Gunung Baringin, kerajaan / Prov. Sumatera Utara – kab. Mandailing Natal

Kerajaan Gunung Baringin terletak di Prov. Sumatera Utara,  Kab. Mandailing Natal.
Kerajaaan ini adalah kerajaan Suku Mandailing Godang, bermarga Nasution.

The kingdom of Gunung Baringinis located on Prov. Sumatera Utara,  District Mandailing Natal.
This kingdom is a kingdom of the Mandailing Godang People, Clan Nasution.

For english, click here

Kabupaten Mandailing Natal, Prov. Sumatera Utara


* Foto foto keturunan Mangaraja Gunung Malea: link
* Foto Suku / Wilayah Mandailing: link


Tentang Kerajaan Gunung Baringin

Tentang sejarah kerajaan ini tidak ada info.
Untuk foto anak / keturunan Mangaraja Gunung Malea: klik di sini
– Sumber foto:
http://rajanasution.blogspot.co.id/

Patuan Suangkupon III, anak dari Maangaraja Gunung Malea. Lahir pada tahun 1882, meninggal tahun 1944, usia 62 tahun.


Tentang kerajaan kerajaan di Mandailing

Daerah kawasan Mandailing yang dipimpin Raja-Raja Panusunan adalah:

1) Daerah Mandailing Godang yang bermarga Nasution berasal dari keturunan Sutan Diaru menjadi Raja Panusunan di 10 (sepuluh) kerajaan, antara lain:

  • Penyabungan Tonga.
  • Huta Siantar.
  • Pidoli Dolok.
  • Gunung Tua.
  • Gunung Baringin.
  • Penyabungan Julu.
  • Maga.
  • Aek Nangali.
  • Muara Soma.
  • Muara Parlampungan.

2) Daerah Mandailing Julu, bermarga Lubis dari keturunan Namora Pande Bosi menjadi Raja Panusunan di 7 (tujuh) kerajaan, antara lain:

Patuan Kumala diatas sang yang dipertuan. Anak dari Mangaraja Gunung Malea. Lahir tahun 1879, meninggal tahun 1944. Usia 65 tahun.


Sistem pemerintahan Adat Mandailing

– lengkap: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/mandailing-kerajaan-kerajaan-prov-sumatera-utara/

Fungsionaris Sistem Adat Mandailing terdiri dari:

  1. Raja.
  2. Namora Natoras.
  3. Pembantu-pembantu Raja lainnya.

Raja.

Struktur Kepala Pemerintahan dan Raja Adat  menurut penelitian Commissie Kruese Stibbe:
1) Raja Panusunan  (Koeriahoofd).
Raja yang tertinggi  dari kesatuan beberapa Huta dan sekaligus sebagai Raja Huta di dalam Hutanya sendiri.
2) Raja Ihutan (Onderkoeria). Raja dari kumpulan Huta (kampung) yang berada di bawah Raja Panusunan.
3) Raja Pamusuk (Kampoenghoofd). Raja yang memimpin satu huta (kampung) yang berada dibawah  Raja Ihutan dan Raja Panusunan.
4) Raja Sioban Ripe. Yang berada di bawah Raja Pamusuk yang berdiam bersama-sama di satu Huta.
5) Suhu. Yang berada dibawah Raja Pamusuk dan Raja Sioban Ripe.

Raja Salambue. Sahabat Raja Patuan Kumala di atas sang yang dipertuan.


Namora Natoras.

Namora Natoras berfungsi sebagai pendamping raja di dalam mengambil keputusan saat membahas atau menyelesaikan suatu peradatan yang menyangkut kepentingan kesatuan huta yang dipimpinnya, serta mendampingi raja dalam menjalankan pemerintahannya.

Untuk sistem pemerintahan, klik di sini


Peta-peta kuno Sumatera

Untuk peta kuno Sumatera (1565, 1588, 1598, 1601, 1616, 1620, 1707, 1725, 1760), klik di sini

Sumatera, tahun 1707


Sumber

– Keturunan Mangaraja Gunung Malea: http://rajanasution.blogspot.co.id/
– Kerajaan kerajaan Mandailing: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/sumatera/mandailing-kerajaan-kerajaan-prov-sumatera-utara/