Balok, kerajaan / Prov. Kep. Bangka Belitung – P. Belitung

Kerajaan Balok: 1616 – 1873. Terletak di pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

The Kingdom of Balok: 1616 – 1873. Located on the island of Belitung.
For english, click here

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

———————–
Kiri: pulau Bangka, kanan: pulau Belitung


Sejarah kerajaan Balok

Kerajaan Balok dipimpin oleh seorang bergelar Depati Cakraningrat. Sedangkan masyarakat umum di pulau Belitung mengenalnya dengan sebutan Raje Balok (Raja Balok).

Pada periode awalnya (1618-1661), tampak tata pemerintahan kerajaan Balok telah membagi pulau Belitung ke dalam lima wilayah besar. Kelima wilayah itu, yakni:
1) Badau
2) Sijuk
3) Buding
4) Gunung Sepang
5) Belantu

Lima wilayah dalam kerajaan Balok itu dikepalai oleh seseorang berpangkat Ngabehi. Namanya biasa diidentikkan dengan wilayah kekuasaannya. Contohnya Ngabehi Badau, Ngabehi Sijuk dan seterusnya. Setiap Ngabehi diberikan kekuasaan untuk memerintah di lingkungannya masing-masing.

Sedangkan Depati memiliki wilayah yang berada langsung dibawah perintahnya dan dikelola oleh pegawai-pegawai yang diangkatnya. Pegawai-pegawai tersebut terdiri dari Batin Lingge, Lurah, dan Kariya.

Seorang Batin Lingge beserta para mandornya mengurus wilayah sungai Cerucuk dan sungai Lingge. Sedangkan jabatan Lurah dipangku oleh dua orang. Satu Lurah mengurus wilayah Tiang Balai sungai Dudat dan sungai Kembiri. Satu Lurah lainnya mengurus wilayah Sengkuang yang cakupannya meliputi sungai Pesak sampai sungai Sembuluk. Sementara seorang Kariya diberikan tanggungjawab untuk mengurus wilayah sungai Lenggang dan sungai Manggar.

Depati berkedudukan di sungai Balok. Dalam lingkungannya, Depati juga mengangkat para menteri dan seorang penghulu agama Islam.

Sampai di sini, paparan mengenai tata pemerintahan kerajaan Balok merujuk pada buku berjudul Tijdschrift voor Indische Taal,  Land,  en Volkenkunde, DEEL XXXIV terbitan tahun 1891. Dalam buku tersebut terdapat sebuah tulisan berjudul ‘Billitonsch verhaal omtrent de invoering van den Islam op het eiland Billiton’. Tulisannya dibuat di Batavia 1 Desember 1889. Sementara itu bila merujuk pada tulisan Sakri (2009), tampak Depati juga memiliki seorang Panglima yang bertugas memimpin pasukan kerajaan.

Pada masa periode ke tiga (1696-1700), kerajaan Balok mengalami perubahan tata pemerintahan. Nama Ngabehi Gunung Sepang tidak lagi dicantumkan, sedangkan empat wilayahnya masih dipertahankan. Keempat wilayah tersebut yakni:
1) Badau (Ngabehi Tanah Yuda atau Singa Yuda).
2) Sijuk (Ngabehi Mangsa Yuda atau Krama Yuda).
3) Belantu (Ngabehi Sura Yuda).
4) Buding (Ngabehi Istana Yuda).

Pembagian empat wilayah ini masih terus bertahan hingga abad ke-19. Sedangkan ibukota kerajaan berada di Tanjong Pandan dengan yang wilayahnya meliputi Balok, sungai Lenggang hingga sungai Manggar.

Pada tahun 1873 gelar tersebut dihapus oleh Pemerintah Belanda. Keturunan raja Balok selanjutnya yaitu Kiai Agus Endek (memerintah 1879-1890) berpangkat sebagai Kepala Distrik Belitung dan berkedudukan di Tanjungpandan.

Makam Raja Balok I

Makan Raja Balok I


Daftar raja kerajaan Balok

Urutan Raja-Raja Balok Versi
KA Abd Hamid Salim YAH Ian Sanchin
 

I.

Depati Tjakra Diningrat Belitoeng Kiahi Gedeh Jaakoep dengan gelar Kiahi Machsoed (1618-1661) Depati Cakraningrat I Kiai Agus Mas’ud/Kiai Agus Gedeh Ja’kub

(1618-1661)

Depati Cakraningrat I Ki Gede Yakob

(1618-1661)

 

II.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Abdullah dengan gelar Mending

(1661-1696)

Kiai Agus Mending dengan gelar Depati Cakraningrat II

(1661-1696)

Depati Cakraningrat II/ Ki Agus Abdullah / KA Mending / Ki Mending

(1661-1696)

 

III.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Ganding (1696-1700) Kiai Agus Gending dengan gelar Depati Cakraningrat III

(1696-1700)

Depati Cakraningrat III / KA Ganding / Ki Gending

(1696-1700)

 

IV.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Boestam dengan gelar Depati Galong (1700-1740) Kiai Agus Bustam / Depati Galong dengan gelar Depati Cakraningrat IV

(1700-1740)

Depati Cakraningrat IV KA Bustam / Ki Galong

(1700-1740)

 

V.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Aboedin (1740-1755) Depati Cakraningrat V / Kiai Agus Abudin

(1740-1755)

Depati Cakraningrat V / KA Abudin

(1740-1755)

 

VI.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Oesman (1755-1785) Depati Cakraningrat VI/ Kiai Agus Osman

(1755-1785)

Depati Cakraningrat VI / KA Usman

(1755-1785)

 

VII.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Hatam (1785-1815) Kiai Agus Hatam dengan gelar Depati Cakraningrat VII

(1785-1815)

Depati Cakraningrat VII / KA Hatam

(1785-1815)

 

VIII.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Rahad

(1821-1854)

Kiai Agus Rahat dengan gelar Depati Cakraningrat VIII

(1821-1854)

Depati Cakraningrat VIII / KA Rahad (1821-1854)
 

IX.

Depati Tjakra Diningrat Kiahi Agoes Mohamad Saleh

(1856-1873)

Kiai Agus Mohammad Saleh/ Depati Cakraningrat IX

(1856-1873)

Depati Cakraningrat IX / KA Mohamad Saleh / KA Saleh (1856-1873)

Stempel kerajaan Balok


Situs kuno kerajaan Balok

– Sumber: https://kumparan.com/babelhits/menguak-jejak-kerajaan-balok-di-belitung-timur-1rSbL5wUn97/full

Kerajaan Balok merupakan kerajaan pertama di Pulau Belitung. Dari situs yang ditemukan tersebut tahun 2019, diperkirakan Kerajaan balok sudah berdiri antara abad ke-15 hingga abad ke-17.

Diperkirakan situs tersebut berbentuk bangunan kuno yang memiliki panjang 7,5 meter dan lebar 3,5 meter. Selain itu, terdapat anak tangga pada bagian selatan sepanjang 150 sentimeter dan lebar 120 sentimeter.

Ketua Tim Arkeolog, Sonny Wibisono, memastikan bangunan dan batu bata yang ditemukan bukan batu biasa yang lazim digunakan saat abad ke-18 hingga saat ini. Lantaran ukurannya sangat besar dan tebalnya seperti batu bata yang terdapat pada candi.

“Batu-batu seperti itu biasanya ditemukan di wilayah percandian, khususnya wilayah Sumatera. Tapi para arkeolog belum bisa memastikan apakah bangunan biasa atau candi,” tutur Sonny.


Sejarah Kepulauan Bangka Belitung

Belitung merupakan kepulauan yang mengalami beberapa pemerintahan raja-raja. Pada akhir abad ke-7, Belitung tercatat sebagai wilayah Kerajaan Sriwijaya, kemudian ketika Kerajaan Majapahit mulai berjaya pada tahun 1365, pulau ini menjadi salah satu benteng pertahanan laut kerajaan tersebut. Baru pada abad ke-15, Belitung mendapat hak-hak pemerintahannya. Tetapi itupun tidak lama, karena ketika Palembang diperintah oleh Cakradiningrat II, pulau ini segera menjadi taklukan Palembang.

Orang Eropa pertama yang tiba di Bangka adalah Inggris pada tanggal 20 Mei 1812. Namun, dengan Perjanjian Inggris-Belanda tahun 1824, Inggris meninggalkan Bangka Belitung, dan Belanda mengambil alih. Atas kesepakatan tersebut, Belanda dapat menguasai Kepulauan Pasifik. Namun, ada upaya kudeta oleh elit lokal melalui Depati Barin dan putranya Depati Amir yang terkenal dengan perang Depati Amir dengan masa perang sekitar tiga tahun (1849-1851) untuk melawan penjajahan di Bangka Belitung. Namun perang ini kemudian dimenangkan oleh Belanda dan menyebabkan Depati Amir diasingkan ke Kupang di Nusa Tenggara Timur. Karenanya, Depati Amir menjadi pahlawan nasional dan dikenang melalui bandar udara daerahnya yaitu Bandara Depati Amir.

Bangka Belitung memiliki sejarah panjang dengan migrasi orang Tionghoa (terutama orang Hakka). Orang Tionghoa pada abad ke-13 sudah mulai merantau ke wilayah Bangka. Pada abad ke-17 para penguasa Palembang melihat ada potensi luar biasa yang kemudian ditemukannya tambang timah di Belitung. Timah inilah yang paling banyak menjadi alasan Belanda memutuskan mendatangkan pekerja kontrak dari daratan Cina yang dimukimkan kembali di Belitung. Timah itu sendiri yang membantu mendorong perkembangan pulau dan menjadikannya seperti sekarang ini. Sejak itu, beberapa migran Tionghoa telah pulang sementara yang lain memutuskan untuk tetap tinggal. Yang memutuskan untuk tinggal mulai berasimilasi dengan masyarakat setempat dan dilanjutkan dengan perkawinan silang, mereka hidup berdampingan dengan damai meskipun ada perbedaan agama dan suku.
– Sumber Wiki: link


Sumber / Source

– Sejarah kerajaan Balok: https://www.petabelitung.com/2018/06/kerajaan-balok-part-5.html
– Sejarah kerajaan Balok: https://www.petabelitung.com/2018/06/kerajaan-balok-part-10.html
– Sejarah kerajaan Balok: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Belitung#Sejarah_Belitung

– Daftar raja Balok: https://www.petabelitung.com/2018/06/kerajaan-balok-part-5.html
Makam raja Balok: http://www.thearoengbinangproject.com/makam-raja-balok-belitung-timur/
———————-
4 Kerajaan di Belitung:  https://belitungpojok.wordpress.com/2011/11/18/masa-kerajaan/
– Sejarah Belitung / Badau di Wiki: link
– Sejarah pulau Bangka: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Bangka
– Sejarah pulau Belitung: https://id.wikipedia.org/wiki/Pulau_Belitung


Foto

Makam raja Balok. Sumber: http://www.thearoengbinangproject.com/makam-raja-balok-belitung-timur/

Makam raja Balok

————————————-
Museum Istiqomah Buding. Museum Istiqomah Buding yang dibangun pada tahun 2002 merupakan satu-satunya museum yang ada di Kabupaten Belitung Timur. Museum yang berukuran kecil ini menyimpan sekitar 40 artefak peninggalan Kerajaan Balok dan Kerajaan Buding. Sumber: http://sailindonesiabeltim.blogspot.com/2012/11/pariwisata-bangka-beltung-5.html

Museum Istiqomah Buding .

—————————
Museum Istiqomah Buding. Sumber: http://sailindonesiabeltim.blogspot.com/2012/11/pariwisata-bangka-beltung-5.html

Museum Istiqomah Buding .


 

Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

<span>%d</span> bloggers like this: