Pamatan, kerajaan / P. Lombok – prov. Nusa Tenggara Barat

Kerajaan Pamatan terletak di P. Lombok, desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun. Berdiri abad ke-13.

The Principality (Kedatuan) of Pamatan was located on the island of Lombok, desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun.
For english, click here

pulau Lombok

Lokasi pulau Lombok


* Foto foto intervensi belanda di Lombok, 1894: link
* Foto foto suku Sasak: link
* Foto foto situs kuno di pulau Lombok: link


Sejarah kerajaan Pamatan

1) Pada awalnya, kerajaan yang berdiri di P. Lombok adalah Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kedatuan Pamatan, di Desa Bilok Petung, Kecamatan Sembalun sekarang. Lokasi desa ini berdekatan dengan Gunung Rinjani. Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus, menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.
Setelah Pamatan berakhir, muncullah kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera.

Kerajaan Pamatan hancur oleh letusan Samalas, inilah yang terekam dalam sejarah”, ucapnya meyakinkan.
Letusan Samalas menandakan berakhirnya era kuno sasak memasuki era baru.
Meletusnya Samalas sangat fenomenal hingga Eropa dan hasil survei membuktikan tahun 2013 tim Frank Lavigne dari Prancis, tahun 1257 terjadinya bencana dasyat lebih puluhan ribu warga eropapun meninggal.

2) Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di Lombok dan pertama kali berdiri disebut Desa Laek. Banyak diantara mereka ahli sihir dan dikatan masih animis. Waktu itu mereka belum mengenal raja. Besar kemungkinan mereka dipimpin oleh toa’loka’. Mereka sudah mulai berladang, menanam padi dan kapas. Beberapa tahun kemudian penduduk desa Lae ii pindah membangun negeri baru yang disebut Pamatan. Mereka dipimpin oleh seorang raja. Raja dibantu oleh seorang patih


Daftar dan sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok

1) Daftar kerajaan di Lombok

Kerajaan Arya Banjar Getas
Kerajaan Batu Dendeng
Kerajaan Bayan
Kerajaan Karangasem Lombok
Kerajaan Kedaro
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kerekok
Kerajaan Kuripan
Kerajaan Laeq
Kerajaan Langko
Kerajaan Lombok
Kerajaan Muter
Kerajaan Padukuhan Panutan
Kerajaan Pagesangan
Kerajaan Pagutan
Kerajaan Pamatan
Kerajaan Pejanggik
Kerajaan Perigi
Kerajaan Pujut
Kerajaan Sakra
Kerajaan Sasak
Kerajaan Selaparang
Kerajaan Sengkongo
Kerajaan Siladendeng
Kerajaan Sokong
Kerajaan Suwung
Kerajaan Tela

2) Sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok permulaan

– Kajian lengkap tentang sejarah kerajaan-kerajaan di Lombok, klik di sini

Cerita di bawah dari beberapa sumber sejarah.

Menurut Babad Lombok, kerajaan tertua di pulau Lombok bernama Kerajaan Laeq. Tapi, sumber lain, yaitu Babad Suwung menyatakan bahwa kerajaan tertua di Lombok adalah Kerajaan Suwung yang dibangun dan diperintah oleh Raja Betara Indera. Setelah Kerajaan Suwung ini surut, baru muncul Kerajaan Lombok.

Secara selintas, urutan berdirinya kerajaan-kerajaan di daerah ini bisa dirunut sebagai berikut, dengan catatan bahwa ini bukan satu-satunya versi yang berkembang. Pada awalnya, kerajaan yang berdiri adalah Kerajaan Laeq. Diperkirakan, posisinya berada di kecamatan Sambalia, Lombok Timur. Dalam perkembangannya, kemudian terjadi migrasi, masyarakat Laeq berpindah dan membangun sebuah kerajaan baru, yaitu kerajaan Pamatan, di Aikmel, desa Sembalun sekarang. Suatu ketika, Gunung Rinjani meletus, menghancurkan desa dan kerajaan yang berada di sekitarnya. Para penduduk menyebar menyelamatkan diri ke wilayah aman. Perpindahan tersebut menandai berakhirnya kerajaan Pamatan.

Setelah Pamatan berakhir, muncullah Kerajaan Suwung yang didirikan oleh Batara Indera. Lokasi kerajaan ini terletak di daerah Perigi saat ini. Setelah kerajaan Suwung berakhir, barulah kemudian muncul Kerajaan Lombok. Seiring perjalanan sejarah, kerajaan Lombok kemudian mengalami kehancuran akibat serangan tentara Majapahit pada tahun 1357 M. Raden Maspahit, penguasa kerajaan Lombok melarikan diri ke dalam hutan. Ketika tentara Majapahit kembali ke Jawa, Raden Maspahit keluar dari hutan dan mendirikan kerajaan baru dengan nama Batu Parang. Dalam perkembangannya, kerajaan ini kemudian lebih dikenal dengan nama Kerajaan Selaparang.

Pada abad ke-9 hingga abad ke-11 berdiri Kerajaan Sasak yang kemudian dikalahkan oleh salah satu kerajaan yang berasal dari Bali pada masa itu.

Kerajaan Selaparang terbagi dalam dua periode:
– pertama, periode Hindu yang berlangsung dari abad ke-13 M, dan berakhir akibat ekspedisi kerajaan Majapahit pada tahun 1357 M;
– dan kedua, periode Islam, berlangsung dari abad ke-16 M, dan berakhir pada abad ke-18 (1740 M), setelah ditaklukkan oleh pasukan gabungan kerajaan Karang Asem, Bali dan Banjar Getas.

Pada awal abad ke-18 M, Lombok ditaklukkan oleh kerajaan Gel Gel Bali. Peninggalan Bali yang sangat mudah dilihat adalah banyaknya komunitas Hindu Bali yang mendiami daerah Mataram dan Lombok Barat. Lombok berhasil bebas dari pengaruh Gel Gel setelah terjadinya pengusiran yang dilakukan kerajaan Selapang (Lombok Timur) dengan dibantu oleh kerajaan yang ada di Sumbawa (pengaruh Makassar). Beberapa prajurit Sumbawa kabarnya banyak yang akhirnya menetap di Lombok Timur, terbukti dengan adanya beberapa desa di Tepi Timur Laut Lombok Timur yang penduduknya mayoritas berbicara menggunakan bahasa Samawa.

Menurut Lalu Djelenga, catatan sejarah yang lebih berarti mengenai kerajaan-kerajaan di Lombok dimulai dari masuknya ekspedisi Majapahit tahun 1343 M, di bawah pimpinan Mpu Nala. Ekspedisi Mpu Nala ini dikirim oleh Gajah Mada sebagai bagian dari usahanya untuk mempersatukan seluruh Nusantara di bawah bendera Majapahit. Pada tahun 1352 M, Gajah Mada datang ke Lombok untuk melihat sendiri perkembangan daerah taklukannya.

Menurut Djelenga, ekspedisi Majapahit ini meninggalkan jejak kerajaan Gel Gel di Bali. Sedangkan di Lombok, berdiri empat kerajaan utama yang saling bersaudara, yaitu: Kerajaan Bayan di barat, Kerajaan Selaparang di Timur, Kerajaan Langko di tengah, dan Kerajaan Pejanggik di selatan. Selain keempat kerajaan tersebut, terdapat beberapa kerajaan kecil, seperti Parwa dan Sokong Samarkaton serta beberapa desa kecil, seperti Pujut, Tempit, Kedaro, Batu Dendeng, Kuripan, dan Kentawang. Seluruh kerajaan dan desa ini takluk di bawah Majapahit. Ketika Majapahit runtuh, kerajaan dan desa-desa ini kemudian menjadi wilayah yang merdeka.


Peta kuno Lombok

Untuk peta kuno lokasi pulau Lombok, abad ke-15, 1660, 1683, 1683, 1725, 1800-an, klik di sini

Lokasi Lombok, tahun 1660


Sumber kerajaan Pamatan

– Kerajaan Pamatan: http://mustiawan1.blogspot.co.id/2016/02/kerajaan-pamatan-kerajaan-kuno-ke-dua.html

Sumber kedatuan / kerajaan kuno di Lombok

– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://suparmanol.blogspot.co.id/2010/12/sejarah-kedatuan-sasak.html
– Sejarah Kedatuan kuno Sasak: http://gdefik.blogspot.co.id/2012/10/kedatuan-di-gumi-sasak-1.html
– Sejarah kerajaan di Lombok: https://oediku.wordpress.com/2010/12/29/sejarah-dan-asal-usul-lombok/
– Sejarah kerajaan di Lombok: http://www.lomboksociety.web.id/2018/02/sejarah-lombok.html


Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: