* FOTO kerajaan Mamuju

Maradia (raja) Mamuju: Andi Maksun Dai bersama istri.


Raja atau Maradika Mamuju, H. Andi Maksum Dai, 2015

——————–

2015. Acara ini dihadiri Maradika (Raja) Mamuju H. Andi Maksum Dai (kedua dari kanan), Raja Badung Ke 9 Ide Cokordo Ratu Jambe Pemecutan, Bupati Mamuju Drs. H. Suhardi Duka. MM, Pemangku Adat Gala’gar pitu, Sekda Kab. Mamuju Drs. Daud Yahya, Kapolres Mamuju dan warga Mamuju.

——————–

Raja Mamuju – Andi Maksum Dai, desember 2019

——————–

Massossor manurung atau mencuci pusaka Manurung adalah prosesi adat yang sudah dilakukan oleh tetua adat dan pemangku kerajaan mamuju dan kerajaan badung Bali, prosesi adat tersebut dilakukan.

——————–

Rumah adat Mamuju. Kompleks rumah adat sendiri terdiri atas rumah raja dan rumah utama dibelakangnya yang disambung dengan jembatan kecil, rumah pengawal, beberapa gubuk untuk pandai besi, pandai emas, lumbung padi, kandang rusa, dan kandang kuda. Kondisi bangunannya cukup terawat, sayangnya di dalamnya tidak terdapat pajangan apapun alias kosong melompong.

——————–

Mara’dia Mamuju, Jalala Ammana Inda (1908 – 1950).
Mamuju termasuk dalam Afdeeling Mandar meliputi onder-afdeeling Majene, Balangnipa-Binuang, Binuang dan Pitu Ulunna Salo, Mamuju, dengan ibukotanya Majene.
Dengan berlakunya Regeerings Reglement 1854, Kerajaan Mamuju dan 16 kerajaan lainnya (7 kerajaan di Mandar) di Sulawesi Selatan telah diikat perjanjian dengan Hindia Belanda yang menjadi daerah jajahannya berdasarkan Pasal 44 RR 1854.

——————–

Prosesi pelantikan raja Tapalang (kanan) di Tapalang. A.Dai Maradika Mamuju (tengah) Pattana Pantang Abdal Hafid, diapit perwira belanda. 1938

——————–

Patudu (puteri raja dan bangsawan) di Mamuju

——————–

kapal patroli kepolisian Mamuju


 

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: