Suku Kabola – p. Alor, NTT

Suku Kabola merupakan salah satu duku di Alor yang mendiami daratan Pulau Alor, Pantar dan pulau-pulau kecil di antaranya. Masyarakat Suku Kabola mendiami perkampungan tradisional Monbang yang berada di Desa Kopidil Kecamatan Alor Barat Laut, berjarak dari Kalabahi sekitar 7 km.

Lokasi pulau Alor dan pulau Pantar

————————–

Lokasi desa Kopidil di P. Alor


* Foto suku2 di p. Alor, klik di sini


Umum

Di pulau Alor ada beberapa suku.
Mereka sendiri terdiri atas sejumlah sub-suku bangsa, antara lain Abui, Alor, Belagar, Deing, Kabola, Kawel, Kelong, Kemang, Kramang, Kui, Lemma, Maneta, Mauta, Seboda, Wersin, dan Wuwuli. Pada masa lampau sub-sub suku bangsa tersebut masing-masing hidup terasing di daerah perbukitan dan pegunungan, terutama untuk menghindari peperangan dan tekanan dari dunia luar.

Suku Pantar, Etnis Dia’ang/ Dei’ing di Kab. Alor merupakan penduduk asli yang mendiami Pulau Pantar, Pura dan Pulau Alor.
Suku Abui adalah kelompok sosial yang berdiam di P. Alor. Mereka ini berdiam dalam wilayah-wilayah bernama Likuwatang, Malaikawata, Kelaisi, Tafuikadeli, Atimelang dan Motang.
Suku Blagar berdiam dalam wilayah pulau Pantar dan pulau Alor Barat Laut.
Suku Kui berdiam di P. Alor, di daerah Kolana dan daerah Pureman sebagai bagian dari wilayah administratif Kabupaten Alor.
Suku Kabola merupakan salah satu duku di Alor yang mendiami daratan Pulau Alor, Pantar dan pulau-pulau kecil di antaranya.


Tentang suku Kabola

Suku Kabola mendirikan rumah-rumah bertiang kayu bulat, tinggi dan dengan atap dari alang-alang atau ijuk berbentuk bulat, dindingnya terbuat dari anyaman bambu, daun lontar atau papan. Perkampungan tradisional Monbang mirip dengan perkampungan tradisional Takpala, namun ada hal unik yang membedakannya, yaitu pakaian adat mereka terbuat dari kulit kayu.

Suku ini menggunakan kulit kayu sebagai pakaiannya. Kulit kayu yang dipakai berasal dari sebuah pohon yang diberi nama Pohon Kayu Ka. Cara pembuatannya sangat sederhana tapi membutuhkan tenaga dan juga kesabaran.

Bagi yang wanita, pakaiannya seperti dres menutupi seluru tubuhnya, kecuali bagian tangan. Sedangkan pria, hanya bagian bawah saja dan atasnya masih bertelanjang dada. Warna kulit kayu yang putih, membuatnya terlihat unik.
– Sumber: https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3023598/kabola-suku-di-alor-yang-pakaiannya-kulit-kayu
– Sumber:  https://www.travelblog.id/suku-kabola-mengubah-kulit-kayu-menjadi-baju/


Suku Kabola


Blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: