Minangkabau – kerajaan2 sebelum kerajaan Pagaruyung

Kerajaan di Minangkabau. Sebelum kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sudah ada kerajaan-kerajaan lainnya secara silih berganti. Kerajaan Pagaruyung muncul tahun 1347.

Peta yang menunjukan wilayah penganut kebudayaan Minangkabau di pulau Sumatera.


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


Kerajaan-kerajaan sebelum kerajaan Pagaruyung

Sebelum kerajaan Pagaruyung di Minangkabau, sudah ada kerajaan-kerajaan lainnya secara silih berganti antara lain:

1. Kerajaan Pasumayan Koto Baru, yang berpusat di Pariangan, di kaki gunung Merapi, berusia kurang lebih 3 abad sebelum masehi. Kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir abad ke-5. Raja yang terkenal adalah Sri Maharaja Di raja, yang menurut Tambo Alam Minangkabau adalah anak dari sultan Iskandar Zulkarnaen.
Pada masa pemerintahan Raja Sri Maharaja Diraja inilah dibentuk koto-koto dan nagari-nagari dan disetiap koto dan nagari dibentuk datuk-datuk sebagai pemimpin adat dan sekaligus sebagai wakil mutlak dari daulat yang dipertuan Sri Maharaja Diraja di Pariangan. Penyempurnaan susunan adat dan pemerintahan dilakukan oleh anaknya Datuk Ketumanggungan dan saudara tirinya Datuk perpatih Nan Sebatang dan mamak kandungnya Datuk Suri Dirajo.

Setelah kerajaan Pasumayan Koto Batu berakhir, Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang yang merupakan dua bersaudara se-ibu lain ayah mendirikan kerajaan baru.
Datuk Ketumanggungan mendirikan kerajaan Bungo Setangkai di Sungai Tarab dan sebagai yang dipertuan (perdana menteri) adalah Datuk Bandaro Putiah. Sedangkan Datuk Perpatih Nan Sebatang mendirikan kerajaan Dusun Tuo di Lima Kaum

2. Kerajaan Bunga Setangkai. Setelah kerajaan Lagundi Nan Baselo runtuh, maka muncullah kerajaan Bunga Setangkai yang berpusat di sungai Tarab, yang usianya dari pertengahan abad ke-5 M sampai pertengahan abad ke-14 M. Dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Ketumanggungan.

3. Kerajaan Dusun Tuo. Bersamaan dengan kerajaan Bunga Setangkai berdiri pula kerajaan Dusun Tuo yang berpusat di Lima Kaum, yang dipimpin oleh rajanya yang bergelar Datuk Perpatih Nan Sabatang. Kerajaan ini tidak berusia panjang hanya sampai abad ke-5 M, yang kemudian bersatu dengan Kerajaan Bunga Setangkai. Rajanya kemudian diberi kebesaran Gajah Gadang Patah Gadiang.

4. Kerajaan Lagundi Nan Baselo yang berpusat di Pariangan Padang Panjang, berusia dari pertengahan abad ke-2 M sampai pertengahan abad ke-5 M.

5. Kerajaan Bukit Batu Patah
Kerajaan Bukit Batu Patah adalah kerajaan yang sudah ada di Minangkabau sebelum berdirinya kerajaan Pagaruyung dan merupakan kelanjutan dari kerajaan Pasumayan Koto Baru yang terletak di kabupaten Tanah Datar sekarang. Kerajaan Bukit Batu Patah didirikan oleh Sutan Nun Alam yang masih memiliki hubungan keluarga dengan Yang Dipertuan kerajaan Bungo Setangkai, Datuk Bandaro Putiah.

6. Kerajaan Dharmasraya. Bersamaan dengan berdirinya kerajaan Bunga Setangkai, di sepanjang Batang Hari didirikan pula kerajaan Dharmasraya yang raja-rajanya pun berasal dari Pariangan Padang Panjang.

7. Kerajaan Pagaruyung. Kerajaan ini pernah dipimpin oleh Adityawarman sejak tahun 1347. Dan sekitar tahun 1600-an, kerajaan ini menjadi kesultanan Islam.


Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: