Mehara, kerajaan / P. Sawu – Prov. Nusa Tenggara Timur

Kerajaan Mehara adalah kerajaan di pulau Savu. Kab. Sabu Raijua, Prov. Nusa Tenggara Timur.

The kingdom of Mehara was a kingdom on the island of Savu. District of Sabu Raijua.
For english, click here

Lokasi pulau Savu

Lokasi P. Savu


* Foto kerajaan2 di Sawu: link


* Foto foto suku Sawu: link
* Foto situs kuno / megalitik Sawu: link


* Video sejarah kerajaan2 di P. Savu dan Nusa Tenggara Timur, 40.000 SM – sekarang: link


KERAJAAN MEHARA

Tentang raja sekarang (2021)

Tidak ada info tentang raja sekarang.


Tentang sejarah kerajaan

Pada tahun 1918 kerajaan-kerajaan kecil di pulau Sawu disatukan dalam satu swapraja Sabu yang di-perintahi oleh raja S. Th. Djawa.

Sejarah Kefetoran Mehara salah satu Kefetoran di Kerajaan Sawu dan berawal dari keinginan pemerintah Belanda dalam mempermudah urusan pemerintahan atas beberapa wilayah Rai sehingga di angkat satu orang Raja atau Duae dan kemudian Duae dari wilayah Rai yang lain diturunkan status sebagai Fetor atau weto.
Kebijakan dalam bidang politik Weto Bole Kore (1940-1944) menjalankan pemerintahan sesuai dengan amanat dari Raja atau Duae dan dibantu oleh temukung. Dalam bidang ekonomi dan sosial budaya Weto Bole Kore tetap menjalankan sesuai tradisi turun-temurun untuk kepentingan anarai atau masyarakat.
Dalam menjalankan peranan Weto Bole Kore melakukan kebijakan sesuai perintah Duae untuk menerima upeti dari rakyat, membuka akses jalan ke wilayah lain, membuat kebun Fetor, membuat embung dalam upaya menampung air hujan, serta membuka rumah tenun rakyat (Amu Mananu Dolowe).


Daftar raja kerajaan Mehara

1) Wele J’ami (Wele is a Savu variation of Willem or William and Welhemus or Wilhemus. Raja pertama yang diakui belanda (Mesara). For instance before 1717-1721)
2) 1752: Kore Wele (f.i. in 1752; putera).
3) 1756-1760: Dimu Kore (Ama Loni), putera,
4) 1760: Rugi Dimu, raja dari 1760; putera. Tidak yakin apakah dia sama dengan Raja B’uki Dimu (lihat 6).
5) 1767-1781: J’aga Riwu (Fettor dari 1760 dan raja sebelum 1767 sampai 1781).
6) 1794: B’uki Dimu (1781 (barangkali yang sama disebutkan di no.3) – setelah 1794).
7) 1832-186..: Uli B’uki (B’oeki) (dikenal juga sebagai Ama B’ehi (Besi); putera.
9) 1868-1893: Dju Uli (Ama Leb’e); putera,
10) 1893-1914: Doko Dju (dikenal juga sebagai (Ama Tenga) alias Dominggoes B’oeki. 1893 memerintah sampai kematiannya pada 25/6/1914. Setelah kematiannya Mehara/Mesara bergabung dengan Federasi Sawu di bawah Raja Heb’a (Seba), tetapi mempertahankan penguasanya sendiri dengan gelar Fettor. Putra mahkota, Jakob Willem B’oeki tidak ingin menggantikannya; anak 9).
11) B’ole Kore (keponakan) Sumber lokal sebut B’ore Kole alias Benjamin B’oeki sebagai Fettor dari Mehara (Mesara) tahun 1940.
12) Wela B’oeki (keponakan).
13) Wele D’ima (sepupu ke-2). Pernah menjadi asisten camat) dari Savu Barat 1968-setelah 197- .

Raja-raja (dengan gelar Fettors sejak 1914) menjadi Fettors hanya setelah beberapa waktu. Fettor pertama dari semua Sawu menjadi Fettor Mehara (Mesara).

Sumber: link (tidak ada di internet lagi)

Raja bersama keluarga


Sejarah pulau Sawu

Menurut sejarah, nenek moyang orang Sabu berasal dari suatu negeri yang sangat jauh yang letaknya di sebelah Barat pulau Sabu.
Pada abad ke-3 sampai abad ke-4 terjadi arus perpindahan penduduk yang cukup besar dari India Selatan ke Kepulauan Nusantara. Perpindahan penduduk itu disebabkan karena pada kurun waktu itu terjadi peperangan yang berkepanjangan di India Selatan. Dari syair-syair kuno dalam bahasa Sabu dapat diperoleh informasi sejarah mengenai negeri asal leluhur Sabu. Syair-syair itu mengungkapkan bahwa negeri asal orang Sabu terletak sangat jauh di seberang lautan di sebelah Barat yang bernama Hura.
Di India terdapat Kota Surat di wilayah Gujarat Selatan yang terletak di sebelah Kota Bombay, Teluk Cambay, India Selatan. Kota Gujarat pada waktu itu sudah terkenal sebagai pusat perdagangan di India Selatan. Orang Sabu tidak dapat melafalkan kata Surat dan Gujarat sebagaimana mestinya, sehingga mereka menyebutnya Hura.
Para pendatang dari India Selatan ini menjadi penghuni pertama pulau Raijua di bawah pimpinan Kika Ga dan saudaranya Hawu Ga. Keturunan Kika Ga inilah yang disebut orang Sabu (Do Hawu). Setelah kawin mawin mereka kemudian menyebar di Pulau Sabu dan Raijua dan menjadi cikal bakal orang Sabu.

Pembagian wilayah di Sabu terjadi pada masa Wai Waka (generasi ke 18). Pembagian ini dibuat berdasarkan jumlah anak-anaknya yang akan dibagikan wilayahnya masing-masing yakni:
– Dara Wai mendapat wilayah Habba (Seba)
– Kole Wai mendapat wilayah Mehara (Mesara)
– Wara Wai mendapat wilayah Liae
– Laki Wai mendapat wilayah Dimu (Timu)
– Dida Wai mendapat wilayah Menia
– Jaka Wai mendapat wilayah Raijua

Rumah raja MeharaRumah Raja Mehara

Pembagian ini telah menyebabkan terbentuknya komunitas genelogis-teritorial, dimana suatu rumpun keluarga terikat pada pemukiman tertentu. Karena rumpun ini berkembang semakin besar maka dibentuk suatu sub rumpun yang disebut Udu yang dikepalai oleh seorang Bangu Udu. Di Habba (Seba) terdapat 5 Udu yang nantinya akan terbagi lagi menjadi Kerogo-Kerogo. Di Sabu dan Raijua seluruhnya terdapat 43 Udu dan 104 Kerogo.

Diyakini terdapat pengaruh Majapahit yang pada abad ke 14 sampai awal abad ke 16 berhasil menguasai dan menyatukan nusantara terhadap kehidupan masyarakat Sabu. Beberapa bukti tersebut dapat dilihat pada:
– Mitos (cerita rakyat) yang memberikan penghormatan terhadap Raja Majapahit sehingga muncul cerita bahwa Raja Majapahit dan istrinya pernah tinggal di Ketita di Pulau Raijua dan Pulau Sabu.
– Ada kewajiban bagi setiap rumah tangga untuk memelihara babi yang setiap saat akan dikumpul untuk persembahan kepada Raja Majapahit.
– Ada batu peringatan untuk Raja Majapahit yang disebut Wowadu Maja dan sebuah Sumur Maja di wilayah Daihuli dekat Ketita.
– Setiap 6 tahun sekali ada upacara yang diadakan oleh salah satu Udu di Raijua, Udu Nadega yang diberi julukan Ngelai yang menurut cerita adalah keturunan orang-orang Majapahit.
– Motif pada tenunan selimut orang Sabu yang bergambar Pura.
– Di Mesara ada desa yang bernama Tana Jawa yang penduduknya mempunyai profil seperti orang Jawa dan ada tempat di dekat pelabuhan Mesara yang disebut dengan Mulie yang diambil dari bahasa Jawa Mulih yang berarti pulang.

Kontak awal adalah dengan Vereenigde Belanda Oost-Indische Companie pada tahun 1648. Referensi untuk Savu dari periode tersebut selalu menyangkut tentara Savati, tentara bayaran atau budak. Pada tahun 1674, awak kapal Belanda dibantai di Savu Timur, setelah kapal mereka kandas. Belanda menanggapi dengan membentuk sebuah aliansi dengan raja Seba, sehingga pasukan dapat dikirim untuk melakukan pembalasan. Namun, mereka gagal memasuki benteng Hurati, di Desa B’olou, Eastern Savu, karena dikelilingi oleh tiga dinding pertahanan. Untuk menyelamatkan muka, pasukan Belanda menerima pembayaran berupa budak, emas dan manik-manik.

Mobilitas ke luar Sabu dimulai sejak saat kontrak antara Sabu dan Belanda ditandatangani tahun 1756. Telah ditetapkan bahwa Sabu wajib menyediakan tentara bagi Belanda demi kepentingan pertahanannya di Kupang. Tujuan utama tenaga bersenjata ini adalah untuk melancarkan ekspedisi militer seperti yang dilakukan oleh Von Pluskow sejak 1758 hingga 1761. Ketrampilan orang Sabu di bidang militer ini ditambah dengan keberanian mereka meluaskan keterlibatan mereka antar lain ekspedisi di tahun 1838 untuk menghentikan kebiasaan orang Ende menyerang Sumba demi mendapatkan budak. Emigrasi orang Sabu ke Sumba yang diawali oleh hubungan perkawinan antara Raja Melolo di Sumba Timur dan Raja Sabu di Habba kemudian berkembang menjadi perkampungan Sabu di Sumba Timur.

Beberapa kali wabah penyakit menyerang penduduk Sabu diantaranya cacar yang memakan korban jiwa di tahun 1869 membuat Sabu dan Raijua kehilangan hampir seperenam jumlah mereka, kolera di tahun 1874 dan berulang tahun 1888 yang membuat rakyat di kedua pulau Sabu dan Raijua berkurang sangat signifikan. Baru sekitar tahun 1925 penduduk Sabu mencapai jumlah semula.

Pada tahun 1918 kerajaan-kerajaan kecil di pulau Sawu disatukan dalam satu swapraja Sabu yang di-perintahi oleh raja S. Th. Djawa.


Peta kuno

Nusantara, tahun 1493

———————————————-

Kepulauan Sunda Kecil, tahun 1725


Sumber

– Asal-Usul Orang Sabu: https://voxntt.com/2016/09/12/menarik-ini-asal-usul-orang-sabu-ntt/354/
– Sejarah Sabu Raijua: https://saburaijuakab.go.id/halaman/sejarah
– Sejarah Kab. Savu Raijua: https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sabu_Raijua#Sejarah
– Sejarah Suku Savu: http://suku-dunia.blogspot.co.id/2015/01/sejarah-suku-sawu.html

English

Royals try to come back (2010): kerajaan indonesia


4 Comments

4 thoughts on “Mehara, kerajaan / P. Sawu – Prov. Nusa Tenggara Timur

  1. LS: One of myn biggest interests is kerajaan2 of Savu.2 of my friends now make a book about it.You can contact meta my faxcebook Donald Tick.On there is my list of contacts;including brother of raja of Mehara/Messara.Boeky.Savu people are same as Sumba people.Some say come from Java.Orthers say before from India. Salam hormat: DP Tick

    • Sultans in Indonesia

      Geachte Heer Tick,
      Thank you for your remarks. We will add them to our site.
      Paul

  2. halo…..aku sangat tertarik dgn kerajaan mehara,,,,di kepulaun sawu….disini saya mau ingin tahu…..asal asul Mehara……soalnya saya juga berasal dari desa atau dusun mehara…..di distrik Lauem timor leste bagian ujung timor……apakah ada sedikit hubungan dengan suco kami mehara?????trims respons…..

    • Sultans in Indonesia

      Sl.sore, Hampir tidak ada info tentang mehara di internet. Info, yang ada, kami sudah masukkan website kami. Tentang banyak kerajaan kecil di NTT kurang ada info di internet. Paul

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: