Suku Bonai – Sumatera, prov. Riau

Suku Bonai menetap di desa-desa binaan, seperti Bonai, Sekapas dan Rantau Kapur, di Kecamatan Tanah Putih, kabupaten Rokan Hilir, Sumatera, prov. Riau.
Orang Bonai berdiam secara berkelompok di sekitar daerah aliran sungai Rokan Kiri dan Rokan Kanan, baik di wilayah Tanah Putih, kabupaten Rokan Hilir, Sumatera, prov. Riau. Maupun di wilayah Rokan IV Koto, terutama di Ulak Kemahang dan Kasimang. Orang Bonai yang bermukim di desa binaan Bonai hidup bertetangga dengan suku bangsa Sakai yang juga sudah banyak dimukimkan.
Jumlah populasinya diperkirakan kurang dari 5.000 jiwa.

Lokasi kabupaten Rokan Hilir


Tentang Suku Bonai

Info di ambil dari: http://suku-dunia.blogspot.com/2014/09/sejarah-suku-bonai-di-sumatera.html

Mata Pencaharian Suku Bonai

Mata pencaharian suku Bonai adalah berburu, meramu hasil hutan, sedikit berladang dan terutama menangkap ikan di daerah aliran Batang Rokan dan anak-anak sungainya.

Kekerabatan Suku Bonai

Sistem kekerabatannya bilateral. Di Provinsi Riau pemimpin kelompok setempatnya disebut batin. Umumnya masih menganut religi lama yang animistis, namun sebagian sudah memeluk agama Islam.

Bahasa Suku Bonai

Bahasa Bonai masih serumpun dengan bahasa Melayu, hanya berbeda dialek dan sejumlah kosa kata. Berbeda dengan suku bangsa Sakai yang hidup berpindah-pindah dalam hutan, suku bangsa Bonai lebih suka hidup di perairan Sungai Rokan. Orang Bonai sendiri dengan tegas menyatakan mereka berbeda dengan orang Sakai. Dibandingkan dengan orang Sakai, orang Bonai lebih banyak mengadakan kontak budaya dengan orang Melayu. Mereka sejak dulu sudah sering bepergian menjual ikan atau kayu dan hasil hutan lain ke Bagan Siapiapi, sebuah kota perikanan di muara Sungai Rokan.

Kepercayaan Suku Bonai

Dari sudut religi, baik orang Bonai maupun orang Sakai memperlihatkan ciri-ciri budaya Melayu Asli. Misalnya sistem pengobatan syamanistik yang menggunakan bantuan roh nenek moyang dan kekuatan adikodrati lain untuk mengobati penyakit dan gangguan mental. Pengobatan ini ditandai oleh upacara yang dipimpin oleh seorang dukun (syaman) yang menari dengan iringan pukulan gendang sampai trance. Orang Bonai dan Sakai sama-sama menyebutnya tari Dewa atau Dewo, orang Melayu Riau menyebutnya Bedomo.


Sumber

– Suku Bonai: http://suku-dunia.blogspot.com/2014/09/sejarah-suku-bonai-di-sumatera.html
– Suku Bonai: https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Bonai
– Suku Bonai: http://planetbatak.blogspot.com/2016/03/suku-bonai.html
– Sejarah dan budaya Suku Bonai: http://dunia-kesenian.blogspot.com/2015/06/sejarah-dan-kebudayaan-suku-bonai-riau.html