Lombasang, kerajaan / Prov. Sulawesi Selatan – kab. Pangkajane dan Kepulauan

Kekaraengan Lombasang terletak di Kab. Pangkajene, dan Kepulauan (disingkat Pangkep), prov. Sulawesi Selatan.
Sampai tahun 1625, kerajaan Lombasang masih berdiri sendiri.
Perubahan nama dari Lombasang menjadi Labakkang adalah atas perintah Sultan Hasanuddin setelah naik takhta dalam tahun 1653 sebagai Raja Gowa ke-16.

Lokasi Kab. Pangkajene dan Kepulauan


Garis kerajaan-kerajaan di Sulawesi: link


Foto kerajaan-kerajaan di Sulawesi

* Foto sultan dan raja yang masih ada di Sulawesi: link
* Foto sultan dan raja di Sulawesi dulu: link
* Foto situs kuno di Sulawesi: link


Video sejarah kerajaan-kerajaan di Sulawesi

– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi, 40.000 SM – 2018: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Selatan, 1M – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Tenggara, 50.000 SM – 2020: link
– Video sejarah kerajaan2 di Sulawesi Utara, 4000 SM – sekarang: link


KERAJAAN LOMBASANG

Sejarah kerajaan Lombasang

Kerajaan Lombasang adalah sebuah kerajaan yang terletak di sebelah utara Siang. Sampai tahun 1625, kerajaan Lombasang masih berdiri sendiri, merdeka dan berdaulat, rajanya bergelar Sombayya (raja yang disembah) seperti gelar yang dipakai Raja Gowa, sampai kemudian kerajaan ini ditaklukkan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa ke-14, Sultan Alauddin (Tumenanga ri Agamana). Sejak itulah raja Lombasang dan seterusnya hanya berhak memakai gelar Karaeng saja. (Makkulau, 2008).

Lombasang adalah nama tua dari Labakkang, yakni sebuah konfederasi beberapa entitas kekuasaan politik: Malise, Lombasang, Leange (Bombong Tallua), tepatnya di Kecamatan Labakkang, Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan saat ini.

Kerajaan Lombasang adalah tetangga kerajaan Siang di sebelah utara. Unit-unit pemukiman utama Lombasang diduga berada di tepi Sungai Soreang yang sekarang termasuk wilayah Kecamatan Labakkang.

Pusat kerajaannya diduga mengalami perpindahan dua kali dalam kurun waktu lima abad sejak sekurang-kurangnya abad-16. Informan kami hanya menunjuk dua pusat yang berkembang secara suksesif, yaitu Lembang dan kemudian dipindahkan ke Kamponga.

Perubahan nama dari Lombasang menjadi Labakkang menurut Sejarawan Daerah, (alm) Abdur Razak Daeng Patunru adalah atas perintah Sultan Hasanuddin setelah naik takhta dalam tahun 1653 sebagai Raja Gowa ke-16. Abdur Razak Daeng Patunru dalam tulisannya tersebut tidak menyebutkan alasan Sultan Hasanuddin sehingga merubah nama Lombasang menjadi Labakkang. Diduga perubahan itu didasari atas kesamaan nama Lombasang dengan nama kecil Sultan Hasanuddin, I Mallombasi.


Sumber

https://palontaraq.id/2019/10/26/menelusuri-jejak-sejarah-kerajaan-lombasang
https://id.wikipedia.org/wiki/Labakkang,_Pangkajene_dan_Kepulauan


Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: