Struktur pemerintahan kerajaan Amarasi

 ——————–
Roda Pemerintahan Kerajaan Amarasi Tempoe Doeloe dijalankan oleh 2 komponen utama yaitu :
A  PEJABAT STRUKTURAL
  1.  UISPAH (Raja)
  2.  UISTUAH (Raja bagian/Fetor)
  3.  NAKAF (Kepala Kampung)
  4.  AMNASI (Kepala suku/marga)
B PEJABAT FUNGSIONAL                                                   
1. MEO :
  • ada 4 jenis meo yaitu meo usif,meo amakenat,meo ana’at krao,meo kabso’ot,masing2 dengan   tugas    yang fungsi yang berbeda
    • Meo usif atau meo au mina au reko mengurus kesehatan raja dan keluarga atau dokter istana,salah satu meo usif adalah RES SORENINO
    • Meo amakenat bertugas untuk menjaga keamanan kerajaan dan berperang,meo amakenat diantaranya dari marga keo,tnunay di Buraen,ataupah di Oekabiti saat ini,foni di Ruasnaen, dan Otemusu di baun
    • Meo ana,at krao bertugas mengurus ketersediaan air dan kesuburan tanah/oe pah,yang pernah menjadi meo ana’at krao dri marga Nobrihas.
    • Meo kabso’ot: mengurus tarian2 hiburan saat pesta di istana raja atau pesta di tempat lain saat dihadiri raja,setiap nakaf mempunyai meo kabso’ot yg tampil bergiliran uk menghibur.
2. HAE USIF/ HAE MAKAFA NIM MAKAFA
  •  membawa atw meneruskan perintah raja ke bawah,dg    membawa tanda mandat berupa gelang tangan. Yang pernah menjadi hae usif diantaranya adalah HENDRIK KAESMETAN,YOHANIS TAUNU,HERMANUS PLAIKOL,WELLEM DIAZ..
3. KABU
  • bertugas menjemput orang yang bermasalah unk di sidang oleh raja,tugas ini biasa dirangkap oleh hae usif,tapi ada bayaran tersendiri uk tugas ini,besar kecilnya bayaran tergantung tingkat kesulitan mendatangkan org yg bersalah,juga tergantung jenis masalahnya
4. MATAF
  • adalah petugas2 khusus raja,yaitu : 1) KAPAO KAPI OKOMAMA tugasnya mengawasi mamar atau kebun2 raja,petugasnya antara lain Rudolf Banesi di kretan,Markus funay,simon lasboy,Rufus Rasi di baun,Boi Seo di buraen 2)KAMNAIM SISI ONI tugasnya berburu binatang untuk raja,petugasnya antara lain Paulus Mamun,Kornelius Nenobesi
5.  MAFEFA
  • yaitu juru bicara raja,petugasnya antara lain Yonatan Natu Otemusu Koroh/Niun Kefi.
 6.  ABE’AT
  • adalah anggota masyarakat laki2 dan perempuan yang diutus oleh para nakaf secara bergilir untuk bekerja dalam istana selama 1 minggu,seperti pekerjaan di dapur raja,kebersihan dalam istana,kebersihan areal sekitar istana dll.Mereka yang diutus,selain bekerja juga sekaligus belajar cara melakukan pekerjaan dalam rumah yang baik.Abe’at di atur secara bergilir setiap satu mnggu dri setiap nakaf,begitu pun setiap nakaf mengatur secara bergilir utusan abe’at berdasarkan amnasi/kepala marga dalam wilayahnya.

Selain memiliki struktur fungsional,pemerintahan kerajaan amarasi juga memiliki kantor kerajaan.Di baun kantor kerajaan amarasi ad di puskesmas baun saat ini yang lalu sekaligus menjadi kantor kefetoran baun.Yang pernah menjabat sbg kepala kantor ini antara lain Petrus Obe Koroh dan Adolf Koroh pada masa taja H.A Koroh dan pada masa raja V.H.R. Koroh pegawai kantor raja antara lain POLKES PASSOE, THOMAS MAU, TOFILUS OTEMUSU, HENDRIK BURENI, DOMINGGUS J.TALLO, YULIUS LOLOLAU
 Raja Amarasi memimpin seluruh wilayah kerajaan Amarasi,sampai dengan peralihan ke sistem pemerintahan moderen,di Amarasi tercatat 20 raja dari keturunan Nai Rasi Uf yg pernah memimpin kerajaan Amarasi sampai debgan raja terakhir bpk. VIKTOR HENDRIK RASIAM KOROH yang kemudian meneruskan menjadi camat pertama yg memimpin kecamatan Amarasi setelah peralihan ke sistem pemerintahan gaya baru

Uis Tuah adalah raja bagian/raja kecil yang memimpin wilayah tingkat kefetoran.pada awalnya uis tuah di amarasi ada 4  yaitu:

  1. Uistuah Passoe Tinenti dari Riumata dengan wilayah kekuasaan di riumata,buraen,taninri’in,batuna 
  2. Uistuah Amtiran dengan wilayah kekuasaan di Tofa,Terba
  3. Uistuah Bano Kapitan dengan wilayah kekuasaan di soba,ekam,naek
  4. Uistuah Abineno denga wilayah kekuasaan di oekabiti dan sekitarnya
Dalam perkembangannya,karena Uistuah Amtiran dianggap selalu membangkang dan keras kepala,maka dengan campur tangan politik belanda,dengan alasan penataan kembali struktur pemerintahan kerajaan Amarasi maka pada tahun 1928 wilayah Uistuah Amtiran dan Uistuah Bano Kapitan digabungkan menjadi satu dgn wilayah istana/uim ne’e menjadi satu wilayah yang dipimpin oleh Uistuah Kristian Muni Koroh
Raja Amarasi dalam mengambil keputusan-keputusan penting selalu melibatkan para uistuah yaitu Passoe/Tinenti, Bano/Kapitan,Amtiran dan Abineno serta para Nak Ko’u/Nibaki/Nakaf Raja yaitu Nai Namah,Nai Taopan,Nai Parikaes,Nai Fay. Ke 4 Nak Ko’u ini tdk berada dibawah kekuasaan salah satu uistuah atw fetor,mereka langsung berhubungan kerja dgn raja tanpa lewat para uistuah dan pajak dri 4 nak ko’u ini juga langsung diserahkan kpd raja tanpa lewat uistuah,beda dgn nakaf2 yg lain yg harus menyerahkan lewat para uistuah bru diteruskan ke raja.Tugas utama 4 nakaf raja/nai ko’u ini adalah mengurus ekonomi rumah tangga raja dan memberikan nasehat atw masukan jika diminta oleh raja.
4 Nakaf Raja/Nak ko’u yaitu 
  1. Nai Namah berkedudukan di Habo, 
  2. Nai Taopan di Ruakato, 
  3. Nai pairikaes di Noekasmuti 
  4. Nai Fay di baitiri,
Ke 4 Nakaf raja ini pengaruhnya sangat besar,dan termasuk orang orang dekatnya raja.
Selain uistuah/fetor,Nak ko’u/nakaf raja,ada yang namanya NAKAF UIM NE’E yang juga punya pengaruh besar dalam kerajaan amarasi,bahkan rakyat di wilayah uim ne’e ini diperlakukan khusus atau di istimewakan oleh raja.

—————————————————————————————————————————   

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: