Suku Mandailing – Prov. Sumatera Utara

Suku Batak Mandailing, adalah salah satu suku yang berada di beberapa kabupaten di provinsi Sumatra Utara, yaitu di kabupaten Mandailing Natal, kabupaten Padang Lawas, kabupaten Padang Lawas Utara dan juga terdapat di kabupaten Tapanuli Selatan.

Wilayah Suku Mandailing


* Foto foto Suku /  Wilayah Mandailing: link


Suku Mandailing

Lihat juga: kerajaan-kerajaan Mandailing

Suku Batak Mandailing ini berada di antara dua kebudayaan yang besar, yaitu budaya Batak Toba dan budaya Minangkabau. Pada suatu sisi suku Mandailing adalah bagian dari suku Batak, sedangkan suku Minangkabau juga mengklaim bahwa suku Mandailing adalah berasal dari Minangkabau.

Suku Mandailing sebenarnya memiliki beberapa sub-suku, yang mana sub-suku tersebut saat ini pun telah melepaskan diri dari bagian “Mandailing”, nya sendiri, dan menyatakan sebagai suku tersendiri.
Beberapa sub suku Mandailing tersebut adalah:
  • Padang Lawas/ Padang Bolak
  • Siladang
  • Pasisi
  • Orang Ulu
  • Rao
  • Rokan

Suku Mandailing secara mayoritas memeluk agama Islam, yang dibawa oleh pasukan Paderi dari Minangkabau yang mengislamkan Tanah Batak di bagian Selatan. Wilayah Mandailing pada masa lalu diserang pasukan Paderi yang menginvasi wilayah Mandailing yang hidup sebagai petani. Akibat dari serangan pasukan Paderi Minangkabau ini, sebagian masyarakat Mandailing melarikan diri menyeberang ke wilayah Malaysia untuk menyelamatkan diri, dan yang bertahan harus tunduk di bawah kekuasaan pasukan Paderi yang demi mempertahankan hidup, mereka memeluk agama Islam. Hanya sebagian kecil yang bertahan di wilayah tersebut yang tetap mempertahankan agama asli mereka seperti pelbegu dan malim, yang pada akhirnya, para misionaris Belanda datang dan menyebarkan agama Kristen di kalangan mereka.

Sejarah

Suku Mandailing, bersamaan dengan suku Batak lainnya, bermigrasi ke selatan sebelum kedatangan Portugis dan Belanda di Sumatera. Penjajahan Belanda di Sumatera menyebabkan Mandailing menjadi bagian dari Suku Batak, berdasarkan aturan irisan yang dibuat untuk mengklasifikasi dan membuat tipologi. Suku Mandailing memiliki keterkaitan dengan Suku Batak Toba, akibatnya Suku Mandailing melebur menjadi satu yang dinamai Suku Batak Mandailing di Indonesia dan Suku Melayu Mandailing di Malaysia.

Perang Padri, 1803-1838

Perang Padri, yang berlokasi di Sumatera Barat dan menyebar luas di Sumatera Timur antara tahun 1803 hingga 1838, menyebabkan perpindahan besar-besaran suku Mandailing dari tempat asalnya yaitu Malaysia Barat. Kelompok tersebut dipimpin oleh Raja Asal, maharaja dari Mandailing; dan keponakannya Raja Bilah. Bersama dengan Sutan Puasa, mereka terlibat dalam Perang Klang antara tahun 1866 hingga 1873.

Kontroversi

Generalisasi kata Batak terhadap etnik Mandailing umumnya tak dapat diterima oleh keturunan asli wilayah itu. Meski mayoritas masih mengakui dirinya bagian dari suku Batak.
Suku Mandailing memiliki ikatan darah, nasab, bahasa, aksara, sistem sosial, kesenian, adat, dan kebiasaan tersendiri yang berbeda dengan Batak dan Melayu. Penyematan kata Batak adalah untuk memuluskan misionaris di Mandailing. Istilah Batak sebagai nama etnik dikonstruksi oleh Jerman dan Belanda.


Sumber dan lengkap

– Suku Mandailing: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/07/suku-batak-mandailing.html
– Suku Mandailing: http://banuamandailing.blogspot.co.id/2011/07/mandailing-tano-sere.html
– Sejarah Mandailing: https://makmureffendi.wordpress.com/2011/01/27/sejarah-cubadak-mandailing/
– Suku Mandailing di Wiki: https://ms.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandailing
– Marga Mandailing: https://id.wikipedia.org/wiki/Marga_Mandahiling
– Suku Mandailing di Wiki: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandailing