Ketty Letpey, Negeri / Maluku – Leti

Desa Ketty Letpey terletak di pulau Leti, kabupaten Maluku Barat Daya, Kecamatan Letti, prov. Maluku.

Klik foto untuk besar !

Lokasi pulau Leti

Pulau Leti

Prov. Maluku (hijau)

Prov. Maluku (hijau)

Peta satelite Pulau Lakor: http://mapcarta.com/15623078


* Foto foto negeri, kerajaan dan suku di Maluku: link


Sejarah negeri Ketty Letpey

Desa ini berdiri sejak tahun 1317 Masehi dan memiliki Raja yang dikenal dengan bahasa setempat dengan sebutan Rierha Marna. Rierha Marna ini adalah orang yang memiliki kedudukan sebagai Raja dan hanya  keturunannya saja yang berhak memjadi Kepala Desa ( Raja).

Bangsa Portugis menguasai Kepulauan Selatan Daya Maluku termasuk Desa Ketty Letpey pada tahun 1550 Masehi, sebelum wilayah ini di ambil alih oleh bangsa Belanda tahun 1925. Belanda menyebut kota ini dengan sebutan Zuid Wester Einlanden atau Kepulauan Selatan Daya.

Maka sejak Tahun 1550 pemimpin Portugis  bernama Joory Pau mengangkat dan mengukuhkan raja pertama negeri Ketty (saat itu bernama Kyetti) kepada ahli warisannya bernama Utanmeru Sairitroma dari mata rumah Sorsery maka dari situlah negeri Kyetti yang saat ini dikenal dengan nama Desa Ketty Letpey dipimpin oleh keturunan dari Utanmeru Sairitroma hingga saat ini. ‎

Masyarakat desa Ketty Letpey sangat menghormati adat istiadat mereka, dimana saat pemilihan kepala desa, mereka langsung mengukuhkan secara adat orang atau keturunan yang berhak menduduki jabatan Raja atau kepala desa.

– Sumber: http://m.liputan6.com/citizen6/read/2259951/memukau-tradisi-sumpah-adat-raja-di-ketty-letpey?page=3


Tentang raja baru (2015)

Beberapa waktu lalu dilakukan pengukuhan adat yang dipimpin oleh tokoh adat setempat bernama Alexander Laumaly didepan rumah raja desa Ketty Letpey dan dihadiri oleh seluruh masyarakat desa Ketty Letpey dan bupati Maluku Barat Daya beserta rombongan.

Sebelumnya dilakukan pelantikan pemerintahan definitif kepala desa dari keturunan ke-9 raja negeri Kyetti (Desa Ketty Letpey) atas nama Ibu Maria Paliaky-Radiena oleh Bupati Maluku Barat Daya Drs. Barnabas N.Orno di halaman eks SD Kristen Sera Kecamatan Pulau Lakor.

Peristiwa ini berlangsung setiap 6 tahun setelah masa jabatan kepala desa berakhir, dan akan dipilih lagi untuk periode berikutnya. Prosesi pengukuhan adat ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi dunia pariwisata di Kabupaten Maluku Daya, sehingga menjadi khazanah budaya indonesia yang menarik bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri.


Struktur pemerintahan dan masyarakat negeri-negeri di Maluku

Negeri negeri Maluku memiliki sistem pemerintahan sendiri. Susunan pemerintahan berdiri atas:
– Raja,
– Saniri,
– Soa,
– Kewang,
– Fam,
– Matinyo.

Untuk penjelasan susunan pemerintahan: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/


klik peta untuk besar

Peta Maluku 1640 (Gilolo = Halmahera)

Peta Maluku / Sulawesi 1683

Peta Maluku / Sulawesi 1740


Sumber

– Struktur pemerintahan dan masyarakat Negeri di Maluku: https://sultansinindonesieblog.wordpress.com/maluku/struktur-pemerintahan-dan-masyarakat-negeri-maluku/
Sejarah Maluku: http://pelangimaluku.blogspot.co.id/2008/05/sejarah-maluku.html
– Sejarah Maluku: http://juliansoplanit.blogspot.co.id/2011/03/maluku-merupakan-salah-satu-propinsi.html
Sejarah Maluku: https://singalodaya.wordpress.com/2009/10/07/sejarah-maluku/comment-page-1/
.
Suku di Maluku: http://protomalayans.blogspot.co.id/2012/08/suku-di-maluku.html
– Suku di Maluku: http://www.lasamahu.com/2011/06/mengenal-suku-maluku-dari-dekat.html
– Asal usul penduduk Maluku:
http://www.angelfire.com/home/SiAPAPorto/asal_usul_mal.htm


Foto

– Sumber foto: http://m.liputan6.com/citizen6/read/2259951/memukau-tradisi-sumpah-adat-raja-di-ketty-letpey?page=3


 

Advertisements

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: