Lareh Singkarak, bentuk pemerintahan / Prov. Sumatera Barat – wilayah Danau Singkarak

Lareh Singkarak merupakan bentuk pemerintahan yang ada pada zaman Hindia Belanda setelah hilangnya pemerintahan Regent pada abad XIX di Minangkabau.
Lareh Singkarak sesuai dengan namanya wilayah ini berada di sekitaran danau Singkarak X koto.

Dibawah yang mana daerah ini ditunjuk untuk mengatur dan mengkoordinir beberapa Nagari di sekitarannya yang mana daerah tersebut diantaranya : Nagari Singkarak, Nagari Tikalak, Nagari Kacang, Nagari Paninggahan, Nagari Saniang Baka, Nagari Koto Sani dan Nagari Sumani.

Lokasi Danau Singkarak (di tengah)

Provinsi Sumatera Barat (hijau)


* Foto kerajaan-kerajaan di Sumatera: link
*
Foto situs kuno di Sumatera: link


Penguasa Lareh

– Sumber: https://kepinganminangkabau.wordpress.com/

Lareh di kepalai oleh seorang Tuanku Lareh yang ditunjuk dan diangkat oleh Belanda, di tunjuk dari seorang Penghulu kepala pada sebuah negeri yang bergelar Datuak. Tak ubahnya dengan nagari lain yang ada di Minangkabau, di Singkarak pun di tempatkan seorang Tuanku Lareh sebagai perpanjangan tangan pemerintah.


Tentang Lareh Singkarak

– Sumber: https://kepinganminangkabau.wordpress.com/

Lareh Singkarak sudah ada empat kali pengangkatan dan yang tersebut sebut namanya adalah Lareh yang ke -4 yakni Tuanku Lareh Badoe Intan gelar Datuak mangkuto Sati di akhir tahun 1800-an sampai awal 1900-an. Tidak beberapa lama Tuanku Badoe Intan menjabat Tuanku Lareh, sistim Lareh ini pun dicabut dan di ganti dengan DEMANG (damang) dan Tuanku Badoe Intan naik pula menjadi Tuanku Damang atau lebih populernya Angku Damang I di Singkarak bahkan di Minangkabau yang mana kekusaannya lebih besar dari pada Lareh.

Salah satu jasa yang ditinggalkan Tuanku Lareh/Angku Damang Badoe Intan buat negerinya adalah memprakarsai pelebaran dan pendalaman  pintu air danau Singkarak di Batang Ombilin karena sebelum pintu air tersebut di perlebar Nagari singkarak sering kebanjiran saat meluapanya air danau.
Setelah Angku Damang I Badoe Intan ini maka beliau di gantikan oleh keponakannya Yang bernama Loedin Datuak Mangkuto Sati Angkoe Damang II tapi sayangnya tak banyak juga cerita tentang Angkoe Damang II Loedin Datuak Mangkuto Sati ini yang tertinggal hanya kematian beliau yang memilukan rakyat, beliau mati di sengat listrik oleh Jepang sebagai hukuman atas ketidak kooperatif beliau pada pemerintahan pendudukan Jepang. Karena beliau berada pada dua masa pemerintahan penjajah yakni pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan masa pendududkan Jepang. Beliau dianggap pembelot oleh Jepang dan tidak mau di bawa kompromi yang nota bene benci pada Jepang.


Foto foto

Rumah Gadang Tuanku Lareh Singkarak tahun 1901

———-

Tuanku Lareh ke-IV Badoe Intan, Datuak Mangkuto Sati

———-

Tuanku Damang ke-II Loedin, Datuak Mangkuto Sati Singkarak

———-

Cermin Batu Lareh Singkarak

———-

Komplek makam Tuanku Lareh Singkarak

———-

Makam Tuanku Lareh Singkarak


 

Advertisements

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: