Kabaena, kerajaan / Prov. Sulawesi Tenggara – kab. Bombana

Kerajaan Kabaena adalah kerajaan Suku Moronene, terletak  di Sulawesi, Kab. Bombana (pulau Kabaena), prov. Sulawesi Tenggara.
Raja bergelar Mokole.

The kingdom Kabaena is a kingdom of the Moronene People, located on the island of Kabaena, Kab. Bombana. South east Sulawesi.
The title of the king is Mokole.
For english, click here

Lokasi Kabaena


* Foto kerajaan Kabaena: link
* Foto foto Sulawesi dulu, suku Sulawesi dan situs kuno: link


Tentang Raja

Mokole (Raja) sekarang (2018): Anakia Kotu’a Day Tonga Lere XVI (Pewaris Trah Day Tonga Lere).


Sejarah lengkap kerajaan Kabaena

Sejarah ini ditulis oleh Mokole Kabaena: Anakia Kotu’a Day Tonga Lere XVI (Pewaris Trah Day Tonga Lere).

Untuk sejarah lengkap, klik di sini

Isi tulisan ini:

1) Penduduk Asli Pulau Kabaena
2) Sejarah Kerajaan Kabaena
3) Hubungan Gowa dan Kabaena
4) Hubungan Kabaena dan Buton
5) Kotu’A sebagai pusat Pemerintahan
6) Struktur pemerintahan Kamokoleá (kerajaan) Kabaena
7) Kesenian dan tarian


Sejarah singkat kerajaan Kabaena

Kerajaan Kabaena adalah pecahan dari kerajaan Bombana.
Kerajaan Bombana memiliki ikatan sejarah dan kebudayaan dengan Kerajaan Luwu. Raja (Mokole) Bombana Ke-I, Mokole Dendeangi adalah saudara kandung Sawerigading (Raja Luwu). Lalu, Kerajaan Bombana di pecah menjadi tiga kerajaan kecil semasa pemerintahan Mokole Bombana Ke-III, Mokole Nungkulangi. Karena memiliki tiga pewaris, maka Kerajaan Bombana di pecah menjadi tiga kerajaan, yakni:
* Kerajaan Kabaena (diperintah Ratu Indaulu sebagai Mokole Kabaena Ke-I atau Raja Bombana IV),
* Kerajaan Rumbia (diperintah Ratu Tina Sio Ropa sebagai Mokole Rumbia Ke-I atau Raja Bombana IV), dan
* Kerajaan Poleang (diperintah Raja Ririsao sebagai Mokole Poleang Ke-I atau Raja Bombana IV). Pembagian ini sekaligus mengakhiri era hierarki Kerajaan Bombana, dan dimulainya era ketiga kerajaan tadi.

Lokasi pulau Kabaena

kabaenaSepanjang sejarah Kerajaan Kabaena telah memerintah 25 Mokole. Beberapa Mokole yang terkenal adalah Ratu Indaulu, Mokole Maligana bergelar Rangka Ea, Mokole Manjawari bergelar Lapati/Sapati Rampagau, dan Mokole Haji Muhammad Yasin bergelar Dai Pu’u Roda. Namun dari keempat Mokole itu yang paling tersohor adalah Mokole Manjawari. Dalam periode kepemimpinan Mokole Manjawari, beliau berhasil menahan serangan pasukan Tobelo yang hendak menyerang pulau Buton, Muna dan Kabaena. Dalam sejarah Sulawesi Tenggara dikenal kisah tiga ksatria (baca: kisah tiga kesatria), yakni Mokole Manjawari, Murhum putra Raja Sugimanuru Lakilaponto Muna, dan Raja Luwu. Ketiganya berhasil menahan sekaligus memukul mundur pasukan Tobelo.

Karenanya, kekuasaan Mokole Manjawari kian diperkokoh di wilayah Kabaena dan Selayar. Itulah mengapa Mokole Manjawari, Raja Kabaena Ke-7, diberi gelar Sapati Rampagau dan Opu Selayar dengan wilayah kekuasaan meliputi Kabaena dan Selayar.

Olondoro

Olondoro adalah Ibu Negeri Kabaena pada masa pemerintahan district di Kabaena Tahun 1910 sampai Tahun 1938. Namun Ibu Negeri ini di masa lampau di kukuhkan pada tahun 1890 yakni dari periode Mokole/Raja kabaena di bawah pemerintahan i Ntawu Haji Muhammad Yasir Gelar Mbue Salama Hadia.
Sumber: Van Day Tonga Lere, FB

Peta bagian selatan Sulawesi Tenggara (incl. Kabaena)
klik peta untuk besar


Kisah Mokole Kabaena XII (Mokanda Haji Djamaluddin i Mbuentama Motu’a)

Kawan, telah kukisahkan padamu bagaimana gebrakan visioner dan reformis yang dijalankan oleh Mbuentama Motu’a sehingga oleh Ratu Wilhelmina menganugerahkan tanda jasa pada beliau.
Tahukah kamu kawan, Prestasi fenomenal beliau:
1. Menyusun sistem adm pemerintahan Kamokole’a sesuai dgn adm sistem pemerintahan belanda, sistem pembukuan dan laporan pertanggungjawaban setiap tahun pada kontroleur.
2.Dalam bidang pajak, beliau langsung membayarkan pajak seluruh masyarakat pulau kabaena/tahun, nanti rakyat yg bayar pajak ke beliau jika mampu.
3. Pembangunan jalan sepulau Kάβάέňã sebagaimana yg kita nikmati hari ini
4. Memajukan sistem pendidikan.

– Untuk seluruh cerita: klik di sini

Di tengah: Mokole Kabaena XII

 


Mokole XIII Kabaena Haji Muhammad Said (1929-1932)

Haji Muhammad Said di tunjuk menjadi Mokole sebagai Sulewatang pada tahun 1929 menggantikan Haji Djamaluddin i Mbue Ntama Motu’a karena i Mbue Ntama Motu’a melaksanakan Rukun islam ke lima yakni ibadah haji dengan jumlah Rombongan 40 orang.
Haji Muhammad Said kala itu berusia 32 tahun. Beliau adalah Mokole Kabaena dari Trah Tangkeno, Haji Muhammad Said bin Umaeya bin Umar bin Intola Watu itulah jalur nasabnya, yang merupakan anak Mantu dari Haji Djamaluddin sendiri.
Kiprahnya selama masa memerintah adalah melanjutkan kebijakan dari i Mbue Ntama Motu’a dalam penataan sistem administrasi pemerintahan dan peningkatan sumber daya ekonomi masyarakat Kabaena.
Beliau mampu mengorganisir tata kemasyarakatan dengan menempatkan beberapa pejabat kamokole’a untuk meningkatkan pendapatan pajak negara serta di satu sisi meningkatkan sistem perdagangan dengan konsolidasi terpadu.
Armada dagang berkat Kabaena membawa muatan dendeng dan kopra ke surabaya, di jalur lain menembus pasaran Timor Deli sehingga kas Kamokole’a meningkat tajam kekayaannya.
Di sisi lain peningkatan sistem pertanian rakyat sehingga hasilnya melimpah ruah di tahun-tahun masa pemerintahannya (ntevali ta’u),
Konon waktu itu hasil peternakan pun meningkat bahkan kerbau pun sekali beranak ada yang langsung dua ekor.
Masa pemerintahannya kurang lebih tiga tahun.
Beliau diberikan gelar Sulewatang Haji Muhammad Said Day Carambau. Wafat 11 januari 1988 dalam usia 91 tahun (1897-1988).


Sejarah lengkap bentuk Benteng Kabaena

Sejarah bentuk Benteng Kabaena ditulis oleh Mokole Kabaena: Anakia Kotu’a Day Tonga Lere XVI (Pewaris Trah Day Tonga Lere).
Untuk sejarah lengkap,klik di sini


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber

Sejarah kerajaan Kabaena: https://febryaristian.wordpress.com/2015/05/17/kerajaan-kabaena/
– Suku Moronene: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Moronene

Facebook

– Van Day Tonga Lere, Facebook


* Foto kerajaan Kabaena: link

Kerajaan Kabaena. Mokole Van Day Tonga Lere. 2010

Kerajaan Kabaena. Mokole Van Day Tonga Lere. 2010