Raja Gowa X, I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih tersohor dengan julukan Karaeng Tunipallangga Ulaweng, 1546-1565

—————————————————————————————————
Sumber / Source: http://kisahlampau.blogspot.com/2012/03/raja-gowa-x.html

I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau lebih tersohor dengan julukan Karaeng Tunipallangga Ulaweng. Beliau adalah putra Raja Gowa IX (Karaeng Tumapakrisik Kallonna) memerintah dari tahun 1546-1565.
Baginda mewarisi sifat ayahnya, cerdas dan pemberani dalam menjalankan roda pemerintahan di Kerajaan Gowa Tallo. Beliau dibantu oleh Mangkubuminya Raja Tallo (Mappatakatana Daeng Padulung), melanjutkan pembangunan dan perluasan wilayah kekuasaan Gowa yang telah dirintis oleh ayahnya.
Dalam upaya memperluas wilayah kekuasaan, prajurit kerajaan Gowa dibawah pimpinan Karaeng Tunipallangga Ulaweng telah berhasil menaklukkan beberapa negeri di Sulawesi Selatan, yakni Bajeng, Lengkese, Lamuru, Cenrana, Salomekko, Bulo-bulo, Lamatti, Bulukumba, Kajang, Pannyikkokang, Gantarang, Wero (Hero), Bira, Selayar, Otteng, Wajo, Sawitto, Soppeng, Alitta, dan beberapa negeri di Mandar, Kaili, Toli-toli di Sulawesi Tengah. Baginda juga berhasil menaklukkan Luwu hingga akhirnya membuat perjanjian persahabatan dengan Raja Luwu.
Karaeng Tunipallangga juga melakukan serangan terhadap wilayah Kerjaan Bone yang saat itu dijabat oleh Raja Boe La Tenrirawe Bongkange MatinroE ri Gucina, kira-kira 7 tahun lamanya yaitu pada pertengahan abad XVI.
Saat memimpin laskar Gowa melawan Bone, sakit yang diderita Baginda parah. Baginda terpaksa dibawa pulang ke Gowa. Hanya berselang 48 hari lamanya di Gowa, beliau wafat akibat penyakit yang dideritanya. Baginda kemudian mendapat gelar Karaeng Tunipallangga Ulaweng.
Selama memimpin Kerajaan Gowa, Baginda mengadakan beberapa jabatan dalam kerajaan, seperti Tukajannangna Anak Burakne (mengurusi masalah kepemudaan), pandai emas, ahli bangunan rumah, ahli membuat kapal layar, ahli membuat sumpitan, ahli membuat senjata tajam dari logam, tukang gurinda, tukang larik, tukang memintal tali, dan masih banyak lainnya.
Dari kabinet yang dibentuknya itu, telah berhasil membuat beberapa produk, seperti industri logam berhasil membuat senjata atau meriam berikut
pelurunya (obat bedil), juga batu bata yang nantinya digunakan untuk merenovasi benteng Somba Opu dengan batu bata yang telah dibangun oleh ayahnya dari gundukan tanah.
Semasa pemerintahan Karaeng Tunipallangga Ulaweng, seorang Melayu bernama Nahkoda Bonang telah mendapat ijin dari Raja untuk berdiam di Gowa. Baginda kemudian memberikan hak-hak istimewa kepadanya dan pedagang-pedagang yang dari Pahang, Patani, Johor, Campa dan Minangkabau.
Setelah beliau wafat, ia digantikan oleh saudaranya bernama I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Data sebagai Raja Gowa XI.
——————————————————————————————————-
Advertisements
Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: