raja kerajaan Wertuar.
Salah seorang Raja Wertuar (Kokas) bernama M. Rumandeng al-Amin Umar Sekar 1934, dengan gigih pernah menentang pemerintah Belanda dengan tidak mau menyetor uang tambang minyak kepada mereka. Akibatnya dia dipenjara di Hollandia (Jayapura) sebelum kemudian dibebaskan.

Raja Randi Asnawi Ombaier of Namatota. 2017


Sejarah kerajaan Namatota

Sumber dan lengkap: https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/, p. 88

Kerajaan Namatota, sering disebut juga dengan nama kerajaan Kowiai

Keturunan raja-raja Namatote berasal dari Gunung Baik. Raja Namatote pertama yang diangkat oleh Sultan Tidore adalah Wolangtua. Pengangkatan Wolangtua sebagai raja dari kerajaan Namatote berlangsung setelah terbentuknya hubungan Namatote dengan Sultan Tidore.
Pengangkatan Wolangtua sebagai raja mengakibatkan kerajaan itu harus tunduk kepada Sultan Tidore. Pada mulanya, kekuasaan Wolangtua sebagai raja hanya berlaku di Namatote dan daerah sekitarnya. Namun dalam perkembangannya, kekuasaan Wolangtua semakin meluas karena bantuan Sultan Tidore. Sultan Tidore membantu Wolangtua untuk memperluas lingkup pengaruhnya sampai ke Teluk Arguni dan daerah pantai selatan. Daerah tersebut hanya dikunjungi oleh pelayaran hongi.
Atas usul raja Namatote kepada Sultan Tidore, di daerah tersebut diangkat para kepala adat oleh Sultan Tidore. Para kepala adat itu tetap tunduk kepada raja Namatote. Namun, ketundukan para kepala adat itu kepada raja Namatote hanya ada di atas kertas. Hal ini disebabkan letak dari daerah para kepala adat tersebut yang sangat jauh dari kedudukan raja Namatote.
Sultan Tidore mengangkat seorang raja di Pulau Adi dan daerah Karufa, seorang Mayor Wanggita, penguasa yang berpengaruh di Teluk Arguni, seorang raja Aiduma untuk daerah dari Aiduma ke Lakahia dan seorang raja Kapia untuk daerah sebelah timur Lakahia. Setelah penegakan pemerintahan kolonial Belanda, pemerintah kolonial mengakui kedudukan baik raja Namatote maupun para kepala adat yang diangkat oleh Sultan Tidore.
Namun, penerus keturunan raja-raja Adi dan Aiduma tidak dapat mempertahankan eksistensinya sebagai raja. Sedangkan para kepala adat Wanggita dan Kapia diangkat oleh pemerintah kolonial menjadi kepala kampung. Pemerintah kolonial memberikan posisi otonom kepada para kepala keluarga dari daerah pengaruh raja Adi dan  Aiduma. Kekuasaan mereka di luar kampungnya sendiri merupakan kekuasaan yang didasarkan pada kekuatan, yang merupakan hasil dari pelayaran hongi.

Raja Namatota Hayum Ombaer, meninggal 29 april 2013


Setelah penegakan kekuasaan pemerintah kolonial di daerah itu sekitar tahun 1898 dan setela hpemerintah colonial bersepakat dengan raja Namatotte, pemerintah kolonial mengangkat seorang raja Komisi, yakni seorang raja yang  bekerja  “dalam  komisi” raja Namatotte. Raja Komisi bertugas dari daerah Kaimana sampai Gunung Baik, termasuk teluk Arguni. Pada saat Raja Adi terakhir meninggal, kekosongan kepemimpinan dari seorang kepala di daerah itu  sangat  terasa.
Sehubungan dengan luasnya kerajaan Namatote, seorang yang bernama Naru dari Adi, diajukan untuk diangkat mengagantikan Raja Adi sebagai kepala daerah itu. Pengajuan itu didasarkan karena Naru dikenal keberaniannya. Naru adalah ayah raja Komisi yang bernama Achmad. Achmad dilahirkan dari perkawinan ayahnya dengan seorang wanita dari daerah Wertuwar. Seorang putri dari perkawinan kedua dengan seorang wanita dari Aiduma, yakni bernama Saati. Saati merupakan ibu dari raja Namatote (Mooi Boeserau). Raja Aiduma terakhir adalah seorang wanita bernama Siambara.
Setelah kematiannya, tidak ada lagi penggantinya yang diangkat. Wolangtua setelah kematiannya digantikan oleh saudara mudanya yang bernama Sifa. Setelah Sifa meninggal dunia, dia digantikan oleh putranya yang bernama Lamora.
Lamora menunjukkan tanda-tanda kelemahan dalam kepemimpinannya. Raja Komisi Kaimana yang bernama Naru, memanfaatkan kekuasaan Lamora yang lemah untuk memperkuat posisinya dengan mengorbankan raja itu, dan akhirnya tampil sebagai penguasa mandiri di daerahnya. Setelah Lamora meninggal, sekitar tahun 1911, putra sulungnya yang bernama Mooi ditunjuk sebagai penggantinya.
Mooi masih sangat muda. Kondisi yang demikian diperburuk lagi dengan kenyataan yang berkaitan dengan melemahnya pengaruh ayahnya sebagai raja. Akibatnya, posisinya sebagai raja menjadi kurang  berarti.
Sekitar tahun 1912, pemerintah kolonial  berupaya untuk memulihkan kedudukan raja dimaksud. Setelah pembicaraan yang diadakan pemerintah kolonial dengan parakepala adat, pemerintah kolonial bersama para kepala adat mengukuhkan kedudukan raja. Para kepala adat tersebut berjanji untuk mematuhi raja, sedangkan raja Mooi berjanji untuk selalu berunding dengan para kepala adat sebelum memutuskan sesuatu aturan yang berlaku dalam kerajaan itu. Pada saat Raja Mooi memimpin pemerintahan adat di daerah itu, raja Komisi Kaimana bernama Achmad.

Pernikahan Raja Randi Asnawi Ombaier dari Namatota dengan Ratu Nunung Sirfefa. 2017


Daftar raja kerajaan  Namatota

* Raja pertama: Ulan Tua,
* Raja kedua: Lamarora: hidup 1778-1884.
* 1946 – 2005: Kasim Buseru
* 1973 – 2013: (?) Hayum Ombaier
* 2017: Randi Asnawi Ombaier

– Sumber / Source: http://www.worldstatesmen.org/Indonesia_princely_states2.html


Fort Belanda, du Bus

Fort Du Bus merupakan benteng pertama yang dibangun pemerintah kolonial Hindia Belanda pada tanggal 24 Agustus 1828, yang terletak di Teluk Triton di pantai barat daya Nugini (sekarang di Kabupaten Kaimana, Papua Barat, Indonesia). Awalnya benteng ini didirikan untuk menghambat gangguan dari pasukan kolonial Inggris dari selatan (Australia). Selanjutnya benteng ini menandai dimulainya secara fisik/teknis kehadiran kekuasaan kolonial Belanda di Papua, meskipun daerah tersebut sudah sejak tahun 1823 dianggap oleh pemerintah Belanda sebagai bagian dari tanah jajahan (koloni) Belanda di Kepulauan Nusantara.

Léonard Pierre Joseph du Bus de Gisignies (Gubernur Jenderal Hindia Belanda sejak 4 Februari 1826 sampai dengan 16 Januari 1830).
Nama benteng ini diambil dari nama Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang berkuasa saat itu, L.P.J. Burggraaf du Bus de Gisignies.

Fort Belanda, du Bus tahun 1828


DAFTAR DAN SEJARAH KERAJAAN-KERAJAAN DI PAPUA

Untuk daftar kerajaan-kerajaan di Papua Barat, sejarah kerajaan-kerajaan di Fak Fak dan sejarah kerajaan-kerajaan di Raja Empat, klik di sini

Papua, 1620 M

Papua, 1620 M


Peta-peta kuno Papua

Untuk peta-peta kuno Papua tahun, 1493, 1600, 1699, 1700-an, 1740, 1857 1857, klik di sini

Peta tahun 1493


Sumber kerajaan-kerajaan di Papua

Sejarah kerajaan2 Papua Barat: https://id.wikipedia.org/
– Sejarah kerajaan2 di Semenanjung Onin: https://id.wikipedia.org/wiki/Semenanjung_Onin
– Sejarah kerajaan2 di Papua Barat: http://marlinapuspita3.blogspot.co.id/
– Kerajaan2 di Semenanjung Bomberai: https://id.wikipedia.org/
Kerajaan2 di kepulauan Raja empat: https://id.wikipedia.org/


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: