Sendana, kerajaan / Prov. Sulawesi Barat – kab. Majene

Kerajaan Sendana adalah kerajaan Suku Mandar, Terletak di Sulawesi, Kab. Majene, prov. Sulawesi Barat. tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Baqbana Binanga.
Gelar Raja sebagai Arayang: link

The kingdom of Sendana was a kingdom of the Mandar People; part of the Pitu Baqbana Binanga.
It was located on Sulawesi, District of Majene, prov. West Sulawesi.
The title of the king was: Arayang.
For english, click here

Lokasi kabupaten Majene


* Foto foto kerajaan Sendana: di bawah


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN SENDANA

Mara’dia (raja) kerajaan Sendana sekarang (2019)

Mara’dia Sendana, 2019: Andi Djaeti Pawela, lebih dikenal dengan sapaan Puang Jae.


Sejarah kerajaan Sendana

Kerajaan Sendana adalah salah satu kerajaan yang termasuk dalam kelompok kerajaan di Pitu Baqbana Binanga. Lihat di bawah.

Pada awalnya Sendana ditemukan oleh seorang Tomakaka Tabulahan di Ulu Salu bernama Daeng Tumana, yang mendirikan perkampungan di wilayah Buttu Suso, daratan di puncak gunung Sendana. Tak lama setelah itu adik kandung Daeng Tumana yang bernama Daeng Palulung bersama istrinya Tomesaraung Bulawang menyusul ke daerah Buttu Suso dan mendirikan satu kerajaan yang diberi nama Sendana, yang asal kata penamaannya berasal dari sebatang tongkat kayu Cendana yang dimiliki oleh Tomesaraung Bulawang yang ditancapkan di puncak Buttu Suso.

Setelah kekuasaan diserahkan oleh Daeng Tumana kepada adiknya Daeng Palulung maka dimulailah masa awal kerajaan Sendana. Dari pernikahan Daeng Palulung dan Tomesaraung Bulawang mereka dianugerahi 4 orang anak, yaitu I Taqdaq, Puatta Di Saq-adawang,  Indara, dan Tasaripi (Patta Pance). Kelak I Taqdaq dan keturunannya mewarisi Pappuangang di Puttaqdaq, (Puttaqdaq sekarang adalah nama daerah di kecamatan Sendana yang diilhami dari nama I Taqdaq), sementara Puatta di Saq-adawang kelak turun ke Podang (pemindahan pusat kerajaan Sendana) dan menjadi Paqbicara Kaiyyang, dan keturunan dari Indara yang bernama I Daeng Maritu mewarisi keturunan raja-raja (Maraqdia) di Sendana.  Sementara itu Tasaripi diperistri oleh raja Mamuju.

– Sejarah lengkap kerajaan Sendana: klik di sini
.
Pusaka peninggalan kerajaan Sendana

Perpindahan pusat kota kerajaan Sendana

Kerajaan Sendana pernah  mengalami perpindahan pusat kota kerajaan yaitu dari Saqadawang ke Podang, (dari gunung ke pesisir) dan dari Podang ke Somba. Perpindahan pusat kota kerajaan dari Saqadawang ke Podang direkam lewat perjanjian Saqadawang atau Assamaturuanna tomalluluareq di Sendana, perjanjian ini merupakan kesepakatan yang dilakukan oleh empat orang yaitu I Puttaqdaq, Daeng Palulung, Tomesaraung Bulawang dan Puatta Di Saq-adawang pada abad ke-10 m berisi poin bahwa Puatta Di Saq-adawang diinstruksikan untuk turun ke wilayah pesisir pantai dan membentuk hadat

Berikut adalah petikan dalam Lontar Pattapingang Mandar yang menjelaskan tentang isi perjanjian:

Assamaturuanna Tomalluluareq di Saq-Adawang.
Apa digenaq diq-e tepumi salassaq, meanaq tomi tia Tomesaraung Bulawang, tommuane napeanangang iyamo nisanga Iputtaqdaq. Meanaq bomi mesa nigallarmi pattae di Saq-adawang, Puatta di Saq-adawang. Meanaq bomi mesa towaine iyamo nisanga Petta pance. Apa gannaqmi appeq anaqna, daqdua tommuane daqdua towaine mesa indo mesa ama. Mesa anaq tommuane iyamo nisanga Iputtaqdaq, iya tomo tia bijanna adaq di Puttaqdaq. Adaq di Puttaqdaq mangaji kali  Puttaqdaq. Nauamo kakanna onisanga Iputtaqdaq maq-ua ; Naummoq-o di biring bondeq luluareq Puatta Isaq-adawang apaq naupakayyangoq-o naung, maq-ala adaq-i tau, nauamo adaq kayyang oniuanang Paqbicara kayyang di Sendana.

Terjemahan:

Kemudian lengkaplah keraton di Saq-adawang, beranak pulalah Tomesaraung Bulawang, seorang putra yang diberi nama Iputtaqdaq. Melahirkan lagi satu digelarlah Pattae di saq-adawang atau Puatta di Saq-adawang. Melahirkan lagi satu perempuan dialah diberi nama Indara, melahirkan lagi satu perempuan dialah yang diberi nama Patta Panceq. Maka cukuplah empat orang anaknya, dua laki-laki dan dua perempuan seibu sebapak. Satu anak laki-lakinya yang bernama Iputtaqdaq, dialah juga yang menurunkan keturunan adat di Puttaqdaq, adat di Puttaqdaq mengaji kali Puttaqdaq. Maka berkata kakaknya yang bernama Iputtaqdaq ; Turunlah ke wilayah pesisir pantai wahai saudaraku Puatta Isaq-adawang. Saya akan besarkan engkau di sana. Kita akan bentu Hadat. Saya akan menjadikan engkau hadat besar yang bergelar Paqbicara Kayyang di Sendana.


Perjanjian Bocco Tallu  di Sibunoang

Persekutuan Bocco Tallu bertahan sampai pada abad ke-15 M dan baru dimulai memudar seiring dengan terbentuknya persekutuan Pitu Baqbana Binanga.

Perjanjian Bocco Tallu  di Sibunoang adalah perjanjiang antara negeri (kerajaan) Sendana Puatta Disaqawadang , dengan kerajaan Alu Ipuang Digalugalung, serta Puangnga Ilepong (dari kerajaan Taramanuq).

– Sumber: http://suryatopnews.com/membaca-peradaban-bocco-tallu/


Daftar raja

Berikut adalah daftar nama Raja-Raja yang pernah menjabat sebagai pemegang pucuk pimpinan tertinggi di kerajaan Sendana :

  1. Daeng Palulung
  2. Puatta di Saq-adawang
  3. Daeng Maritu
  4. Puatta di Podang
  5. Tomatindo di Suria
  6. Tomatindo di Sappalatteq
  7. Tomissawe di Mangiwang
  8. Ibannaiq
  9. Puatta di Kuqbur
  10. Puatta di Taroqda
  11. Puatta di Battayang
  12. Puatta di Naung Luyo
  13. Tomatindo di Buttu Paqja
  14. Tomatindo di Puasana
  15. Totilua Teraq
  16. Itanjong/ Itanding Puatta di Tappalang
  17. Ilaso Pitu Tobarani
  18. Toniallung di Sendana/ Toniallung di Sirua/ Andi Pallawagauq
  19. Tomaling
  20. Pakkatitting
  21. Paccalo-caloq
  22. Tomatindo di Bembaga
  23. Tomatindo di Balitung
  24. Tomatindo di Ulu Tigas
  25. Arayang Matoa
  26. Tomattoleq Ganranna
  27. Tomessuq di Salassaqna
  28. Ijalangkar Tomessuq di Bembaga
  29. Samani Ammana I Payung
  30. Tandiwali
  31. Imerrete
  32. Andranata Tomattonra (merangkap Raja Pamboang)
  33. Bawanong Tomamea Sadanna
  34. Iboroa Maraqdia Tokape
  35. Guliga Pttundung
  36. Rukkalumuq Tonitattaq
  37. Mappaqgiling
  38. Andi Pawelai
  39. Andi Tonrawali Ammana Ikulla
  40. Andi Nyongki

– Sumber / Source:  https://www.facebook.com/notes/komunitas-penggiat-budaya-dan-wisata-mandar/berikut-adalah-urutan-raja-raja-yang-pernah-memerintah-di-kerajaan-sendana-/265113660303001/

  1. Hasan A, Marjanah. (2007). Sejarah Mandar dan Sejarah Perjuangan Bangsa di Kabupaten Majene. Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Majene Bidang Binmudorabud Seksi Kebudayaan. Majene
  2. Mandra, M (2009) . Assitaliang Mandar.

Alat kebesaran kerajaan Sendana


Sejarah kerajaan-kerajaan Suku Mandar

Suku Mandar terdiri atas 17 kerajaan.
Pada akhir abad ke-16 atau awal abad ke-17 negeri negeri Mandar menyatukan diri menjadi sebuah negeri yang lebih besar, yaitu tanah Mandar yang terdiri dari:
* 7 kerajaan hulu yang disebut “Pitu Ulunna Salu”,
* 7 kerajaan muara yang disebut “Pitu ba’bana binanga” dan
* 3 kerajaan yang tidak bergabung pada kedua wilayah tersebut (wilayah netral), dinamakan “Kakaruanna Tiparittiqna Uhai” atau sering juga disebut “Karua Babana Minanga”.

Kerjaan-kerajaan ini awalnya terbentuk sekitar akhir abad ke-15 (sekitar tahun 1580) setelah persekutuan kerajaan-kerajaan Bocco Tellu dan Appe Banua Kaiyyang, dan berakhir sekitar abad ke-18 (sekitar tahun 1860) setelah Belanda mulai masuk dan menjajah satu persatu kerajaan. Kerajaan-kerajaan ini juga pernah jadi wilayah Vasal dari kekuasaan kerajaan Gowa-Tallo sekitar tahun 1612 – 1667, dan kerajaan Bone menanamkan pengaruh dan hegemoni sekitar tahun 1672 – 1737.

Semua kerajaan-kerajaan di Mandar ini saling menghormati pada bagian wilayah masing-masing dan saling membantu seakan-akan mereka sebenarnya satu wilayah layaknya satu negara kesatuan, makanya beberapa ahli sejarah Mandar berpendapat bahwa kerajaan di Mandar tidak berbentuk kerajaan layaknya kerajaan lain yang memerintah dan berdaulat di daerah sendiri tapi melainkan Satu Kesatuan Wilayah yang saling menghormati.

Tujuh kerajaan yang tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Ulunna Salu adalah:
1 Kerajaan Rante Bulahang, raja bergelar Indo Lembang,
2 Kerajaan Aralle, raja bergelar Indo Kadaneneq,
3 Kerajaan Tabulahan, raja bergelar Indo Litaq,
4 Kerajaan Mambi
5 Kerajaan Matangnga, raja bergelar Indo Lembang,
6 Kerajaan Tabang, raja bergelar Indo Lembang,
7 Kerajaan Bambang, raja bergelar Indo Lembang.

Tujuh kerajaan yang tergabung dalam wilayah Persekutuan Pitu Baqbana Binanga adalah:
1 Kerajaan Balanipa, raja bergelar Arayang
2 Kerajaan Sendana, raja bergelar Arayang,
3 Kerajaan Banggae, raja bergelar Maraqdia,
4 Kerajaan Pamboang, raja bergelar Maraqdia,
5 Kerajaan Tapalang, raja bergelar Maradika,
6 Kerajaan Mamuju, raja bergelar Maradika,
7 Kerajaan Benuang, raja bergelar Arung.

Kerajaan yang bergelar Kakaruanna Tiparittiqna Uhai atau wilayah Lembang Mappi adalah sebagai berikut:
1. Kerajaan Allu
2. Kerajaan Tuqbi
3. Kerajaan Taramanuq

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Mandar

Kerajaan-kerajaan yang ada di Tanah Mandar, yang terdiri dari Pitu Baba’na Binanga dan Pitu Ulunna Salu.


Peta-peta Sulawesi masa dulu

Untuk peta peta kuno (1606, 1633, 1683, 1700, 1757, 1872, abad ke-19): klik di sini

Peta Sulawesi dan Maluku, tahun 1683


Sumber / Source

Sejarah kerajaan Sendana: https://www.facebook.com/kompastasendana/posts/sejarah-kerajaan-sendanakerajaan-sendana-adalah-salah-satu-kerajaan-yang-termasu/262906177452916/
Sejarah  kerajaan Sendana:  http://herlisejarah.blogspot.co.id/2013/09/makalah-kerajaan-sendana.html
– Gelar Raja Sendana sebagai Arayang:  http://kampung-mandar.web.id/sejarah/pus-pbb.html
Daftar raja / list of kings Sendana:  https://www.facebook.com/notes/komunitas-penggiat-budaya-dan-wisata-mandar/berikut-adalah-urutan-raja-raja-yang-pernah-memerintah-di-kerajaan-sendana-/265113660303001/
– Upacara Adat Kerajaan Sendana (Cakkuriri): http://www.kompadansamandar.or.id/budaya/637-serunya-upacara-adat-cakkuriri-kerajaan-sendana-di-desa-puttada.html

———————–
– Suku Mandar di Wiki: Wiki
Sejarah Pitu Ulunna Salu:  http://mamasa-online.blogspot.co.id/2009/11/pitu-ulunna-salu-kuasa-dalam-balutan.html
Pitu Ulunna Salu dan Pitu Baqbana Binanga:  http://kampung-mandar.web.id/sejarah/pus-pbb.html
Kerajaan lokal di Mandar:  http://mandarinfo.blogspot.co.id/search/label/Kerajaan%20-%20Kerajaan%20Lokal%20di%20Mandar
Kerajaan Pitu Ulunna Salu:  http://mandarinfo.blogspot.co.id/search/label/Kerajaan%20Pitu%20Ulunna%20Salu


Foto foto kerajaan Sendana

Pengibaran bendera Cakkuriri, bendera kerajaan Sendana (Foto – Indra Ariana). Sumber: http://www.kompadansamandar.or.id/budaya/637-serunya-upacara-adat-cakkuriri-kerajaan-sendana-di-desa-puttada.html

Pengibaran bendera Cakkuriri, bendera kerajaan Sendana (Foto - Indra Ariana)

————————————-
Pihak pappuangang di wilayah kerajaan Sendana saat upacara adat Cakkuriri kerajaan Sendana (Foto – Indra Ariana). Sumber: http://www.kompadansamandar.or.id/budaya/637-serunya-upacara-adat-cakkuriri-kerajaan-sendana-di-desa-puttada.html

Pihak pappuangang di wilayah kerajaan Sendana saat upacara adat Cakkuriri kerajaan Sendana (Foto - Indra Ariana)

——————————-
Ritual didepan bendera Cakkuriri kerajaan Sendana (Foto – Indra Ariana). Sumber: http://www.kompadansamandar.or.id/budaya/637-serunya-upacara-adat-cakkuriri-kerajaan-sendana-di-desa-puttada.html

Ritual didepan bendera Cakkuriri kerajaan Sendana (Foto - Indra Ariana)

—————————————
Penari Pattuqdu Kerajaan Sendana Hasil Akulturasi Budaya Dengan Kerajaan Gowa. Sumber: kacomandar.blogspot.com

Penari Pattuqdu Kerajaan Sendana Hasil Akulturasi Budaya Dengan Kerajaan Gowa


Peta Sulawesi selatan (incl. Majene), tahun 1900


10 Comments

10 thoughts on “Sendana, kerajaan / Prov. Sulawesi Barat – kab. Majene

  1. Derman Atjo

    siapakah nama tomatindo dibuttu padja (raja sendana) ke 13 dan adakah silsilahnya

    • Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia / Sultanates and Kingdoms in Indonesia

      Tidak ada info sama sekali tentang silsilah raja Sendana. Sorry. Paul

  2. Apakah ada silsilah Maddusila tomate di banggae

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      Belum ada silsilah Maddusila tomate.
      Paul, penerbit website

  3. sunuh

    maaf sy boleh tahu silsilah daeng mpangulu asal sendan yang kawin di kerajaan tawaeli sulawesi tengah

    • Sultans in Indonesia

      Terima kasih atas mail anda.
      We are sorry ! Kami tidak punya silsilah daeng mpangulu.
      Sumber kami terutama internet, dan di internet tidak ada info.
      Paul, penerbit website

  4. Shaleh Tabulaeng

    Apakah ada marakd ia sendana yg bernama ” mara’dia pocci??

    • Sultans in Indonesia

      Kami tidak punya info tentang maradia bernama Pocci. Di internet juga tidak ada.

      • Shaleh Tabulaeng

        Kalau mara’dia Ponji-ponji (Puang Lebai)

      • Sultans in Indonesia

        Terima kasih atas mail anda. Kami tidak punya info tentang mara’dia Ponji-ponji (Puang Lebai); juga di internet tidak ada info. Makasi, Paul, penerbit website

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: