Ulumanda, katomakaan (kerajaan) / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Majene

Ketomakaan (kerajaan) Ulumanda, kec. Ulumanda, kab. Majene, prov. Sulawesi Selatan.
Pemimpin Ulumanda disebut Tomakaka. Wilayah yang dipimpin Tomakaka, disebut Katomakaan.
Katomakaan Masamba dibawah kerajaan Luwu dan Kemakolean Baebunta.
Sebutan ini asli dari Suku Mandar. Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).

Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah (Luwu Utara).
Peta: Prov. Sulawesi Barat

Prov. Sulawesi Barat


 Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto istana kerajaan2 di Sulawesi: link


KATOMAKAAN ULUMANDA

Tentang katomakaan Ulumanda

Sumber: https://egiamin.blogspot.com/

Tomakaka adalah pemimpin adat suatu kelompok entitas sosial di tanah Mandar lama yang konon sudah ada sejak zaman prasejarah. Namun, beberapa daerah masih mempertahankan kelembagaan adat Tomakaka hingga saat ini. Salah satunya adalah Ulumanda, kelompok masyarakat yang berada di pegunungan hingga pesisir bagian utara-timur Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Menurut informasi para tokoh masyarakat di Ulumanda, bahwa Tomakaka adalah pemimpin suatu komunitas yang memiliki kebiasaan atau hukum sendiri, disebut Ada’ Tuho.
Ada’ Tuho ini dibawah oleh Daeng Malulung dari Bumi Kondosapata, yang pada mulanya disebut Ada’ Mappuraondo atau Ada’ Simemanga. Daeng Malulung sendiri berasal dari Rattebulahan yang pergi ke Ulumanda dan mendiami sebuah hulu sungai di Seppong (sekarang Desa Ulumanda). Ia memiliki saudara yang keturunannya kelak menjadi pemimpin-pemimpin adat di banyak kampung.

Dikisahkan bahwa Daeng Malulung adalah salah satu dari nene’ tosappulo mesa (sebelas bersaudara). Disebut nene’ bukan berarti dia perempuan, tetapi karena bahasa orang Ulumanda yang menyamakan kakek dan nenek dalam sebutan yang sama, yaitu nene’. Dalam perkembangan selanjutnya Daeng Malulung mewariskan keturunan di Ulumanda. Dan keturunan-keturunannya itulah yang mengambil estafet kepemimpinan serta tradisi adat secara turun-temurun.

Berikut beberapa nama Tomakaka Ulumanda yang berhasil dilacak oleh masyarakat:

1) Daeng Malulung (Tomakaka Ulumanda pertama). Ia bergelar Tonipamanda, pembawa hukum Ada’ Tuho dari Bumi Kondosapata.
2) Daeng Maringngi’
3) Tandi Lattu
4) Randang Tambottu
5) Sappe Allo

6) Topa Iya-Iya
7) Larri Bunga
8) Samboja
9) Sappe Padang
10) Raja Manda’

11) Punggalung
12) Pumbaka’/Umbaka’
13) Urraima
14) Takacoci’/Marrakkasa’. Ia lebih dikenal dengan gelar Topatindo di Tandeallo (Kepala Distrik
Pertama Ulumanda), peletak kelembagaan Ada’ Tuho di Ulumanda.
15) Daeng Pasolo’

16) Daeng Padjalang
17) H. Daeng Pagunung (Menggantikan kakaknya (Daeng Padjalang) yang memilih menjadi Komandan Kompi Laskar Kerismuda Mandar pimpinan Andi Depu di Balanipa)
18) Fachri Daeng Padjalang (Tomakaka Ulumanda sekarang).


TENTANG TOMAKAKA DAN KATOMAKAAN

Tomakaka dan Katomakaan adalah sebutan untuk pemimpin dan wilayah adat di Tanah Mandar.
Tomakaka: pemimpin.
Katomakaan: wilayah adat yang di pimpin Tomakaka.
Untuk penjelasan sebutan Tomakaka dan Katomakaan, klik di sini.

Suku Mandar menempati wilayah Sulawesi Barat, serta sebagian Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Peta: kerajaan-kerajaan di Sulawesi, 1600 M

Poso, 1600 M


Sumber Tomakaka / Katomakaan

https://simposiumjai.ui.ac.id
https://www.indonesiana.id/read/
https://galerikopicoqboq.blogspot.com/


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: